TKDN 40%, Farizon Kejar Produksi 80 Van Listrik Sebulan di RI
Table of Contents
Farizon Perkuat Posisi di Pasar EV Indonesia dengan Target Produksi Ambisius
Kabarberita911.com – Dalam upaya memperkuat kehadiran di pasar kendaraan listrik Indonesia, produsen kendaraan niaga Farizon telah menetapkan target produksi yang cukup ambisius. Perusahaan menargetkan produksi van listrik V8E sebanyak 80 unit per bulan di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang seiring dengan transisi menuju mobilitas berkelanjutan.
Proses produksi van listrik V8E saat ini telah berjalan melalui kerja sama strategis dengan Handal Indonesia Motor (HIM), sebuah pabrik independen yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Pendekatan bertahap ini dipilih agar Farizon dapat secara optimal memantau respons pasar dan menyesuaikan strategi produksi sesuai dengan kebutuhan konsumen. Christoforus Ronny, Director Arista Manufacturing Indonesia, menjelaskan bahwa pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan evaluasi berkala terhadap performa produksi.
Strategi Produksi dan Dukungan Infrastruktur
Dalam rangka mendukung operasional produksi, Farizon telah mengalokasikan investasi sebesar Rp40 miliar hingga Rp50 miliar. Dana investasi ini digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penambahan peralatan produksi modern dan peningkatan kapasitas fasilitas manufaktur. Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan memastikan kualitas kendaraan tetap terjaga sesuai standar internasional.
Untuk TKDN kita perkirakan sekarang ya prospeknya akan ke 40 persen. Tapi ini kan kita belum mengajukan sertifikasinya ya, ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Christoforus Ronny pada Kamis (13/8) di fasilitas produksi Handal, Purwakarta. Meskipun nilai TKDN 40 persen masih bersifat estimasi, perusahaan optimis bahwa sertifikasi resmi akan segera diajukan dalam waktu dekat. Sertifikasi TKDN ini akan memberikan keuntungan kompetitif bagi Farizon dalam hal insentif pajak dan kemudahan akses pasar.
Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Produksi
Van listrik V8E yang diproduksi memiliki dimensi yang cukup besar dengan panjang 5.395 mm, lebar 1.820 mm, dan tinggi 1.985 mm. Jarak sumbu roda sepanjang 3.600 mm memberikan stabilitas yang baik saat beroperasi. Dengan berat total mencapai 3.500 kg dalam kondisi penuh, V8E dirancang untuk mengangkut muatan berat dengan efisien.
Sistem tenaga V8E didukung oleh baterai lithium iron phosphate berkapasitas 65 kWh yang mampu menghasilkan jarak tempuh maksimum 310 km. Motor listrik dengan daya puncak 110 kW dan torsi 220 Nm memastikan akselerasi yang responsif untuk kebutuhan logistik perkotaan. Farizon juga telah memperkenalkan van berukuran lebih besar bernama SV, namun model tersebut masih beroperasi dalam status CBU (Completely Built-Up).
Prospek Pasar dan Ekspansi Masa Depan
Target produksi 80 unit per bulan mencerminkan kepercayaan Farizon terhadap potensi pasar kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang semakin mendukung adopsi kendaraan listrik, perusahaan optimis dapat meningkatkan kapasitas produksi di masa depan. Pemeriksaan lebih lanjut mengenai perkembangan industri otomotif Indonesia dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang tren pasar.
Keberhasilan implementasi target produksi ini akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk ketersediaan bahan baku, efisiensi rantai pasok, dan tingkat adopsi konsumen. Farizon berencana untuk terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi agar dapat memenuhi target produksi secara konsisten.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berapa target produksi Farizon V8E per bulan? Farizon menargetkan produksi 80 unit van listrik V8E per bulan di Indonesia melalui fasilitas produksi di Purwakarta.
Berapa nilai investasi yang dialokasikan untuk produksi V8E? Farizon mengalokasikan investasi sebesar Rp40 miliar hingga Rp50 miliar untuk mendukung operasional produksi kendaraan.
Berapa nilai TKDN yang diproyeksikan untuk V8E? Nilai TKDN untuk V8E diproyeksikan mencapai 40 persen, meskipun sertifikasi resmi belum diajukan.
Berapa jarak tempuh maksimum V8E? Dengan baterai lithium iron phosphate berkapasitas 65 kWh, V8E mampu mencapai jarak tempuh maksimum 310 km.
Dimana lokasi fasilitas produksi V8E? Produksi V8E dilaksanakan di Purwakarta, Jawa Barat melalui kerja sama dengan Handal Indonesia Motor (HIM).
