Dharma Polimetal Perkenalkan Fast Charging EV Sudah Diproduksi Lokal dengan TKDN 50 Persen
Kabarberita911.com – Indonesia semakin menunjukkan kemajuan dalam industri kendaraan listrik dengan kehadiran Fast Charging EV Sudah Diproduksi secara lokal oleh Dharma Polimetal Tbk. Perusahaan manufaktur terkemuka ini resmi meluncurkan perangkat pengisian daya listrik yang sepenuhnya dirakit di dalam negeri, menandai tonggak penting dalam ekosistem kendaraan listrik nasional. Peluncuran ini menjadi sorotan utama di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Jakarta.
Kehadiran teknologi pengisian daya yang diproduksi lokal ini bukan sekadar pencapaian industri, melainkan juga langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang mencapai 50 persen, produk ini membuktikan bahwa Indonesia mampu menghasilkan teknologi canggih dengan kualitas setara standar internasional.
Portofolio Produk Pengisian Daya yang Komprehensif
Dharma Polimetal menghadirkan dua varian produk unggulan dalam peluncuran ini. Pertama adalah Fast Charging 2W yang dirancang khusus untuk kendaraan roda dua listrik. Perangkat ini mampu mengisi daya baterai hingga penuh dalam waktu sekitar 15 menit, menjadikannya solusi ideal bagi pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian cepat di perjalanan.
Kedua adalah Buffer Charging, sebuah perangkat portabel yang menawarkan fleksibilitas tinggi. Berbeda dengan Fast Charging 2W yang bersifat stasioner, Buffer Charging dapat dibawa ke berbagai lokasi dan digunakan untuk pengisian daya di tempat-tempat yang belum memiliki infrastruktur pengisian tetap. Kedua produk ini telah memenuhi syarat TKDN sebesar 50 persen, menunjukkan kontribusi nyata terhadap pengembangan industri nasional.
“Dalam hal ini, Fast Charging merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem EV yang terintegrasi, berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan industri nasional,” kata Irianto Santoso, Presiden Direktur Dharma Polimetal, di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, ICE BSD, pekan lalu.
Ekspansi ke Wilayah Terpencil dan Kawasan Industri
Salah satu keunggulan utama dari Buffer Charging adalah kemampuannya melayani wilayah-wilayah yang masih minim infrastruktur pengisian daya. Target pasar utama mencakup kawasan perkebunan, lokasi pertambangan, serta zona industri yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam pemerataan infrastruktur kendaraan listrik di seluruh nusantara.
Peluncuran kedua perangkat ini juga mencerminkan komitmen Dharma Polimetal dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik roda dua yang terintegrasi secara menyeluruh. Dengan menyediakan solusi pengisian daya yang adaptif, perusahaan ini membantu mengatasi tantangan infrastruktur di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh jaringan pengisian konvensional.
Visi Jangka Panjang dan Rencana Pengembangan
Menurut Irianto Santoso, pembangunan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan itu sendiri, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur pendukung. Kehadiran fasilitas pengisian cepat dinilai sebagai elemen krusial untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di kalangan masyarakat Indonesia.
Rencana pengembangan Dharma Polimetal dimulai dengan proyek percontohan di lingkungan operasional Dharma Group. Setelah tahap awal tersebut, perusahaan berencana memperluas implementasi secara bertahap melalui kerja sama strategis bersama pemerintah, pelaku industri, institusi pendidikan, serta berbagai mitra terkait. Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan berdaya saing di tingkat global.
“Setelah itu, pengembangan akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah, pelaku industri, institusi, dan berbagai mitra terkait untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan berdaya saing,” ujar Irianto.
Implikasi bagi Industri Kendaraan Listrik Indonesia
Kehadiran Fast Charging EV Sudah Diproduksi secara lokal ini memiliki implikasi positif bagi berbagai sektor industri. Pertama, hal ini mendorong pertumbuhan industri komponen dalam negeri yang terkait dengan manufaktur perangkat pengisian daya. Kedua, ketersediaan teknologi lokal yang terjangkau dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat, terutama untuk segmen kendaraan roda dua yang menjadi transportasi utama di Indonesia.
Selain itu, pencapaian TKDN 50 persen menunjukkan bahwa Dharma Polimetal telah berhasil mengintegrasikan rantai pasok lokal secara efektif. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya produksi, tetapi juga meningkatkan daya saing produk di pasar internasional. Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang mendukung konten lokal, industri kendaraan listrik Indonesia diproyeksikan akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Fast Charging EV Lokal
Berapa lama waktu pengisian untuk Fast Charging 2W?
Fast Charging 2W mampu mengisi penuh baterai kendaraan roda dua listrik dalam kurun waktu sekitar 15 menit, menjadikannya salah satu solusi pengisian tercepat di pasaran.
Apa keunggulan Buffer Charging dibandingkan Fast Charging 2W?
Buffer Charging bersifat portabel dan dapat dibawa ke berbagai lokasi, sehingga cocok untuk digunakan di daerah yang belum memiliki infrastruktur pengisian tetap seperti kawasan perkebunan dan pertambangan.
Berapa persen TKDN produk Dharma Polimetal?
Kedua produk pengisian daya dari Dharma Polimetal, yaitu Fast Charging 2W dan Buffer Charging, telah memenuhi syarat TKDN sebesar 50 persen.
Di mana saja produk ini akan diperkenalkan pertama kali?
Peluncuran resmi berlangsung di GIIAS 2026 di ICE BSD, Jakarta. Setelah itu, proyek percontohan akan dimulai di lingkungan operasional Dharma Group sebelum diperluas ke wilayah lain.
Bagaimana peran Dharma Polimetal dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia?
Dharma Polimetal berperan sebagai pengembang infrastruktur pengisian daya yang mendukung adopsi kendaraan listrik, khususnya untuk segmen kendaraan roda dua, melalui produksi lokal dengan standar internasional.
