Berita Asia Pasifik

Polisi Korsel Geledah Kantor Starbucks buntut Kontroversi Iklan

Foto : Sarah Moore - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Polisi Korsel Geledah Kantor Starbucks: Investigasi Mendalam Atas Kontroversi Iklan
  2. Related Reading

Polisi Korsel Geledah Kantor Starbucks: Investigasi Mendalam Atas Kontroversi Iklan

Kabarberita911.com – Polisi Korsel Geledah Kantor Starbucks pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, sebagai bagian dari investigasi resmi terhadap kontroversi iklan yang telah memicu reaksi publik luas. Penggeledahan ini dilakukan di kantor pusat Starbucks Korea Selatan yang berlokasi di gedung Centerfield, Distrik Gangnam, Seoul selatan. Menurut laporan Korea JoongAng Daily, langkah penegak hukum ini diambil setelah pihak berwenang membuka kasus formal terkait iklan Starbucks dua bulan sebelumnya, yang diajukan oleh sebuah kelompok sipil.

Korps detektif khusus provinsi dari Badan Kepolisian Metropolitan Seoul mengirimkan tim penyelidik ke lokasi untuk mengamankan berbagai materi dan dokumen terkait. Materi-materi tersebut akan ditinjau secara menyeluruh oleh kepolisian untuk menentukan bagaimana iklan Starbucks dikembangkan hingga memicu kegaduhan publik yang signifikan.

Akar Masalah: Tank Day dan Hari Sensitif Nasional

Krisis Starbucks Korsel bermula ketika jaringan kedai kopi global tersebut meluncurkan kampanye "Tank Day" untuk mempromosikan lini produk tumbler "Tank". Namun, kampanye pemasaran ini diresmikan pada hari yang sama dengan Hari Gerakan Demokratisasi, yang memperingati Pemberontakan Gwangju tahun 1980. Peristiwa bersejarah tersebut merupakan momen ketika lebih dari 100 warga sipil tewas dalam demonstrasi pro-demokrasi yang dipimpin oleh mahasiswa selama era pemerintahan militer.

Penindakan brutal yang terjadi pada masa itu masih amat membekas dalam ingatan masyarakat Korea Selatan dan merupakan topik yang sangat sensitif. Peristiwa ini juga menjadi salah satu alasan utama mengapa masyarakat Korsel bereaksi sangat cepat dan keras ketika Presiden sebelumnya, Yoon Suk Yeol, mendeklarasikan darurat militer pada Desember 2024.

Menurut para kritikus, promosi Tank Day Starbucks Korsel secara tidak langsung mengolok-olok para aktivis pro-demokrasi yang berjuang untuk kebebasan rakyat.

Mereka berpendapat bahwa slogan kampanye yang berbunyi "Tak! di atas meja" menghormati mendiang aktivis Park Jong Cheol yang meninggal setelah disiksa oleh polisi. Park diklaim tewas setelah seorang petugas "memukul meja dengan tak", sebuah bunyi keras yang menjadi simbol kekerasan.

Tak adalah kata yang dipakai masyarakat Korsel untuk menggambarkan bunyi suara tajam, terutama benturan keras, mirip dengan "bang" dalam bahasa Inggris. Menyusul kontroversi promosi tersebut, para korban gerakan dan sebuah kelompok sipil mengajukan aduan pidana terhadap Ketua Grup Shinsegae, Chung Yong Jin, dan beberapa orang lainnya atas tuduhan melanggar Undang-Undang Khusus tentang Gerakan Demokratisasi 18 Mei, penghinaan, dan pencemaran nama baik.

Dampak Bisnis dan Langkah Penanganan

Starbucks Korsel telah mengeluarkan permintaan maaf resmi usai iklannya dikecam keras oleh publik. Tak lama kemudian, Starbucks Global menyatakan telah membuka penyelidikan resmi terkait hal ini. Sehari setelah peluncuran kampanye tersebut, Shinsegae memecat CEO Starbucks Korsel dengan alasan "pemasaran yang tidak pantas."

Sejak insiden tersebut, perusahaan mengalami penurunan penjualan yang signifikan dan mengambil langkah-langkah penanganan darurat. Starbucks memutuskan untuk menutup semua tokonya di Korea Selatan saat sore di bulan Juni agar seluruh staf dapat mengikuti pelatihan wajib tentang kesadaran sejarah dan kepekaan sosial.

Polisi Korsel Geledah Kantor Starbucks menandai babak baru dalam investigasi ini, dengan harapan dapat memberikan kejelasan hukum bagi semua pihak yang terlibat. Proses penggeledahan dan pemeriksaan dokumen diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap tentang bagaimana kesalahan komunikasi terjadi dalam kampanye pemasaran tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Ini

Apa yang dilakukan polisi dalam penggeledahan kantor Starbucks? Polisi Korsel Geledah Kantor Starbucks untuk mengamankan berbagai materi dan dokumen terkait iklan kontroversial. Tim detektif khusus memeriksa semua bukti yang relevan dengan kasus.

Mengapa iklan Starbucks dianggap menghina? Iklan "Tank Day" dianggap menghina karena menggunakan kata "Tak" yang merujuk pada cara aktivis Park Jong Cheol meninggal setelah disiksa polisi.

Berapa lama investigasi ini berlangsung? Kasus ini telah berlangsung sejak dua bulan sebelum penggeledahan, dimulai ketika kelompok sipil mengajukan aduan resmi kepada pihak berwenang.

Apa dampak ekonomi bagi Starbucks Korsel? Perusahaan mengalami penurunan penjualan signifikan dan terpaksa menutup semua tokonya sementara untuk pelatihan staf tentang kepekaan sejarah.

Leave a Comment