Wali Kota Malang Ungkap 3 Syarat Utama UMKM Naik Kelas di Era Modern
Kabarberita911.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, baru-baru ini mengemukakan bahwa transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menuju level yang lebih tinggi memerlukan fondasi yang kuat dan terukur. Ia menegaskan bahwa perubahan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui serangkaian tahapan yang terstruktur dan berkelanjutan. Menurut pandangan wali kota tersebut, ada tiga pilar utama yang harus dipenuhi agar UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai ekonominya secara signifikan.
Pertama, pendampingan yang berjalan secara berkelanjutan menjadi syarat mutlak bagi pelaku usaha. Kedua, kemudahan dalam mengakses pembiayaan usaha melalui berbagai lembaga keuangan. Ketiga, upaya untuk memperluas jangkauan pasar baik secara lokal maupun nasional. Tanpa ketiga elemen ini, proses peningkatan kapasitas pelaku usaha akan terhambat secara signifikan. Wahyu menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menyelesaikan tantangan ini sendirian. Kolaborasi dengan sektor swasta serta lembaga keuangan sangat krusial untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Wahyu Hidayat saat mengikuti diskusi panel bertajuk “Expanding Community-Based Impact into Scalable and Inclusive Green Economic Systems” pada Kamis, 6 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa harapan masyarakat agar UMKM langsung melonjak kelas tanpa proses adalah hal yang tidak realistis. Transformasi membutuhkan waktu, komitmen, dan dukungan dari berbagai pihak terkait.
“Supaya berkelas juga itu ya untuk UMKM-nya, memang untuk menuju ke sana ada proses. Tidak tinggal membalikkan tangan bahwa kita berharap mereka langsung bisa meningkat. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui,” ujar Wahyu.
Menanggapi tantangan yang dihadapi pelaku usaha, Pemerintah Kota Malang terus gencar melakukan berbagai pelatihan dan pendampingan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mengelola usaha kecil dan menengah. Selain itu, pemda juga aktif membuka peluang pemasaran dan pembiayaan agar usaha masyarakat dapat berkembang lebih pesat. Program-program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik setiap sektor usaha.
Wahyu mengakui bahwa meskipun banyak produk UMKM Malang memiliki kualitas yang baik, keterbatasan modal sering kali menjadi penghambat utama. Hal ini menjadi pekerjaan rumah penting bagi pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha. Dengan akses pembiayaan yang lebih mudah, diharapkan lebih banyak UMKM yang dapat berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian kota.
“Mereka kualitasnya bagus, tetapi karena keterbatasan pembiayaan, ini menjadi salah satu pekerjaan rumah kami untuk memberikan kesempatan kepada mereka,” katanya.
Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta dan lembaga keuangan, dinilai sangat penting. Dukungan komprehensif mulai dari peningkatan keterampilan hingga akses permodalan diharapkan dapat terwujud melalui kerja sama yang solid. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah kota untuk menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi yang baik, baik dari aspek pembiayaan, keterampilan, maupun pendampingan, sehingga akhirnya UMKM yang ada di Kota Malang bisa naik kelas,” ujarnya.
Program Ngalam Laris sebagai Misi Pembangunan Lima Tahun
Salah satu program unggulan yang digagas oleh Pemerintah Kota Malang adalah Ngalam Laris. Program ini merupakan bagian dari misi pembangunan daerah yang bertujuan mendorong UMKM agar menjadi usaha yang lebih berdaya saing. Melalui inisiatif tersebut, pemerintah berkomitmen untuk mendampingi pelaku usaha secara konsisten dan memberikan solusi nyata atas berbagai kendala yang dihadapi.
Komitmen ini sejalan dengan potensi Kota Malang sebagai pusat pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Wahyu menegaskan bahwa fokus utama dalam lima tahun ke depan adalah memastikan UMKM mendapatkan perhatian yang cukup untuk bertransformasi menjadi usaha yang lebih maju. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
“Kami tetap fokus bahwa lima tahun ke depan salah satu misi kami adalah Ngalam Laris. Artinya bagaimana UMKM mendapatkan perhatian agar menjadi usaha yang bisa naik kelas,” kata Wahyu.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Syarat UMKM Naik Kelas
Apa saja tiga syarat utama UMKM untuk naik kelas menurut Wali Kota Malang?
Tiga syarat utama tersebut adalah pendampingan berkelanjutan, kemudahan akses pembiayaan, dan upaya memperluas jangkauan pasar. Ketiganya harus dipenuhi secara bersamaan untuk hasil yang optimal.
Berapa lama proses transformasi UMKM menjadi usaha berkelas?
Proses transformasi tidak terjadi secara instan. Biasanya membutuhkan waktu beberapa tahun dengan dukungan program yang konsisten seperti Ngalam Laris yang menjadi fokus pemerintah kota.
Bagaimana cara UMKM mengakses pembiayaan di Malang?
UMKM dapat mengakses pembiayaan melalui berbagai lembaga keuangan yang bekerja sama dengan pemerintah kota. Program Ngalam Laris juga menyediakan jalur khusus untuk pelaku usaha yang membutuhkan modal.
Apa manfaat program Ngalam Laris bagi pelaku UMKM?
Program Ngalam Laris memberikan pendampingan, pelatihan keterampilan, dan akses pembiayaan yang lebih mudah. Hal ini membantu UMKM meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.
