Zulhas Umumkan Target 30 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Rampung 16 Agustus
Key Strategy menjadi pilar utama dalam rencana pemerintah untuk mendorong keberlanjutan ekonomi desa melalui pembentukan 30 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang akan rampung hingga 16 Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari Key Strategy yang bertujuan membangun sistem perekonomian yang lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan. Pernyataan tersebut diucapkan saat acara peresmian operasional 1.061 unit KDMP di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
Key Strategy sebagai Pendorong Penguatan Ekonomi Desa
“Kita berkumpul di sini untuk melihat langkah-langkah Key Strategy dalam mewujudkan keadilan ekonomi bagi desa-desa Indonesia,” ujar Zulhas. Ia menjelaskan bahwa Key Strategy ini merupakan strategi nasional yang dipandu oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada penguatan ekonomi desa sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata.
Dalam pemaparannya, Zulhas menegaskan bahwa Key Strategy memiliki peran penting dalam mengubah cara perekonomian desa di Indonesia beroperasi. Ia mengatakan bahwa koperasi desa ini bukan hanya sekadar sarana pengelolaan modal, tetapi juga sebagai instrumen pemerataan kekayaan yang didasari kebijakan ekonomi yang lebih inklusif. “Key Strategy ini bertujuan memastikan bahwa keuntungan dari sumber daya alam, pertanian, dan kecil-menengah benar-benar berada di tangan masyarakat pedesaan,” tambahnya.
Koreksi Ekonomi Melalui KDMP
“Key Strategy mengarahkan kita untuk mengubah struktur ekonomi desa dari yang selama ini tidak seimbang menjadi lebih adil,” ungkap Zulhas. Menurutnya, koperasi desa Merah Putih akan menjadi pusat perekonomian baru yang menumbuhkan usaha kecil dan menengah, sehingga mendorong kemandirian ekonomi warga desa.
Program ini, yang merupakan bagian dari Key Strategy, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menekankan keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Zulhas menyebutkan bahwa target pembentukan 30 ribu KDMP merupakan upaya koreksi ekonomi besar-besaran yang mencakup peningkatan akses ke pasar, pengembangan keterampilan, dan pengelolaan sumber daya secara lebih efektif. “Key Strategy ini memastikan bahwa desa-desa kecil dan terpencil tidak tertinggal dalam kemajuan ekonomi nasional,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, program KDMP diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat desa dengan pelaku usaha skala besar. Zulhas menegaskan bahwa Key Strategy juga mengintegrasikan kebijakan pertanian dengan kebijakan perindustrian, sehingga memastikan keberlanjutan produk lokal dalam pasar nasional dan internasional. “Koperasi desa adalah bukti bahwa Key Strategy bisa membangun ekonomi dari bawah, bukan hanya dari atas,” pungkasnya.
Progres Pembangunan KDMP
Zulhas mengungkapkan bahwa hingga saat ini, program KDMP telah mencapai 1.061 unit yang beroperasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 530 unit berada di Jawa Timur, yang tersebar di tujuh kabupaten, sementara 531 unit lainnya terdapat di Jawa Tengah, di delapan kabupaten/kota. Progres ini menjadi bukti awal kesuksesan Key Strategy dalam mewujudkan koperasi desa sebagai tulang punggung perekonomian lokal.
Kebijakan Key Strategy ini juga dilengkapi dengan pendanaan yang mencukupi dari berbagai sumber, termasuk dana desa, kredit usaha rakyat (KUR), serta dukungan dari lembaga keuangan dan pihak swasta. Zulhas menekankan bahwa Key Strategy tidak hanya berupa target jumlah, tetapi juga melibatkan transformasi sistem pengelolaan keuangan dan pertanian yang lebih transparan. “Dengan Key Strategy, kita bisa menjamin bahwa setiap kebijakan ekonomi desa akan terukur dan berdampak nyata,” ujarnya.
Target 30 Ribu KDMP dalam Rangka Key Strategy
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan 30.000 KDMP akan rampung hingga 16 Agustus 2026. Target ini merupakan bagian dari Key Strategy yang lebih luas, yaitu menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. “Key Strategy ini juga mencakup pengembangan infrastruktur ekonomi desa, seperti pemasaran produk pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan pengembangan teknologi pertanian,” tambahnya.
Zulhas menegaskan bahwa Key Strategy telah diintegrasikan ke dalam kebijakan nasional, termasuk dalam rencana pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Ia menyebutkan bahwa produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, dengan stok cadangan beras mencapai 5,3 juta ton. “Key Strategy menghadirkan harmonisasi antara pertanian dan usaha kecil, sehingga memastikan masyarakat desa bisa mengakses pasar secara lebih efektif,” ujarnya.
Dengan Key Strategy sebagai arah kebijakan utama, Zulhas optimis bahwa 30 ribu KDMP akan mampu menggerakkan perekonomian desa secara signifikan. Ia juga berharap program ini menjadi model bagi daerah lain yang ingin mengembangkan koperasi desa sebagai bagian dari pembangunan nasional. “Key Strategy ini adalah kunci untuk menciptakan ekonomi desa yang lebih mandiri dan sejahtera,” pungkas Zulhas.
