Jasa Marga Mengubah Susunan Direksi dan Komisaris, Ini Pembaruan Terbaru
Topics Covered – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) kembali melakukan reorganisasi internal dengan mengubah susunan dewan direksi dan komisaris. Perubahan ini dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Rabu (20/5). Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perusahaan dan meningkatkan kinerja operasional. Selain itu, Topics Covered juga menjadi penekanan dalam strategi perusahaan untuk mengoptimalkan struktur pengelolaan.
Pembaruan Struktur Pemimpin Perusahaan
Di posisi direktur, Jasa Marga menambahkan Andry Tanudjaja sebagai Wakil Direktur Utama. Sebelumnya, Rivan A. Purwantono menjabat sebagai Direktur Utama. Kehadiran Andry Tanudjaja diharapkan membawa dampak strategis dalam pengelolaan bisnis. Di sisi komisaris, Nurul Ghufron ditunjuk sebagai anggota baru. Ia memiliki pengalaman luas di bidang pemberantasan korupsi sebagai Wakil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama periode 2019-2024. Selain itu, ia juga pernah lolos seleksi menjadi Hakim Agung, yang memperkuat kepercayaan publik terhadap integritasnya.
Perusahaan menyatakan bahwa perubahan susunan jajaran direksi dan komisaris dilakukan untuk menjawab tantangan sektor infrastruktur yang dinamis. Dengan penambahan anggota baru, Jasa Marga menginginkan adanya perspektif yang lebih luas dalam pengambilan keputusan. Selain itu, Topics Covered menjadi elemen penting dalam proses rekrutmen untuk memastikan keterlibatan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan. Dalam pernyataannya, Jasa Marga menekankan pentingnya kepemimpinan yang kompeten dan mampu menghadirkan inovasi.
Profil Anggota Baru dan Pemimpin Lama
Komisaris Utama tetap dijabat oleh Juri Ardiantoro, sementara Komisaris lainnya meliputi Syamsul Bachri Yusuf, M Asrorun Ni’am Sholeh, Tedi Kurniawan, Nachrowi Ramli, dan Rudi Antariksawan. Nurul Ghufron menjadi satu dari lima komisaris yang baru ditempatkan. Di sisi direktur, selain Rivan A. Purwantono dan Andry Tanudjaja, terdapat Direktur Bisnis Reza Febriano, Direktur Human Capital dan Transformasi Yoga Tri Anggoro, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pramitha Wulanjani, Direktur Layanan Yaya Ruhiya, Direktur Operasi Fitri Wiyanti, dan Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati. Susunan ini mencerminkan keseimbangan antara pengalaman lokal dan keahlian profesional.
Direktur Utama Rivan A. Purwantono dianggap sebagai penggerak utama dalam menghadirkan inovasi di bisnis jalan tol. Sebagai seorang lulusan Teknik Sipil, ia diharapkan mampu mengoptimalkan proyek pengembangan infrastruktur. Wakil Direktur Utama Andry Tanudjaja, di sisi lain, memiliki latar belakang keuangan yang solid, sehingga dapat memperkuat manajemen risiko perusahaan. Direktur Bisnis Reza Febriano berperan dalam strategi pemasaran dan ekspansi layanan. Sementara Direktur Human Capital dan Transformasi Yoga Tri Anggoro akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pengaruh Reorganisasi pada Operasional dan Kinerja
Perubahan ini diduga akan memengaruhi efisiensi operasional Jasa Marga. Dengan adanya penyesuaian di dewan direksi dan komisaris, perusahaan berharap dapat merespons kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. Topics Covered menjadi bagian dari proses reorganisasi untuk memastikan keterlibatan pemimpin yang tepat. Selain itu, susunan baru ini juga menekankan peningkatan transparansi dalam pengambilan keputusan. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pramitha Wulanjani, misalnya, dianggap mampu meningkatkan pengendalian anggaran dan keberlanjutan bisnis.
Direktur Layanan Yaya Ruhiya dan Direktur Operasi Fitri Wiyanti akan memastikan kualitas layanan kepada pengguna jalan tol. Sementara Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati fokus pada ekspansi ke wilayah baru, seperti daerah-daerah yang belum terlayani secara optimal. Dengan adanya perubahan susunan ini, Jasa Marga diharapkan bisa tetap menjadi pelaku utama dalam sektor jasa transportasi. Hal ini juga sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi dan layanan infrastruktur.
Sebagai bagian dari reorganisasi, Jasa Marga menyoroti peran Nurul Ghufron sebagai komisaris. Pengalamannya dalam pemberantasan korupsi akan menjadi penambah kepercayaan publik terhadap transparansi perusahaan. Dalam pernyataannya, perusahaan menyatakan bahwa kehadiran anggota baru akan membantu menghadirkan perspektif yang lebih beragam dalam mengambil keputusan. Topics Covered pun menjadi perhatian utama dalam memastikan setiap perubahan memiliki dampak yang jelas dan berkelanjutan. Susunan terbaru dewan direksi dan komisaris ini akan menjadi fondasi untuk strategi pertumbuhan Jasa Marga di masa depan.
