VIDEO: Gerindra Tegur Keras Anggota DPRD Main Gim Dan Merokok
VIDEO: Gerindra Tegur Keras Anggota DPRD Main Gim Dan Merokok – Pada Jumat siang, Partai Gerindra mengadakan sidang di DPP Partai Gerindra, Jakarta, untuk memberi teguran tegas kepada anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, atas pelanggaran disiplin yang ia lakukan selama masa tugas. Tindakan tersebut dianggap melanggar aturan internal partai dan berpotensi merusak citra anggota legislatif sebagai contoh yang baik bagi masyarakat.
Konteks Peneguran dari Partai Gerindra
Sidang yang digelar sebagai tindak lanjut dari laporan internal partai menyoroti perilaku Syahri Assidiqi yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Dalam video yang viral, terlihat anggota DPRD tersebut sedang bermain gim dan merokok di ruang kerja, yang dianggap sebagai indikasi ketidakseriusan dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Gerindra mengingatkan bahwa anggota DPRD harus menjadi contoh dalam berdisiplin, terutama di tengah masa jabatan yang menuntut kehadiran aktif di lembaga legislatif.
Peneguran ini juga dianggap sebagai bentuk pengawasan internal partai terhadap kepatuhan anggota terhadap protokol kerja. Ketua DPP Gerindra, Pramono Edhie Wibowo, mengatakan bahwa tindakan Syahri Assidiqi tidak hanya mengganggu efisiensi rapat tetapi juga menunjukkan sikap tidak profesional di hadapan publik. “Anggota DPRD harus selalu siap dan berpakaian rapi, terutama saat menghadiri sidang atau rapat,” tegas Pramono dalam sesi peneguran.
Perilaku Anggota DPRD dan Dampaknya
Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan bahwa Syahri Assidiqi melakukan dua pelanggaran sekaligus: bermain gim dan merokok di ruang kerja selama masa jabatan. Tindakan tersebut terjadi saat dia seharusnya fokus pada pembahasan rancangan kebijakan atau mendengarkan aspirasi warga Jember. Menurut pengakuan Syahri, ia melakukan kegiatan tersebut karena kelelahan, tetapi hal ini tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kewajiban profesional.
“Saya bersyukur dengan teguran ini karena bisa memperbaiki kinerja saya. Saya akan berusaha lebih baik ke depan,” ujar Syahri Assidiqi setelah sidang berlangsung.
Kehadiran video tersebut memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagian menganggap peneguran dari Gerindra sebagai bentuk kebijakan yang tepat untuk memastikan anggota DPRD tetap berdisiplin, sementara yang lain berpendapat bahwa tindakan tegas tersebut terlalu berlebihan. Namun, keberadaan video tersebut membuktikan bahwa pengawasan internal partai tetap berjalan, meski mungkin bersifat tertutup.
Gerindra juga memberi peringatan bahwa jika pelanggaran disiplin terus berlanjut, ada kemungkinan Syahri Assidiqi akan dipanggil ke badan hukum partai atau diberi sanksi lebih berat. Ini menjadi momentum untuk mengingatkan semua anggota DPRD agar tetap menjaga citra dan konsistensi dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Dengan keterlibatan media, sidang ini tidak hanya menjadi peringatan internal tetapi juga kesempatan untuk menegaskan komitmen partai terhadap transparansi dan kinerja.
Sebagai bagian dari Partai Gerindra, Syahri Assidiqi dikenal sebagai salah satu anggota DPRD yang aktif di Jember. Meski begitu, kejadian ini memperlihatkan bahwa disiplin internal partai tetap menjadi prioritas, terlepas dari reputasi anggota sebelumnya. Pihak partai menegaskan bahwa teguran ini tidak hanya untuk Syahri Assidiqi tetapi juga sebagai upaya memperkuat kebiasaan kerja yang baik di seluruh struktur partai.
