Berita Corporate Action

Livin’ by Mandiri Tembus 41 Juta Pengguna, Digitalisasi Kian Efisien

bank-mandiri-1782467301659_169
Foto : Michael Lopez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Livin by Mandiri Tembus 41 Juta Pengguna: Revolusi Digital yang Mengubah Cara Bank Bekerja
  2. Related Reading

Livin by Mandiri Tembus 41 Juta Pengguna: Revolusi Digital yang Mengubah Cara Bank Bekerja

Kabarberita911.com – Livin by Mandiri Tembus 41 Juta pengguna terdaftar hingga pertengahan 2026, menandai tonggak sejarah penting dalam transformasi digital perbankan Indonesia. Bank Mandiri kini tidak lagi melihat digitalisasi sebagai sekadar pelengkap, melainkan fondasi inti yang mendorong seluruh model bisnisnya ke arah yang lebih efisien dan terintegrasi. Angka 41 juta ini menunjukkan lonjakan luar biasa sebesar 24,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata penambahan 27 ribu akun baru setiap harinya.

Efisiensi Operasional dan Dampak pada Pendapatan

Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, menekankan bahwa perpindahan aktivitas nasabah ke platform digital memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap produktivitas internal bank. Salah satu indikator keberhasilan yang paling terlihat adalah rasio BOPO bank only yang berhasil turun menjadi 57,6 persen pada semester pertama 2026. Pencapaian ini merepresentasikan perbaikan yang cukup substantial sebesar 6,2 poin dari periode yang sama tahun lalu.

“Digital bukan sekadar kanal transaksi, melainkan fondasi utama dalam menghadirkan layanan yang lebih cepat, lebih efisien, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat maupun pelaku usaha di seluruh Indonesia,” ujar Novita dalam konferensi pers.

Menurut penjelasan dari manajemen bank, ketika volume transaksi besar dialihkan sepenuhnya ke kanal digital, bank dapat mengurangi ketergantungan yang tinggi pada jaringan kantor cabang konvensional. Jika semua aktivitas di Livin’ harus ditangani secara manual melalui cabang, maka setara dengan 11.500 transaksi harian atau 1.700 transaksi per jam di setiap kantor. Ini berarti efisiensi yang sangat besar dalam hal sumber daya manusia dan operasional.

Ekspansi Strategis ke Segmen Bisnis dan UMKM

Selain fokus utama pada nasabah ritel, Bank Mandiri juga memperkuat posisinya di sektor korporasi melalui platform Kopra by Mandiri. Hingga Juni 2026, platform ini telah berhasil menarik 354 ribu pengguna terdaftar, naik 26,8 persen secara tahunan. Yang menarik, mayoritas pengguna Kopra berasal dari kalangan UMKM, yakni mencapai 84 persen dari total pengguna.

Untuk mendukung ekosistem bisnis tersebut, bank terus mengembangkan fitur tambahan seperti DHE Tracker dan layanan e-Documents yang mencakup trade serta bank garansi. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi kini mencakup kedua sisi: konsumen retail dan pelaku usaha, menciptakan sinergi yang kuat dalam ekosistem perbankan digital.

Kinerja Keuangan yang Didorong oleh Digitalisasi

Pergeseran digital ini juga terlihat jelas pada kinerja keuangan bank. Bank Mandiri mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun pada Juni 2026, tumbuh 24,4 persen dari tahun sebelumnya. Penyaluran kredit bank only mencapai Rp1.592 triliun dengan pertumbuhan 19,9 persen, sementara dana pihak ketiga (DPK) naik 17,1 persen menjadi Rp1.710 triliun.

Pertumbuhan laba ini sebagian besar ditopang oleh pendapatan non-bunga, khususnya fee-based income yang bersifat berulang. Fee dari Livin’ melonjak 46 persen, sedangkan fee dari Kopra meningkat 22,8 persen. Artinya, kanal digital kini menjadi sumber aktivitas ekonomi baru yang menghasilkan pendapatan berbasis transaksi secara konsisten.

Di sisi manajemen risiko, kualitas aset tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) bank only tercatat sebesar 0,98 persen pada Juni 2026, dengan cost of credit di level 0,52 persen. NPL coverage ratio juga berada pada posisi sehat sebesar 242 persen, menunjukkan bahwa pertumbuhan digital tidak mengorbankan kualitas aset.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Livin’ by Mandiri

Berapa jumlah pengguna Livin’ by Mandiri saat ini? Hingga pertengahan 2026, Livin’ by Mandiri telah mencapai 41 juta pengguna terdaftar, naik 24,3 persen dari tahun sebelumnya.

Apa saja fitur utama yang tersedia di Livin’? Livin’ menyediakan berbagai fitur mulai dari transfer, pembayaran tagihan, investasi, hingga layanan bisnis melalui Kopra untuk UMKM.

Bagaimana dampak digitalisasi terhadap biaya operasional bank? Rasio BOPO bank only turun menjadi 57,6 persen pada semester pertama 2026, menunjukkan efisiensi biaya yang signifikan.

Apakah Livin’ aman digunakan untuk transaksi harian? Ya, dengan NPL gross hanya 0,98 persen dan NPL coverage ratio 242 persen, Livin’ menawarkan keamanan transaksi yang terjamin.

Dengan kombinasi pertumbuhan pengguna, peningkatan transaksi digital, efisiensi biaya, dan kenaikan pendapatan berbasis komisi, Bank Mandiri menempatkan transformasi digital bukan sekadar sebagai strategi layanan, tetapi sebagai bagian integral dari model pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.

Leave a Comment