Berita Bisnis

Latest Program: Bulog Guyur 240 Ribu Ton Jagung SPHP Demi Tekan Harga Pakan Ayam

Bulog Guyur 240 Ribu Ton Jagung SPHP Demi Tekan Harga Pakan Ayam

Latest Program – Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, Latest Program Bulog telah memulai distribusi jagung pakan sebanyak 240.000 ton melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini bertujuan untuk membantu mengurangi beban peternak unggas yang terdampak kenaikan harga jagung akibat fluktuasi pasokan dan permintaan pasar. Bulog menjual jagung SPHP dengan harga Rp5.500 per kilogram, sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menekan inflasi di sektor pakan ternak.

Tujuan Program SPHP

Program SPHP dirancang untuk menstabilkan pasokan jagung nasional serta memastikan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat. Rizal, Direktur Utama Bulog, mengatakan bahwa distribusi jagung ini dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada wilayah-wilayah yang menjadi sentra produksi ayam, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali. “Kami ingin menjaga kesejahteraan peternak unggas dengan menjamin pasokan jagung yang memadai,” jelas Rizal dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.

Situasi Jagung dan Kebutuhan Peternak

Dalam beberapa bulan terakhir, harga jagung terus meningkat, menyebabkan tekanan pada biaya produksi pakan ayam. Menurut data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga jagung di tingkat peternak mencapai Rp5.800 per kg, melebihi harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah. Kenaikan harga ini berpotensi mengurangi margin keuntungan peternak dan meningkatkan harga jual ayam pedaging. Dengan mengguyur 240.000 ton jagung SPHP, Bulog berharap dapat meredam lonjakan harga dan memastikan ketersediaan bahan baku pakan.

“SPHP jagung sejak kemarin hari Sabtu kami sudah luncurkan ke seluruh tanah air, khususnya di sentra-sentra peternakan ayam maupun peternakan-peternakan yang lain,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (11/5).

Strategi Distribusi Jagung SPHP

Bulog menerapkan strategi distribusi yang terarah, dengan memprioritaskan wilayah dengan kebutuhan jagung terbesar. Program ini juga melibatkan kerja sama dengan para pelaku usaha pangan lokal untuk mempercepat distribusi ke pedagang dan peternak. Rizal menjelaskan bahwa kebijakan ini berlangsung sejalan dengan kebutuhan pasar, di mana permintaan jagung untuk pakan ayam mencapai 300.000 ton per tahun. “Kami memastikan suplai jagung tetap terjaga sehingga tidak ada gangguan untuk produksi ternak,” tambah Rizal.

Dampak pada Harga Pakan Ayam

Program SPHP diperkirakan akan memberikan dampak langsung terhadap harga pakan ayam. Dengan harga jagung yang lebih terjangkau, peternak diharapkan dapat mengurangi biaya produksi, sehingga harga jual ayam pedaging bisa stabil. Bapanas mencatat bahwa harga ayam hidup per 3 Mei 2026 turun menjadi Rp23.401 per kg, dibandingkan Rp23.696 per kg di awal April. Sementara itu, harga telur ayam ras juga menurun menjadi Rp24.890 per kg dari Rp25.642 per kg tahun lalu. “Ini adalah hasil dari upaya stabilisasi pasokan jagung,” kata Rizal.

Langkah Berikutnya dan Harapan

Pada tahap awal, penyaluran jagung SPHP mencapai sekitar 213.100 ton, dengan target menyasar lebih dari 5.000 peternak mikro, kecil, dan menengah di 26 provinsi. Total populasi unggas yang diperkirakan dilayani mencapai sekitar 53 juta ekor. Rizal menyatakan bahwa program ini akan terus berlangsung hingga kebutuhan jagung nasional terpenuhi. “Kami berharap program ini bisa berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas ke berbagai lapisan masyarakat,” ucapnya.

Program SPHP ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga harga pangan tetap terjangkau, terutama di tengah kondisi inflasi yang terus menguat. Dengan memperkuat pasokan jagung, Bulog mencoba mengurangi risiko kenaikan harga pakan ternak yang bisa berdampak pada inflasi keseluruhan. Selain itu, program ini juga membantu menjaga keseimbangan antara produksi dan konsumsi, sehingga meminimalkan risiko surplus atau defisit pasokan jagung di pasar. Kebijakan ini diharapkan menjadi contoh strategi stabilisasi pangan yang dapat diadopsi di masa depan.

Leave a Comment