Berita Hukum Kriminal

Ditangkap saat Pesta Narkoba, 3 Anggota DPRD Gerindra Cuma Direhab

1d1092bf-71c5-4fb4-9b05-14d776e9bd6f_169
Foto : Mary Thomas - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Tiga Legislator Gerindra Jalani Rehabilititasi Rawat Jalan Usai Penggerebekan di Surabaya
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Tiga Legislator Gerindra Jalani Rehabilititasi Rawat Jalan Usai Penggerebekan di Surabaya

Kabarberita911.com – Tiga anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra di Jawa Timur kini menjalani rehabilitasi rawat jalan di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyuwangi. Program tersebut ditempuh setelah mereka diamankan dalam penggerebekan pesta narkoba di sebuah hotel di kawasan Ketintang, Surabaya.

Ketiganya adalah ARR, anggota DPRD Kabupaten Situbondo; ADR, anggota DPRD Banyuwangi; serta UAM, anggota DPRD Kabupaten Malang. Selain tiga legislator itu, seorang pengusaha asal Banyuwangi berinisial N juga menjalani rehabilitasi di BNN Kabupaten Banyuwangi.

Kepala BNN Kabupaten Banyuwangi Kombes Rachmat Kurniawan menyatakan empat orang tersebut telah diserahkan oleh kepolisian pada Rabu malam, 30 September, sekitar pukul 20.00 WIB.

“Kami menerima pelimpahan ada empat orang semuanya, dan sudah sampai di kantor kami pada Rabu (30/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Rachmat.

Asesmen Menjadi Dasar Rehabilitasi

Rachmat menjelaskan, keputusan untuk menjalani rehabilitasi rawat jalan muncul setelah Polrestabes Surabaya mengajukan permohonan asesmen. Penilaian terhadap empat orang itu dilaksanakan di BNN Kota Surabaya melalui Tim Asesmen Terpadu yang diajukan ke BNN Provinsi Jawa Timur.

Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi landasan penanganan rehabilitatif bagi para pihak yang dilimpahkan ke Banyuwangi. Rehabilitasi rawat jalan berarti peserta tetap mengikuti program pemulihan sesuai ketentuan tanpa menjalani perawatan inap.

“Jadi, Polrestabes Surabaya mengajukan ke Tim Asesmen Terpadu untuk empat orang tersebut ke BNN Provinsi Jawa Timur, dan pelaksanaan asesmen di BNN Kota Surabaya,” ujarnya.

Pelimpahan ini berkaitan dengan penggerebekan yang dilakukan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya terhadap delapan orang di salah satu kamar hotel. Saat petugas masuk ke lokasi, delapan orang tersebut disebut sedang menggunakan narkoba.

Selain UAM, ADR, ARR, dan N, polisi turut mengamankan lima orang lain yang berinisial F, K, Ro, dan R. Seluruhnya berada dalam satu kamar hotel ketika operasi dilakukan.

Polisi Sita Sabu, Ekstasi, dan Alat Hisap

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto membenarkan bahwa pengamanan berlangsung ketika para pelaku sedang berada dalam pengaruh narkoba. Operasi berawal dari informasi masyarakat mengenai N, seorang karyawan swasta yang diduga mengadakan penggunaan narkoba bersama di kamar hotel tersebut.

“Dalam kondisi menggunakan narkoba,” kata Hadi.

Petugas kemudian mendatangi lokasi dan menemukan delapan orang di dalam kamar. Polisi menegaskan tidak ada aktivitas lain yang ditemukan saat penggerebekan. Para pihak yang diamankan juga disebut mengenakan pakaian lengkap dan semuanya telah berkeluarga.

“Ya, masih pakai baju lengkap semuanya,” ucapnya.

“Masing-masing sudah berkeluarga,” tambah Hadi.

Dari kamar hotel itu, penyidik menyita satu plastik sabu yang telah digunakan, dua pil ekstasi berwarna kuning, alat hisap, korek api, serta bungkus rokok bekas yang dipakai sebagai tempat penyimpanan sabu. Barang-barang tersebut menjadi bagian dari proses penyidikan atas perkara ini.

Dalam pemeriksaan awal, N mengaku memperoleh sabu dan ekstasi dari seseorang berinisial C di Surabaya. Polisi telah memasukkan C ke dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO dan masih melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan.

Delapan Orang Diproses Lewat Restorative Justice

Hasil tes urine memperlihatkan tujuh orang positif mengonsumsi ekstasi. N dinyatakan positif memakai dua jenis narkotika, yakni sabu dan ekstasi. Meski delapan orang tersebut diamankan dalam operasi, mereka tidak ditahan dan penanganan perkara ditempuh melalui mekanisme restorative justice.

Polrestabes Surabaya menyatakan langkah itu diterapkan karena jumlah barang bukti yang ditemukan berada di bawah batas yang diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung atau SEMA. Proses tersebut tetap dijalankan melalui prosedur hukum yang berlaku, termasuk asesmen dan rehabilitasi bagi pihak yang memenuhi ketentuan.

“Kami proses restorative justice untuk delapan pelaku ini. Kami pastikan semua kami proses sesuai prosedur,” terang Hadi.

Penanganan melalui rehabilitasi tidak serta-merta menghilangkan perhatian publik terhadap perkara yang melibatkan pejabat daerah. Sebagai anggota DPRD, ketiga kader tersebut memiliki posisi sebagai wakil rakyat di wilayah masing-masing. Karena itu, proses hukum dan hasil pemeriksaan aparat menjadi bagian penting dalam menentukan langkah lanjutan.

Gerindra Tunggu Proses Hukum

Sekretaris DPD Gerindra Jawa Timur Kharisma Febriansyah menyatakan partainya akan mengambil tindakan tegas apabila tiga kader tersebut terbukti bersalah secara hukum. Sanksi yang disebutkan mencakup pemberhentian serta pergantian antarwaktu atau PAW bagi mereka yang masih menjabat sebagai anggota dewan.

Namun, Gerindra menekankan bahwa semua pihak tetap harus menghormati asas praduga tak bersalah sampai ada kepastian dari proses pemeriksaan aparat penegak hukum. Sikap partai akan menunggu pengumuman maupun hasil investigasi kepolisian.

“Apabila terbukti tentu akan dipecat dan dilakukan pergantian antar waktu (PAW) apabila yang bersangkutan menjabat sebagai anggota dewan. Namun kita juga mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kita tunggu pengumuman atau investigasi dari aparat kepolisian,” pungkas Kharisma.

Frequently Asked Questions

What is Ditangkap saat Pesta Narkoba 3 Anggota?

Ditangkap saat Pesta Narkoba 3 Anggota is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ditangkap saat Pesta Narkoba 3 Anggota matter?

Ditangkap saat Pesta Narkoba 3 Anggota matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment