Berita Bisnis

Special Plan: Intip Pilihan Saham Ciamik di Pekan Terakhir Mei

Intip Pilihan Saham Ciamik di Pekan Terakhir Mei

Special Plan – Dalam pekan terakhir Mei 2026, Special Plan menjadi fokus utama bagi para investor yang ingin memanfaatkan peluang pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (22/5) melanjutkan penguatan dengan kenaikan 67,10 poin atau 1,10 persen, mencapai level 6.162. Transaksi pasar mencapai Rp121,56 triliun dengan total saham yang diperdagangkan sebanyak 40,28 miliar lembar. Meski IHSG mengalami penurunan selama empat hari dalam sepekan, kenaikan hari terakhir menunjukkan adanya pergerakan positif yang sejalan dengan strategi Special Plan.

Aktivitas Perdagangan di Pekan Lalu

Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), menjelaskan bahwa volume transaksi harian meningkat 2,53 persen, dari 35,76 miliar menjadi 36,67 miliar lembar saham. Nilai transaksi harian juga naik 15,68 persen, dari Rp18,82 triliun ke Rp21,77 triliun. Namun, frekuensi transaksi mengalami penurunan 6,5 persen, dari 2,53 juta kali menjadi 2,37 juta kali, menunjukkan sikap investor yang lebih selektif dalam mengikuti Special Plan.

Sentimen eksternal dan domestik berperan signifikan dalam dinamika pasar. Kecenderungan pelemahan rupiah terhadap dolar AS hingga Rp17.712 dan rencana sentralisasi ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memengaruhi keputusan investor. Dalam konteks Special Plan, analis mengungkapkan bahwa pergerakan indeks IHSG mencerminkan keseimbangan antara tekanan eksternal dan optimisme dari segi strategi investasi.

Proyeksi IHSG untuk Pekan Depan

“IHSG diprediksi bergerak mixed pada awal pekan ini, dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 5.909 hingga resistance 6.305,” ujar Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia. Pada pekan terakhir Mei, Special Plan menjadi pendorong utama bagi harapan normalisasi rupiah dan stabilisasi pasar.

Oktavianus menyoroti bahwa pelemahan IHSG sebesar 8,5 persen dalam sepekan lalu dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan tekanan domestik. Namun, dengan adanya strategi Special Plan, investor diharapkan dapat merespons dengan lebih cepat. Ia menambahkan bahwa perluasan durasi perdagangan bursa dan kekhawatiran tentang inflow atau outflow menjadi faktor kunci dalam mengukur kinerja pasar.

Konfirmasi dari Sentimen eksternal terutama mengenai kinerja ekspor dan nilai tukar rupiah akan menentukan arah pergerakan IHSG. Dalam rangka mendukung Special Plan, analis menekankan pentingnya memantau volatilitas pasar dan mengatur strategi investasi secara hati-hati. Penguatan harian yang terjadi pada Jumat (22/5) bisa menjadi tanda awal dari perbaikan kondisi pasar.

Pilihan Saham yang Direkomendasikan

Untuk mengoptimalkan hasil dari Special Plan, beberapa saham dianggap memiliki potensi peningkatan signifikan. Oktavianus Audi menyebutkan bahwa PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) ditutup menguat 2,21 persen ke 8.100, dengan proyeksi mencapai 8.650 pada pekan ini. Ini menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan dalam rangka menerapkan Special Plan.

Selain itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 9,55 persen ke 482, diprediksi menyentuh 550. Kedua saham tersebut menunjukkan kenaikan yang stabil, sesuai dengan harapan dari Special Plan. Dalam konteks teknikal, Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menambahkan bahwa IHSG masih rentan koreksi, dengan level support di 6.054 dan resistance di 6.279. Namun, momentum kenaikan dari beberapa saham mengimbangi kecemasan tersebut.

Analisis Teknis dan Prospek Saham

Analisis teknis menunjukkan bahwa beberapa saham yang dianalisis memiliki indikator yang menarik. PT Harum Energy Tbk (HRUM) ditutup menguat 11,27 persen ke 790, sementara PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) naik 14,52 persen ke 426. Dua saham ini diperkirakan akan mencapai target 890 dan 472, masing-masing, dalam waktu dekat. Kemajuan tersebut menjadi bagian dari dinamika pasar yang diharapkan dalam kerangka Special Plan.

Pasangan saham ini juga mencerminkan pergerakan kecil dalam harga, yang bisa menjadi indikator untuk memperkuat strategi investasi. Herditya menyoroti bahwa inflow dan outflow saham dalam rangka Special Plan dapat memengaruhi volume transaksi dan tren harga. Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, pilihan saham yang lebih cermat akan menjadi kunci sukses dalam menjalankan rencana ini.

Leave a Comment