Bukan Cuma AS, Israel Mulai Mengendalikan Pemilu di Negara NATO
Special Plan – Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) semakin menjadi sorotan karena dugaan intervensi asing dari Israel. Selain Amerika Serikat, beberapa negara NATO seperti Prancis juga dijajaki oleh agen-agen Israel melalui berbagai operasi yang diselundupkan ke dalam proses pemilu. Penyelidikan terkini menunjukkan bahwa keberadaan Israel dalam pesta demokrasi bukan hanya sekadar narasi politik, tetapi sudah terstruktur secara canggih, dengan peran teknologi dan siber sebagai alat utama.
Operasi Digital di Pemilu Prancis
Penyelidikan baru oleh media Prancis mengungkap bahwa perusahaan Israel bernama BlackCore diduga terlibat dalam kampanye pemilu daerah di Prancis. Operasi ini menyasar tiga kandidat wali kota dari partai pro-Palestina La France Insoumise (LFI), yaitu Sebastien Delogu di Marseille, Francois Piquemal di Toulouse, dan David Guiraud di Roubaix. Tindakan tersebut melibatkan penyebaran iklan palsu dan situs web yang menyesatkan, dengan isu seperti tindakan kriminal dan pelecehan seksual sebagai alat serangan.
“Beberapa hari kemudian, Viginum dan media Prancis Le Canard Enchaine serta Le Monde menerbitkan investigasi yang menyatakan adanya campur tangan asing terkait Elnet, sebuah badan pengaruh pro-Israel,”
ungkap Francois Piquemal, anggota parlemen LFI, kepada Middle East Eye. Dia menegaskan bahwa ia menyadari kemungkinan gangguan pemilu setelah informasi sensitif, seperti kata sandi media sosial dan alamat rumah, bocor dua minggu sebelum putaran pertama pemilihan kota di Toulouse.
Skenario Pemilu yang Dikendalikan
Dalam beberapa bulan terakhir, media Liberation dan Haaretz melaporkan pengembangan alat yang digunakan untuk memengaruhi opini publik secara daring. Perangkat ini diklaim bisa mengubah narasi kampanye melalui server yang menampung subdomain blackcore.online. Jejak digital menunjukkan keterlibatan dua perusahaan teknologi Tel Aviv, Galacticos dan SNI Digital, meskipun para pemimpin eksekutifnya membantah memiliki hubungan langsung dengan BlackCore.
Operasi BlackCore diluncurkan melalui layanan digital yang menggambarkan diri sebagai perusahaan “teknologi, siber, dan pengaruh elite” untuk era perang informasi modern. Mereka menyediakan strategi kampanye berbasis alat canggih dan tata kelola digital yang dianggap mampu memengaruhi persepsi publik. Skema ini dikaitkan dengan Viginum, layanan deteksi gangguan digital di kantor perdana menteri Prancis, yang mengungkap adanya “gangguan digital asing” dengan jangkauan terbatas.
Proses Penyelidikan yang Membelakangi Fakta
Jaksa Paris telah membuka penyelidikan atas kasus tersebut, sementara Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, berkomitmen untuk mempublikasikan laporan Viginum setelah jurnal investigasi Le Canard Enchaine menyebut bahwa laporan tersebut “disunting dan diabaikan” oleh dinas intelijen serta peradilan. Hal ini menimbulkan keraguan tentang keterbukaan institusi lokal dalam mengungkap pelaku.
Selain itu, para kandidat dari LFI juga mengeluhkan gangguan pelayanan digital pada masa tenang pemilu. Iklan palsu beredar di situs web seperti Vinted dan La Depeche du Midi, termasuk keterlibatan seorang wanita yang mengenakan burka dalam video yang memperlihatkan dukungan untuk Piquemal. Fitnah ini dinilai berdasarkan kebijakan LFI yang menentang Islamofobia. Kampanye lainnya menampilkan adegan seorang pria dengan tato “LFI” menyerang korban, yang dianggap merendahkan citra partai tersebut.
Peran AIPAC di Amerika Serikat
Bukan hanya di Prancis, Israel juga aktif dalam pesta demokrasi AS melalui organisasi Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC). Perusahaan ini mengumpulkan dana dari para taipan Yahudi untuk mendukung calon presiden yang menjamin kepentingan Israel. Meski demikian, operasi di Prancis menunjukkan bahwa peran Israel dalam pemilu semakin beragam, dari kampanye digital hingga fitnah yang disebarkan secara sistematis.
Media Prancis awalnya melaporkan adanya dugaan campur tangan asing dalam pemilu kota pada Maret. Viginum, layanan deteksi gangguan digital, mengungkapkan skema “gangguan digital asing” yang menargetkan partai politik Prancis dan kandidat di tiga kota. Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa BlackCore, perusahaan Israel yang tidak dikenal, berperan dalam menyebarkan desas-desus dan narasi negatif terhadap kandidat LFI. Tindakan ini dilakukan menjelang putaran kedua pemilu, ketika iklan palsu beredar secara massal.
Strategi Pemilu yang Beragam
Para pelobi Israel tidak hanya mendukung kandidat tertentu, tetapi juga menggemparkan kritik terhadap pesaingnya. Dalam kasus Piquemal, iklan yang menyebarkan fitnah diterbitkan saat masa tenang pemilu, yang seharusnya menjadi periode bagi kandidat untuk berbicara di depan umum. Kampanye ini menggunakan teknik menyesatkan, termasuk penyebaran informasi yang tidak akurat dan penggunaan media siber sebagai alat pengaruhan.
BlackCore memperkenalkan dirinya sebagai “perusahaan teknologi, siber, dan pengaruh elite” yang dibangun untuk menghadapi era perang informasi. Mereka menawarkan solusi berbasis strategi canggih, termasuk pengelolaan narasi dan alat yang bisa menyesatkan. Operasi ini tidak hanya terbatas pada pemilu kota, tetapi juga dikaitkan dengan kepentingan Israel dalam memperkuat dominasi politik di negara-negara NATO. Penyelidikan terus berlangsung, dengan harapan mampu mengungkap sejauh mana keberadaan Israel dalam proses demokrasi tersebut.
Keberadaan BlackCore memperlihatkan bahwa pengaruh Israel di pemilu tidak hanya melalui pendanaan, tetapi juga melalui operasi digital yang terperinci. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang independensi pesta demokrasi di negara-negara yang dianggap memiliki kebijakan pro-kebebasan, seperti Prancis. Selain itu, kejadian serupa di AS menunjukkan bahwa intervensi asing dalam pemilu adalah masalah global, bukan sekadar isu regional.
Dengan mempergunakan teknologi dan sumber daya yang terorganisir, Israel semakin menjadi aktor yang sulit diabaikan dalam pesta demokrasi. Meski para pelobi lokal mengklaim tidak terlibat langsung, bukti-bukti digital menunjukkan bahwa skema ini telah mengakar di berbagai tingkatan politik. Proses penyelidikan terus berjalan, dengan harapan mampu mengungkap keterlibatan penuh Israel dalam upaya memengaruhi hasil pemilu di negara-negara NATO.
