Kisah Imigran Muslim India yang Jadi Juru Tulis Ratu Inggris
Meeting Results – Di Inggris, salah satu destinasi utama bagi imigran Asia Selatan, kini muncul gelombang protes dari kelompok sayap kanan. Mereka menuntut pengusiran jutaan pendatang, termasuk sebagian besar warga Pakistan yang tinggal di sana. Diperkirakan ada 1,5 juta orang, mereka menjadi komunitas terbesar dari Asia Selatan di Eropa. Demonstrasi besar-besaran dengan slogan “Jutaan orang harus pergi” mencerminkan kecemasan terhadap isu imigrasi, laporan dari CNN.
Sejarah Inggris dan India memiliki hubungan yang panjang, terutama selama era penjajahan. Ratu Victoria, yang memerintah selama 64 tahun, berada di tengah dinasti kolonial yang menguasai India selama 200 tahun. Proses penjajahan dimulai pada 1757 dan berakhir pada 15 Agustus 1947, ketika India merdeka. Saat itu, Pakistan dan Bangladesh belum terbentuk, sehingga pertukaran penduduk antara kedua bangsa sering terjadi. Banyak dari mereka bekerja di Inggris, termasuk Abdul Karim, seorang imigran Muslim dari India yang menjadi tokoh menarik dalam sejarah.
Abdul Karim: Juru Tulis Ratu yang Unik
Abdul Karim, lahir di dekat kota Jhansi, adalah anak kedua dari enam bersaudara. Ayahnya, Haji Wuzeeruddin, bekerja sebagai asisten rumah sakit, memberinya akses pendidikan yang lebih baik. Dengan bantuan tutor, Karim mampu menguasai bahasa Urdu dan Persia sejak usia muda. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia bekerja di penjara Agra, tempat ayah dan saudara-saudaranya juga bermukim. Di sana, ia bertemu dengan istrinya, yang juga berasal dari keluarga kelas menengah.
Dalam sebuah acara di London tahun 1886, kepala penjara Agra, John Tyler, memperkenalkan Ratu Victoria pada karpet India yang dibuat oleh narapidana. Impresi positif itu membuat Victoria menunjuk Karim sebagai salah satu dari dua pendatang India yang dipilih untuk menjadi pelayannya. Karim, yang berpengalaman dalam menyusun dokumen, memberikan kontribusi besar dalam Meeting Results sejarah kerajaan Inggris. Seorang pelayan lainnya adalah Mohamed Buxshe, yang lebih terampil dalam tugas-tugas kerajaan.
Karim diberi pelatihan singkat untuk mempersiapkan diri sebelum pergi ke Inggris. Ia belajar dasar-dasar etiket istana dan bah
