Berita Seleb

Suntik Ketamin ke Matthew Perry – Asisten Dihukum 41 Bulan Penjara

Suntik Ketamin ke Matthew Perry, Asisten Dihukum 41 Bulan Penjara

Suntik Ketamin ke Matthew Perry – Dalam kasus kematian aktor Matthew Perry yang sempat mencuri perhatian publik internasional, seorang asisten dekatnya, Kenneth Iwamasa, dinyatakan bersalah dan dihukum 41 bulan penjara serta denda US$10.000 oleh pengadilan federal Amerika Serikat. Hukuman tersebut diberikan setelah ia terbukti terlibat dalam penyuntikan ketamin berulang kali, termasuk dosis fatal yang menjadi penyebab kematian Perry pada Oktober 2023. Kematian aktor berusia 54 tahun ini memicu perdebatan mengenai peran serta tanggung jawab individu dalam krisis ketergantungan narkoba.

Detail Pengadilan

Vonis 41 bulan penjara ditambahkan denda US$10.000 atau setara Rp178,76 juta oleh Hakim Distrik Sherilyn Peace Garnett, seperti dilaporkan Variety pada Rabu (27/6). Iwamasa, yang mengenal Perry sejak tahun 1992, diangkat sebagai asisten pada 2022 dengan gaji US$150.000 per tahun. Ia mengakui kesalahannya pada Agustus 2024 terkait tuduhan konspirasi pendistribusian ketamin yang menyebabkan kematian dan cedera serius pada Perry. Selama persidangan, Iwamasa juga menjelaskan bagaimana ia memainkan peran kritis dalam kehidupan pribadi aktor tersebut.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana penyuntikan ketamin bisa menjadi faktor utama dalam proses kematian. Meski Iwamasa tidak memiliki latar belakang medis, ia tetap berperan sebagai pengatur dosis obat yang diberikan kepada Perry. Kesalahan ini dilakukan secara terus-menerus, bahkan setelah pihak medis memperingatkan tentang efek samping berbahaya dari penggunaan ketamin dalam kondisi tertentu.

Konspirasi dan Pelaku

Dalam berkas persidangan, jaksa menyatakan Iwamasa memiliki pengetahuan tentang riwayat kecanduan narkoba Perry, meski ia tidak punya kualifikasi profesional dalam bidang medis. Ia bekerja sama dengan dokter Salvador Plasencia dan konselor Erik Fleming, yang mengakui menjual 20 vial ketamin serta alat suntik senilai US$57.000. Plasencia juga mengajarkan cara menyuntikkan obat tersebut kepada Iwamasa, yang kemudian menjadi bagian dari jaringan penyalahgunaan narkoba tersebut.

“Alih-alih membantu Perry mempertahankan kesembuhannya, [Iwamasa] justru menjadi fasilitator dan pemasok obat-obatannya.”

Kasus ini membuka pandangan baru mengenai bahaya kombinasi penggunaan narkoba dan kecanduan. Setelah September 2023, Iwamasa terus memesan pasokan ketamin meski melihat Perry mengalami reaksi tubuh kaku dari suntikan Plasencia. Dokter sempat memperingatkan, “Jangan lakukan itu lagi.” Namun, Iwamasa tetap membeli obat dari Fleming, yang mendapatkan ketamin dari bandar Jasveen Sangha, dikenal sebagai “Ketamine Queen.” Pasokan obat ini kemudian digunakan dalam suntikan yang memicu kematian Perry.

Proses Hukum dan Konsekuensi

Pada 28 Oktober 2023, Iwamasa menyuntikkan tiga dosis ketamin dari Sangha, yang berujung pada kematian Perry. Saat kejadian, ia menghubungi panggilan darurat 911, namun sengaja menutupi riwayat suntikan ketamin saat diinterogasi polisi. Tindakan ini menunjukkan upaya untuk menghindari kesalahan yang lebih berat. Selain itu, Iwamasa juga menghancurkan barang bukti di rumah Perry sebelum kematiannya, menambah kompleksitas kasus ini.

Para pelaku lain, seperti Sangha, Plasencia, dan Fleming, masing-masing mendapat hukuman 15 tahun, 2,5 tahun, dan 2 tahun setelah mengaku bersalah. Plasencia telah mengembalikan izin praktiknya pada September 2025, tetapi kasus ini memberikan pelajaran berharga mengenai tanggung jawab profesional dalam memberikan pengobatan. Pertanggungan jawab Iwamasa terhadap suntik ketamin ke Matthew Perry menunjukkan bagaimana individu dekat bisa menjadi faktor kritis dalam krisis ketergantungan narkoba.

Analisis dan Makna Kasus

Kasus hukum ini menjadi contoh nyata tentang dampak sosial dari penyalahgunaan narkoba di kalangan selebritas. Matthew Perry, yang pernah mengalami ketergantungan pada obat-obatan seperti ketamin, menunjukkan bagaimana kecanduan bisa mengancam kehidupan seseorang meskipun berada dalam lingkaran yang dianggap dekat. Suntik ketamin ke Matthew Perry bukan hanya seorang pelaku, tetapi juga menggambarkan sistem penyalahgunaan obat yang melibatkan beberapa pihak.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi individu yang menemani selebritas dalam penggunaan narkoba. Iwamasa, sebagai seorang asisten, dianggap memiliki tanggung jawab lebih besar karena memasuki lingkaran medis dan kehidupan pribadi Perry. Penyuntikan ketamin ke Matthew Perry menunjukkan bagaimana keputusan harian bisa memiliki konsekuensi besar. Dengan hukuman 41 bulan, pengadilan memperlihatkan komitmen untuk menindak tegas penyalahgunaan narkoba yang menyebabkan kematian.

Leave a Comment