Berita Climate

Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi

permukaan-laut-atlantik-naik-rio-de-janeiro-terancam-tenggelam-3_169
Foto : Elizabeth Wilson - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. El Niño Super 2026 Diprediksi Percepat Kenaikan Permukaan Laut Global
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

El Niño Super 2026 Diprediksi Percepat Kenaikan Permukaan Laut Global

Kabarberita911.com – Organisasi Nasional Kelautan dan Atmosfer (NOAA) memproyeksikan peluang sebesar 81 persen bahwa fenomena El Niño di Pasifik tropis akan mencapai kategori sangat kuat pada periode Oktober hingga Desember 2026. Kategori ini ditandai dengan anomali suhu permukaan laut di wilayah Niño 3.4 yang melampaui batas 2 derajat Celsius. Jika skenario tersebut terwujud, dampak terhadap kenaikan permukaan laut diperkirakan akan berlangsung lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.

Mekanisme Kenaikan Air Laut

Penelitian yang terbit dalam Journal of Geophysical Research: Oceans mengidentifikasi dua proses utama yang memengaruhi perubahan tinggi permukaan laut. Proses pertama disebut perubahan sterik, yaitu variasi volume air laut akibat fluktuasi suhu dan kepadatan. Proses kedua adalah perubahan baristatik, yang merujuk pada perpindahan massa air antara daratan, es, dan lautan.

Data penelitian ini dikumpulkan melalui pengamatan satelit dari Copernicus Marine and Environmental Monitoring Service serta bantuan data buoy Argo. Temuan menunjukkan bahwa perpindahan air dari daratan menuju laut menjadi pendorong utama kenaikan permukaan laut selama kedua peristiwa El Niño kuat yang diteliti.

Perbandingan Dua Periode El Niño

Studi tersebut membandingkan dampak El Niño kuat pada tahun 2014-2016 dengan periode 2023-2024. Pada fase perkembangan pertama, permukaan laut rata-rata global mengalami kenaikan sebesar 9,16 milimeter. Sementara itu, pada periode kedua, kenaikan tercatat sekitar 7,70 milimeter.

Meski angka total pada periode kedua lebih kecil, kenaikannya terjadi dalam waktu jauh lebih singkat sehingga lajunya lebih curam.

Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa pada 2014-2016, perubahan baristatik menyumbang sekitar 6,20 milimeter atau 68 persen dari total kenaikan. Sebaliknya, pada 2023-2024, kontribusi baristatik mencapai 6,26 milimeter atau 81 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar kenaikan permukaan laut pada kedua peristiwa tersebut berasal dari air daratan yang masuk ke laut.

Dampak Regional dan Faktor Pendukung

Perbedaan signifikan antara dua periode El Niño juga terlihat di berbagai wilayah. Afrika mengalami kehilangan air daratan yang besar pada 2014-2016, namun kondisi ini tidak terjadi pada 2023-2024. Amerika Utara menunjukkan pergeseran dari kontribusi baristatik positif kecil pada peristiwa pertama menjadi kontribusi negatif kuat pada peristiwa kedua.

Curah hujan menjadi faktor kunci yang memengaruhi perubahan penyimpanan air di daratan. Pada 2023-2024, Amerika Selatan mengalami defisit hujan yang tajam, sehingga mempercepat aliran permukaan dari daratan ke laut dan meningkatkan perpindahan massa air ke samudra.

Selain itu, kenaikan sterik pada El Niño 2023-2024 lebih terkonsentrasi di Samudra Hindia. Para peneliti mengaitkan fenomena ini dengan menghangatnya air laut serta terjadinya Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang berlangsung bersamaan dengan El Niño.

Suhu global yang sudah tinggi sejak awal tahun diprediksi akan meningkat lebih jauh pada akhir 2026. Kondisi ini dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi terhadap pencatatan rekor baru suhu global.

Frequently Asked Questions

What is Studi Sebut Super El Nino Bisa?

Studi Sebut Super El Nino Bisa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Studi Sebut Super El Nino Bisa matter?

Studi Sebut Super El Nino Bisa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment