Berita Corporate Action

Key Strategy: BRI Bawa SALAKU Tembus Pasar Global Lewat FHA 2026 di Singapura

BRI Bawa SALAKU Tembus Pasar Global Lewat FHA 2026 di Singapura

Key Strategy – Menghadapi tantangan globalisasi, Key Strategy mengemuka sebagai strategi utama yang membawa usaha kecil menengah (UKM) lokal dari Bekasi, PT Salaku Cara Enak Makan Salak (SALAKU), ke panggung internasional. Melalui partisipasi di Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 yang digelar di Singapura 21-24 April 2026, perusahaan ini berhasil memperkenalkan produk inovatif berbasis salak, seperti cookies sagu gluten free, kepada pengecer dan industri makanan dari berbagai negara. Key Strategy ini tidak hanya mengubah perspektif bisnis SALAKU, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana UKM dapat bersaing secara global dengan konsep yang berkelanjutan.

Program BRI UMKM EXPORT: Dukungan untuk Inovasi Lokal

Key Strategy dalam pengembangan SALAKU tidak terlepas dari program BRI UMKM EXPORT yang memberikan akses ke sumber daya kritis. Program ini menawarkan pendampingan kurasi, pelatihan ekspor, serta dukungan finansial yang membantu pengembangan kualitas produk, desain kemasan, dan strategi pemasaran. Dengan bantuan BRI, SALAKU dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan distribusi ke pasar internasional. Key Strategy ini juga mencakup pemanfaatan teknologi digital seperti EDC, QRIS, dan BRImo untuk memudahkan transaksi dan memperkuat presensi digital perusahaan.

“Key Strategy kami adalah memadukan inovasi dengan konsep zero waste. Produk seperti Browker Ori dan Cheese Sagu menunjukkan bagaimana bahan alami dapat diubah menjadi nilai tambah yang diminati pasar global,” jelas Shelly, pendiri SALAKU, dalam wawancara eksklusif yang dilakukan Senin (11/5).

Dengan mengikuti FHA 2026, SALAKU mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pembeli, distributor, dan industri F&B dari Singapura, Indonesia, dan negara lain. Key Strategy ini memungkinkan perusahaan memperkenalkan konsep unik yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menunjukkan komitmen pada keberlanjutan lingkungan. Proses produksi yang sederhana dan eksperimen berulang kali membantu SALAKU menghadirkan produk dengan daya tarik yang berbeda dari kompetitor. Key Strategy dalam pemasaran juga terlihat dari penggunaan sampling dan edukasi yang memperkuat kesadaran konsumen tentang keunikan produk.

Strategi Inovatif SALAKU: Dari Konsep ke Kebutuhan Global

Key Strategy dalam pengembangan SALAKU didasari oleh kebutuhan untuk menjawab tantangan pasar yang semakin kompetitif. Perusahaan ini menekankan bahwa inovasi produk, seperti camilan sehat berbasis salak, adalah kunci untuk menembus pasar global. Key Strategy ini juga mencakup keterlibatan komunitas lokal, seperti kerja sama dengan petani salak, yang memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus mendukung ekonomi daerah. Pemanfaatan teknologi seperti digital marketing dan platform e-commerce menjadi bagian dari Key Strategy untuk memperluas jangkauan pasar.

“Key Strategy kami memadukan keunikan rasa salak dengan konsep zero waste. Ini bukan hanya tentang inovasi, tetapi juga tentang menjaga ekosistem lingkungan dan memberdayakan petani. Dukungan BRI membuat semua hal ini mungkin,” tambah Shelly.

Peluncuran produk SALAKU di FHA 2026 menunjukkan bahwa Key Strategy dalam bisnis UKM bisa menciptakan dampak signifikan. Perusahaan yang berdiri sejak 2016 ini kini mampu memproduksi ribuan item per bulan, menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Key Strategy yang diusung BRI tidak hanya memperkuat fondasi bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis dengan pelaku industri global. Dengan langkah ini, SALAKU menjadi bukti bahwa UKM lokal memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional jika memiliki pendekatan yang tepat.

Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris Y.S., menegaskan bahwa Key Strategy dalam pemberdayaan UKM adalah langkah penting untuk membangun ekosistem bisnis yang inklusif. “Kita perlu melihat Key Strategy sebagai bagian dari transformasi yang lebih luas. SALAKU menunjukkan bagaimana Key Strategy dapat menciptakan produk bernilai tinggi, memperkuat brand, dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional,” tuturnya. Keberhasilan SALAKU di FHA 2026 juga menjadi inspirasi bagi UKM lain yang ingin mengikuti jejak serupa. Key Strategy ini memperlihatkan bahwa kunci sukses tidak hanya terletak pada produk yang berkualitas, tetapi juga pada strategi pemasaran yang terintegrasi dan dukungan dari institusi keuangan yang responsif.

Leave a Comment