Berita Hukum Kriminal

Historic Moment: Polisi Lepas Tembakan Tangkap Pelaku Begal Sadis di Kota Tangerang

Polisi Lepas Tembakan Tangkap Pelaku Begal Sadis di Kota Tangerang

Historic Moment terjadi saat petugas kepolisian melakukan operasi penyergapan untuk menangkap pelaku begal sadis yang mencuri motor dua korban di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Dalam aksi tersebut, tiga dari empat anggota geng Cikande 01 berhasil ditangkap setelah menembakkan tembakan peringatan ke udara. Operasi ini menjadi sorotan publik karena terjadi di area strategis dan melibatkan kekerasan yang tinggi.

Begal sadis ini terjadi pada Jumat, 23 Mei 2026, di Flyover Cibodas. Dua korban, yang merupakan pengendara sepeda motor, dianiaya dengan celurit oleh para pelaku yang mempergunakan dua motor untuk mengejar mereka. Aksi brutal ini menyebabkan korban mengalami luka parah di bagian punggung, bahu, dan paha. Salah satu pelaku, berinisial R, telah lama menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah membawa perbuatan serupa di sejumlah titik di Kota Tangerang.

Aksi Begal Sadis yang Memicu Tembakan Peringatan

Dalam Historic Moment ini, petugas Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Jatiuwung mengejar para pelaku hingga ke wilayah perkebunan. Saat kejar-kejaran berlangsung, pelaku berusaha menghindari penangkapan dengan melarikan diri ke daerah yang lebih terpencil. Karena kondisi darurat, polisi melakukan tembakan ke udara untuk memperkecil risiko korban terluka lebih parah. Tembakan ini menjadi tanda bahwa operasi penyergapan berjalan intens.

Sebelumnya, geng Cikande 01 dikenal sebagai kelompok yang aktif melakukan aksi kejahatan jalanan dengan cara sadis. Mereka sering menargetkan pengendara sepeda motor di jalan raya dan menggunakan celurit serta senjata tajam lainnya untuk memperkosa korban. Penangkapan dalam Historic Moment ini tidak hanya menangkap tiga anggota, tetapi juga mengungkap pola operasi kejahatan yang terstruktur dan berulang di wilayah tersebut.

Korban dan Penyelidikan yang Dilakukan Polisi

Korban dalam insiden tersebut adalah dua orang yang mengalami cedera berat. Menurut Kasat Reskrim AKBP Parikhesit, korban memperlawan para pelaku hingga terjadi kontak fisik. “Korban dijegal hingga terjatuh dari motor dan kemudian dianiaya dengan celurit,” jelas AKBP Parikhesit. Dalam upaya mengejar, pelaku melarikan diri sambil meninggalkan helm dan masker sebagai bukti identitas. Polisi kemudian mengamankan helm tersebut, di mana terdapat logo geng Cikande 01.

Penyelidikan yang dilakukan polisi menunjukkan bahwa tiga pelaku sudah teridentifikasi, yaitu R, DP, dan MH. Dua anggota lain dari kelompok tersebut masih dalam pengejaran. Selain itu, polisi juga menemukan alat bukti seperti helm, masker, dan celurit yang digunakan dalam aksi. Aksi ini menjadi Historic Moment karena memperlihatkan keberhasilan petugas dalam menangkap pelaku kejahatan yang sering dianggap sulit diungkap.

Sejumlah warga sekitar yang menyaksikan aksi begal sadis ini mengungkapkan rasa terkejut dan keberatan terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan. Mereka menilai bahwa penggunaan tembakan peringatan adalah langkah yang tepat untuk menjamin keamanan selama operasi penyergapan. “Ini pertama kalinya mereka menembak, tapi saya rasa itu perlu karena keadaannya memang mendesak,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan nama.

Polisi menegaskan bahwa tembakan yang dilakukan adalah untuk menghindari korban terluka lebih parah. Mereka juga menuturkan bahwa aksi ini menjadi Historic Moment karena berhasil menghentikan kejahatan yang telah terjadi selama beberapa waktu. Selain itu, penangkapan tiga pelaku memberikan gambaran bahwa geng Cikande 01 mulai kehilangan kekuatan dan jumlah anggotanya.

Sebagai langkah pencegahan, polisi berencana melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan sisa anggota geng Cikande 01 yang masih berkeliaran. Mereka juga berharap masyarakat tetap waspada dan melaporkan tanda-tanda kejahatan jalanan yang sering dilakukan oleh kelompok tersebut. Dengan Historic Moment ini, kepolisian berharap dapat menurunkan angka kejahatan di Kota Tangerang dan memperkuat kepercayaan publik terhadap tindakan mereka dalam menegakkan hukum.

Leave a Comment