Berita Peristiwa

Relawan di Kalsel Meninggal karena Sesak Dada Usai Padamkan Karhutla

ilustrasi-meninggal-dunia_169
Foto : James Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Relawan Karhutla di Barito Kuala Meninggal Setelah Mengalami Sesak dan Nyeri Dada
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Relawan Karhutla di Barito Kuala Meninggal Setelah Mengalami Sesak dan Nyeri Dada

Kabarberita911.com – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, berujung duka bagi para relawan. Nurdin, seorang relawan yang ikut menghadapi api dan asap di kawasan belakang Kantor Kecamatan Handil Bakti, meninggal dunia setelah mengalami keluhan nyeri pada dada serta kesulitan bernapas.

Sebelum berangkat ke lokasi kebakaran, kondisi Nurdin disebut sehat. Rekannya, Amat, tidak melihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan pada diri Nurdin sebelum kegiatan pemadaman dimulai. Situasi berubah setelah mereka bekerja di area yang dipenuhi asap tebal.

“Dia mengeluhkan sakit dada, kemudian saya bilang istirahat dulu. Sambil diberi oksigen, tetapi dia tetap bilang sakit dadanya,” ujar Amat, Rabu (21/10).

Rekan-rekan Nurdin segera berusaha memberikan pertolongan. Ia sempat menerima bantuan oksigen dari tabung kaleng oksigen, tetapi napasnya tetap terasa berat. Karena ambulans belum tiba di lokasi, para relawan memutuskan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat menggunakan mobil BPK.

Keluhan Berlanjut dalam Perjalanan

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Nurdin masih mengeluhkan rasa sakit di dadanya. Kondisinya sempat beberapa kali menurun hingga kehilangan kesadaran, namun rekan-rekannya berupaya membangunkannya kembali. Nurdin juga sempat mengalami kejang sebelum akhirnya tiba di rumah sakit.

“Dia sempat mencengkeram badan saya, dia bilang kalau dadanya sakit. Kemudian saya masih berusaha menyadarkannya. Enggak lama setelah itu sampai ke rumah sakit dan dinyatakan tidak selamat,” kata Amat.

Kepergian Nurdin meninggalkan kesedihan bagi rekan-rekan seperjuangannya. Amat menyebut kondisi asap saat itu cukup pekat, sementara perlindungan yang digunakan Nurdin hanya masker biasa. Paparan asap dalam situasi kebakaran lahan menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu pernapasan dan membebani petugas maupun relawan yang berada langsung di lapangan.

“Kondisi asap menebal, hanya pakai masker biasa. Kita masih tidak menyangka juga beliau meninggal, masih kaget,” ucap Amat.

Peristiwa ini menegaskan beratnya risiko yang dihadapi para relawan karhutla. Selain api yang sulit dikendalikan, asap pekat dapat membatasi jarak pandang dan membuat proses pemadaman semakin menantang. Dalam kondisi seperti itu, kesiapan fisik, waktu istirahat, serta perhatian terhadap gejala kesehatan menjadi bagian penting dari keselamatan di lapangan.

Pemkab Barito Kuala Tawarkan Bantuan untuk Keluarga

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menyampaikan duka cita atas meninggalnya Nurdin. Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, menawarkan bantuan bagi keluarga almarhum, termasuk rumah gratis apabila mereka bersedia pindah ke wilayah Barito Kuala.

Bahrul menyampaikan tawaran itu pada Rabu (21/10). Ia mengaku turut merasakan kesedihan karena berada bersama Nurdin dalam kegiatan di lapangan, sementara keluarga yang ditinggalkan kini harus menghadapi kehilangan besar.

“Kita sama-sama beliau di lapangan. Jadi kita tentu terharu dan sedih melihat keluarga yang ditinggalkan. Jadi ternyata beliau di sini juga rumahnya nyewa dan tadi saya tawarkan untuk pindah ke Barito Kuala akan kita bikinkan rumah,” ujar Bahrul.

Selain tempat tinggal, Pemkab Barito Kuala juga menyatakan kesiapan membantu menyediakan pekerjaan bagi istri almarhum. Tiga anak Nurdin pun akan diberikan keringanan agar dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Barito Kuala.

Keluarga Nurdin saat ini tinggal di Banjarmasin. Bahrul menjelaskan bahwa bantuan rumah dan peluang pekerjaan tersebut dapat dijalankan apabila keluarga memutuskan untuk menetap di Barito Kuala.

“Kalau mau pindah ke Barito Kuala kita bangunkan rumah dan juga kita lanjutkan pekerjaan istri beliau nanti di sana. Ini apabila beliau berminat,” terang Bahrul.

Istri Nurdin, Sarini, belum dapat mengambil keputusan atas tawaran tersebut. Dalam suasana berduka, ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan langkah yang akan diambil bersama keluarganya.

“Belum bisa memutuskan, masih bingung. Nanti akan segera diputuskan,” kata Sarini.

Pesan Keselamatan bagi Relawan Pemadam

Bahrul turut mengingatkan seluruh relawan yang terlibat dalam pemadaman karhutla untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Asap yang menyelimuti lokasi kebakaran bukan hanya menghambat kerja pemadaman, tetapi juga dapat menjadi ancaman bagi orang-orang yang bertugas dalam waktu lama.

Setiap keluhan seperti sesak napas, pusing, kelelahan berlebihan, atau rasa tidak nyaman di dada perlu segera mendapat perhatian. Bagi relawan di lapangan, saling mengawasi kondisi rekan kerja menjadi langkah penting, terutama ketika pemadaman berlangsung di tengah asap yang menebal.

Nurdin dikenang sebagai relawan yang ikut turun membantu menghadapi kebakaran lahan. Duka atas kepergiannya menjadi pengingat bahwa kerja kemanusiaan dalam penanganan karhutla memerlukan keberanian, kepedulian, dan perlindungan keselamatan yang memadai bagi setiap orang yang terlibat.

Frequently Asked Questions

What is Relawan di Kalsel Meninggal karena Sesak?

Relawan di Kalsel Meninggal karena Sesak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Relawan di Kalsel Meninggal karena Sesak matter?

Relawan di Kalsel Meninggal karena Sesak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment