Berita Health

Latest Program: 10 Olahraga Paling Populer di Kalangan Pekerja RI Versi Populix

10 Olahraga Terpopuler di Kalangan Pekerja Indonesia Berdasarkan Survei Populix

Latest Program – Dalam tengah kehidupan yang penuh dengan rutinitas pekerjaan, masyarakat Indonesia tetap menemukan cara untuk menjaga kesehatan fisik. Berdasarkan survei yang dilakukan Populix, ada beberapa jenis olahraga yang menjadi pilihan utama pekerja. Aktivitas ini tidak hanya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup seimbang. Berikut adalah daftar sepuluh olahraga paling diminati di kalangan pekerja nasional, berdasarkan hasil riset terbaru.

Hasil Survei dan Alasan Populer Olahraga

Populix, sebuah perusahaan riset yang bergerak di bidang kebutuhan masyarakat modern, mengungkapkan tren olahraga di tengah kesibukan pekerja. Dalam wawancara dengan Quantitative Research Manager mereka, Retno Gumelar, disebutkan bahwa kegiatan fisik yang praktis dan sesuai dengan kondisi harian kini menjadi prioritas utama. “Pekerja lebih memilih olahraga yang mudah diakses dan bisa diatur sesuai waktu senggang,” ujarnya.

“Olahraga yang saat ini masih paling banyak dilakukan adalah jogging, jalan kaki, terus juga olahraga dari rumah,” kata Retno dalam Populix Time-Out Briefing di Jakarta, Selasa (26/5).

Data menunjukkan bahwa kegiatan olahraga ini tidak hanya menjadi bagian dari kebugaran fisik, tetapi juga memainkan peran penting dalam mengisi waktu luang. Banyak dari mereka memilih olahraga sebagai sarana untuk melepas penat, menjaga hubungan sosial, atau bahkan mengembangkan keterampilan baru.

Jogging: Olahraga Favorit yang Praktis

Jogging tetap menempati posisi pertama dalam daftar olahraga paling populer. Dari total responden, 45 persen memilih aktivitas ini sebagai pilihan utama. Alasannya sederhana: joging membutuhkan sedikit perlengkapan, waktu yang fleksibel, dan biaya rendah. Tidak perlu menghabiskan anggaran besar untuk mengikuti program latihan yang lengkap. Bagi banyak pekerja, joging adalah cara mudah untuk memulai rutinitas kebugaran tanpa mengganggu aktivitas harian.

Jalan Kaki: Aktivitas Ringan yang Membantu

Jalan kaki mengikuti jogging sebagai olahraga yang paling diminati, dengan 33 persen responden menyebutkannya. Aktivitas ini cocok bagi mereka yang ingin tetap sehat tanpa harus berpindah dari tempat kerja. Jalan kaki bisa dilakukan di sekitar kantor, taman, atau jalanan umum, sehingga tidak memakan waktu terlalu banyak. Selain itu, berjalan kaki juga dianggap sebagai cara efektif untuk mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi selama bekerja.

Sepeda Santai: Kombinasi Rekreasi dan Olahraga

Sepeda santai menduduki peringkat ketiga dengan 26 persen partisipasi responden. Aktivitas ini sering dipilih sebagai cara untuk menjelajah lingkungan sekitar sambil menikmati suasana alam. Tidak hanya menyehatkan, sepeda santai juga menjadi ajang berkumpul dengan keluarga atau teman-teman. Bagi pekerja kantoran, ini bisa menjadi aktivitas rekreasi yang sekaligus bermanfaat untuk kesehatan.

Workout di Rumah: Fleksibilitas yang Menarik

Dengan 21 persen responden, latihan dari rumah lewat YouTube atau Instagram semakin menjadi pilihan yang populer. Dalam beberapa tahun terakhir, tren ini semakin berkembang karena kemudahan akses dan kesesuaian dengan kebutuhan waktu senggang. Tanpa harus pergi ke pusat kebugaran, pekerja bisa melakukan latihan fisik secara mandiri dengan bantuan video instruksi.

Badminton: Aktivitas Sosial yang Menghibur

Badminton juga termasuk dalam olahraga yang diminati oleh 21 persen pekerja Indonesia. Sebagai salah satu olahraga raket yang khas, badminton sering menjadi pilihan untuk melatih koordinasi dan kesehatan jantung. Selain itu, olahraga ini juga menjadi sarana bersosialisasi, terutama dengan teman-teman di kantor. Kombinasi antara kesenangan dan manfaat kesehatan membuatnya tetap diminati.

Octopus lainnya: Sepak bola dan Berenang

Secara berurutan, sepak bola menduduki peringkat keenam dengan 18 persen partisipasi. Olahraga yang dianggap sebagai “olahraga favorit” ini tidak hanya tentang kebugaran fisik, tetapi juga tentang kebersamaan. Banyak pekerja memandang sepak bola sebagai cara untuk melepas lelah sekaligus memperkuat hubungan dengan rekan-rekan kerja. Berenang, sementara itu, dipilih 16 persen responden sebagai aktivitas rekreasional yang menyegarkan.

Home Gym dan Futsal: Pilihan yang Berbeda

Dua olahraga yang menempati peringkat ke delapan dan ke sembilan adalah angkat beban di rumah serta futsal. Angkat beban di rumah disukai oleh 13 persen pekerja, terutama karena tren home workout yang semakin tinggi. Dengan alat sederhana seperti dumbbell atau resistance band, mereka bisa menjaga kebugaran tanpa pergi ke pusat kebugaran. Futsal, di sisi lain, dipilih 12 persen responden karena kemudahan dalam melakukan latihan berkelompok. Aktivitas ini sering diadakan di akhir pekan atau setelah jam kerja.

Profesional Gym: Penyesuaian dengan Harapan

Di peringkat kesepuluh, gym atau latihan beban di pusat kebugaran juga menjadi pilihan yang tetap relevan. Meski hanya 12 persen responden yang memilihnya, banyak pekerja yang menginginkan akses ke peralatan lebih lengkap dan program latihan yang terstruktur. Aktivitas ini menawarkan lingkungan terkontrol untuk mencapai tujuan kebugaran secara lebih efisien.

Menariknya, tren olahraga di kalangan pekerja juga menunjukkan pergeseran ke arah gaya hidup berbayar. Data menunjukkan bahwa 64 persen responden berlangganan fasilitas olahraga atau aplikasi kebugaran. Ini menandakan bahwa masyarakat semakin mengakui pentingnya investasi dalam kesehatan. Selain itu, motivasi berolahraga juga berubah dari sekadar menjaga bentuk tubuh menjadi sarana untuk me time, membangun hubungan profesional, dan menikmati aktivitas sosial.

Tren baru seperti padel mulai mencuri perhatian, meski hanya 4 persen dari responden yang memainkannya. Padel dianggap lebih menarik dibandingkan olahraga lari atau road biking yang sebelumnya dianggap tren populer. Pertumbuhan partisipasi padel menunjukkan bahwa pekerja mulai mencari variasi dalam rutinitas kebugaran mereka, sambil tetap mempertimbangkan faktor kepraktisan dan kesenangan. Dengan pengembangan teknologi dan akses ke komunitas, olahraga ini berpotensi tumbuh lebih pesat di masa depan.

Leave a Comment