Berita Asia Pasifik

New Policy: CEO Nvidia hingga Elon Musk Ikut Trump ke Beijing, Bahas EV dan AI?

CEO Nvidia hingga Elon Musk Ikut Trump ke Beijing, Bahas EV dan AI?

New Policy – Dalam kunjungan ke Beijing yang berlangsung Selasa (12/5), Presiden AS Donald Trump didampingi dua tokoh teknologi besar dari negara tersebut. Mereka adalah Jensen Huang, pemimpin Nvidia, dan Elon Musk, pendiri Tesla. Kedua tokoh ini naik ke pesawat Air Force One saat rombongan Trump berhenti di Alaska untuk mengisi bahan bakar.

Huang dan Musk dikenal sebagai pemain utama dalam industri teknologi global. Huang mengurusi chip canggih yang menjadi tulang punggung pengembangan kecerdasan buatan (AI), sementara Musk mengelola perusahaan kendaraan listrik (EV) serta proyek eksplorasi luar angkasa melalui SpaceX. Trump menyatakan kehormatan menghadirkan Huang ke Beijing, sebagaimana terlihat dari unggahannya di media sosial.

“Sungguh suatu kehormatan ada Jensen [dalam rombongan ke Beijing],” tulis Trump.

Kepala negara AS mengaku akan berdiskusi dengan Xi Jinping guna membuka jalan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi. “Saya akan meminta Presiden Xi, seorang pemimpin dengan reputasi luar biasa, untuk ‘membuka’ China agar orang-orang brilian ini dapat menunjukkan kehebatan mereka,” katanya.

Dikonfirmasi secara terpisah, juru bicara Nvidia menyebut Huang turut dalam rombongan karena undangan langsung Trump. Sebelumnya, Huang telah mendorong penggunaan chip perusahaan di China, meski Beijing sedang mempercepat pengembangan semikonduktor lokal.

Kementerian Luar Negeri China belum merinci topik utama yang akan dibahas Trump dan Xi Jinping saat bertemu di Beijing. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, menyatakan pertemuan tersebut akan fokus pada isu strategis mengenai hubungan bilateral dan pembangunan global.

Sejumlah CEO perusahaan AS lainnya juga ikut dalam rombongan Trump, antara lain Larry Fink (BlackRock), Stephen Schwarzman (Blackstone), Kelly Ortberg (Boeing), dan Jane Fraser (Citigroup). Perusahaan-perusahaan ini dianggap punya stake signifikan di China, seperti Meta yang harus menunda akuisisi perusahaan rintisan AI lokal karena pembatasan investasi dari pemerintah Beijing.

Musk sendiri sedang memperjuangkan izin ekspor dari otoritas China untuk memperluas penggunaan sistem Full Self-Driving (FSD) Tesla di pasar domestik. Sementara itu, BlackRock menghadapi tekanan terkait rencana akuisisi pelabuhan senilai 23 miliar dolar AS, termasuk dua fasilitas di Terusan Panama yang dikelola CK Hutchison. Beijing mengkritik rencana ini karena menganggap Washington ingin mengurangi pengaruh China di jalur laut strategis.

Perusahaan optik Coherent juga sedang berusaha mengatasi larangan ekspor Beijing terhadap indium dan bahan-bahan kritis untuk produksi chip canggih. Pertemuan ini diharapkan menjadi momen kunci dalam memperkuat hubungan AS-China di bidang teknologi dan ekonomi.

Leave a Comment