Parlemen Inggris Desak Larang Kartun Rusia Masha and the Bear
Permintaan Penyaringan Konten Rusia dalam Rapat Parlemen
Meeting Results – Sejumlah anggota parlemen Inggris dari berbagai partai politik telah mengusulkan dalam rapat khusus agar tayangan kartun Rusia Masha and the Bear segera dilarang di Inggris. Hasil pertemuan tersebut menunjukkan ketegangan yang meningkat terkait peran propaganda Rusia dalam pendidikan anak-anak melalui media visual. Perwakilan dari Partai Liberal Demokrat, Partai Buruh, Partai Konservatif, Partai Hijau, SNP, dan Plaid Cymru menyatakan bahwa serial animasi ini menyediakan alat untuk mengembangkan keterlibatan anak-anak dengan simbol Uni Soviet.
The Guardian
melaporkan bahwa anggota parlemen menginginkan tindakan tegas terhadap penyebaran kultur Rusia yang dianggap memperkuat narasi militer.
Konten yang Dituduh Mengandung Simbol Soviet
Kartun Masha and the Bear, yang diadaptasi dari cerita rakyat lisan Rusia, menjadi salah satu serial paling populer di platform digital YouTube. Episode terpopuler dari serial ini telah ditonton lebih dari 4,6 miliar kali, dengan durasi sekitar tujuh menit per episode. Tidak hanya itu, serial ini juga diperkenalkan ke Inggris Raya melalui ITVX, serta dipesan ulang oleh Netflix untuk dua musim baru. Dalam beberapa skena, karakter Masha digambarkan memakai topi tank dan seragam era Uni Soviet, yang dikritik sebagai bentuk reproduksi simbol politik Rusia.
Anggota parlemen mengungkapkan bahwa beberapa episode menampilkan elemen ikonik dari Uni Soviet, seperti topi polisi NKVD. Hal ini mereka anggap sebagai upaya aktif untuk menormalisasi gambaran militer Rusia bagi penonton global, terutama anak-anak yang rentan terhadap pengaruh visual. Dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Kebudayaan, Lisa Nandy, mereka menegaskan bahwa tayangan ini memperkuat “soft power” Rusia di tengah upaya memperluas pengaruhnya di luar batas geopolitik.
Perspektif Internasional terhadap Kartun Rusia
Beberapa lembaga internasional, termasuk organisasi yang didukung Ukraina dan kementerian luar negeri Estonia, telah menilai Masha and the Bear sebagai bentuk propaganda Rusia yang halus. Laporan dari X menunjukkan bahwa studio animasi Rusia, Animaccord, yang berbasis di Siprus, memperlihatkan komentar seperti: “Seorang gadis yang berpakaian tentara dengan jaring kupu-kupu! ‘Hore, aku sekarang di tentara!'” Anggota parlemen mengkritik hal ini sebagai upaya untuk membangun identifikasi emosional anak-anak terhadap nilai-nilai Uni Soviet.
Hasil Rapat: Upaya Mengatur Konten Asing
Hasil Meeting Results menunjukkan bahwa para politisi Inggris menginginkan langkah penyaringan terhadap konten asing yang dianggap mengandung narasi propaganda. Mereka menekankan bahwa tayangan Masha and the Bear, yang ditayangkan di Inggris melalui platform seperti ITVX dan Netflix, memberikan kesempatan besar untuk memengaruhi kecil-anak dengan simbol Soviet. Dalam surat yang ditandatangani oleh lebih dari 50 anggota parlemen, mereka meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap penyebaran konten Rusia.
Konten ini dianggap memiliki potensi untuk memperkuat persepsi positif terhadap Uni Soviet, terutama di tengah konflik geopolitik antara Rusia dan negara-negara Barat. Anggota parlemen menyatakan bahwa Masha and the Bear tidak hanya memperlihatkan kehidupan sehari-hari di Rusia, tetapi juga menggambarkan pemerintahan Soviet dalam konteks yang lebih heroik. Hal ini dianggap sebagai bentuk penyebaran ideologi Rusia secara halus melalui media.
Respons Pemerintah dan Tantangan Politik
Dalam Meeting Results, pihak pemerintah Inggris mengakui popularitas serial ini tetapi menegaskan kebutuhan untuk mengevaluasi isi konten secara menyeluruh. Menteri Kebudayaan, Lisa Nandy, diharapkan merespons dengan kebijakan yang mengintegrasikan kritik terhadap simbol Soviet dalam pendidikan anak-anak. Namun, beberapa anggota parlemen mengingatkan bahwa tindakan ini harus diambil secara cepat sebelum penonton di Inggris lebih terbiasa dengan gambaran tersebut.
Kontroversi ini memicu diskusi tentang peran media dalam membangun persepsi politik. Anggota parlemen mengingatkan bahwa kebijakan penyaringan harus berbasis fakta, bukan sekadar prasangka. Mereka menekankan bahwa tindakan melarang Masha and the Bear harus diiringi dengan penjelasan jelas tentang bagaimana simbol tersebut digunakan untuk memengaruhi audiens. Pihak berwenang di Inggris juga diingatkan untuk mempertimbangkan dampak keputusan ini terhadap hubungan diplomatik dengan Rusia.
