Berita Bisnis

Airlangga Sebut China Sambut Saham Kereta Cepat Diambil Alih Kemenkeu

Foto : Sandra Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. China Terima Baik Langkah Kemenkeu Alih Kelola Saham Kereta Cepat
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

China Terima Baik Langkah Kemenkeu Alih Kelola Saham Kereta Cepat

Kabarberita911.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa pemerintah Tiongkok telah menerima kabar mengenai keputusan Kementerian Keuangan untuk mengambil alih kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Pengungkapan ini disampaikan setelah ia menghadiri pertemuan Dewan Pengawas Danantara bersama para pimpinan tertinggi lembaga tersebut.

“KCIC juga sudah ada keputusan dengan Menteri Keuangan, sudah (dikomunikasikan dengan pihak China),” jelas Airlangga di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (6/8).

Menurut Menko Perekonomian, respons dari Beijing dinilai cukup positif. Langkah pengambilalihan ini dipandang sebagai upaya nyata untuk menyelesaikan permasalahan keuangan yang selama ini menghambat proyek kereta cepat.

“Kalau penyelesaian selalu baik (responsnya),” tambah Airlangga.

Posisi Debitur Berubah ke Kemenkeu

Istana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga memberikan keterangan terkait perkembangan terbaru. Dengan adanya pengambilalihan kepemilikan saham, tanggung jawab penanggungan utang KCIC kini berpindah ke Kementerian Keuangan.

“Yang akan menanggung adalah dari Kementerian Keuangan,” ujar Prasetyo.

Meskipun demikian, Menteri Sekretaris Negara tidak menjelaskan secara rinci mengenai mekanisme teknis pengalihan tersebut. Ia menegaskan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan menentukan skema pembayaran utang proyek kereta cepat secara langsung.

“Skemanya nanti Pak Purbaya yang atur,” pungkasnya.

Koordinasi Antar-Kementerian Lancar

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa ia telah menerima informasi mengenai penyelesaian utang kereta cepat. Ia menyebutkan bahwa CEO dan COO Danantara telah duduk bersama untuk membahas hal tersebut.

“Kita ingin menyelesaikan urusan kereta cepat, restrukturisasi keuangan, dan sudah dijelaskan tadi oleh CEO maupun COO Danantara sudah duduk bareng kita semua,” kata AHY.

AHY menjelaskan bahwa kementeriannya berperan dalam mengoordinasikan interaksi antara Danantara, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Keuangan guna memperlancar proses pengambilalihan. Ia menambahkan bahwa kesepakatan telah dicapai untuk melanjutkan pembahasan restrukturisasi keuangan KCIC yang telah berlangsung sebelumnya.

SMV Kemenkeu Jadi Pengelola Saham

Kesepakatan pengalihan saham ini tercapai setelah Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, pada Rabu (5/8). Dalam pertemuan tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa saham KCIC akan dikelola oleh salah satu Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu, sehingga tidak menjadi beban langsung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Dialihkan ke Kemenkeu, diolah saya semuanya. Tetapi nanti kami akan pakai salah satu tangan SMV fiskal untuk mengelola. Kami kan punya banyak, ada SMI dan lain-lain. Jadi enggak langsung tanggung jawab APBN, walaupun diolah pemerintah,” jelas Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

SMV merupakan lembaga khusus di bawah Kemenkeu yang bertugas mendukung pembiayaan pembangunan dan investasi pemerintah. Beberapa SMV yang ada antara lain PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), hingga Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Purbaya menegaskan bahwa pengalihan saham tidak berarti utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan dialihkan ke APBN. Menurutnya, SMV memiliki kemampuan keuangan untuk mengelola aset tersebut tanpa memerlukan suntikan dana pemerintah.

“SMV kan punya untung juga, jadi sebagian akan dibiarkan ke situ. Kira-kira begitu gambaran kasarnya,” katanya.

Target Selesai Pertengahan September

Dengan skema baru ini, kepemilikan saham Indonesia di KCIC tidak lagi berada di bawah konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), melainkan akan dikelola oleh SMV Kementerian Keuangan. Saat ini, 60 persen saham KCIC dimiliki konsorsium PSBI yang beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara (Persero). Sementara 40 persen sisanya dimiliki konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Purbaya juga memastikan bahwa proses pengalihan kepemilikan saham tersebut sedang dipercepat agar dapat diselesaikan sesuai target pada pertengahan September.

“Biasanya kan kita percepat, mungkin pertengahan September sudah akan clear,” ujar Purbaya.

Frequently Asked Questions

What is Airlangga Sebut China Sambut Saham Kereta?

Airlangga Sebut China Sambut Saham Kereta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Airlangga Sebut China Sambut Saham Kereta matter?

Airlangga Sebut China Sambut Saham Kereta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment