Berita Politik

Hasan Nasbi Duga Makalah MBG untuk Nobel Bukan dari Pemerintah

Foto : Sandra Hernandez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Hasan Nasbi Duga Makalah MBG untuk Nobel Perdamaian Bukan dari Pemerintah
  2. Related Reading

Hasan Nasbi Duga Makalah MBG untuk Nobel Perdamaian Bukan dari Pemerintah

Kabarberita911.com – Sebuah dokumen yang membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan diklaim akan diajukan sebagai kandidat Nobel Perdamaian 2026 tengah menjadi sorotan publik. Makalah ini viral di berbagai platform media sosial dan memicu pertanyaan mengenai keaslian serta sumber dokumen tersebut. Hingga saat ini, berbagai pihak masih melakukan klarifikasi terkait status resmi makalah yang beredar luas ini.

Klarifikasi dari Penasihat Khusus Presiden

Hasan Nasbi, yang menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, mengungkapkan pandangannya mengenai asal-usul makalah tersebut. Ia menyampaikan bahwa dokumen ini kemungkinan besar tidak berasal dari instansi pemerintah. Pernyataan ini disampaikan saat berada di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (6/8/2026).

“Kayaknya bukan dari pemerintah itu, saya rasa enggak ada dari pemerintah, entah siapa itu. Kita harus cek,” kata Hasan Nasbi dengan tegas.

Pernyataan ini menjadi penting karena makalah tersebut menyebutkan beberapa nama pejabat tinggi pemerintah sebagai penulis atau kontributor. Jika memang bukan dari pemerintah, maka klaim yang disampaikan dalam dokumen perlu diverifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Investigasi dari Berbagai Instansi Pemerintah

Respons terhadap viralnya makalah ini datang dari beberapa lembaga pemerintah yang berbeda. M Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi menyeluruh. Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor Bakom RI pada Rabu (5/8/2026) kemarin.

Sementara itu, Benni Irwan sebagai Kepala Pusat Penerangan Kemendagri juga tengah melakukan klarifikasi internal. Hal ini dilakukan setelah nama Kemendagri disebut-sebut dalam kasus tersebut. Benni menjelaskan bahwa pihaknya sedang memastikan apakah surat dengan nomor ND/KIE/001/I/2026 yang beredar di media sosial benar-benar dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Ya itu kan tidak hanya dari Kemendagri ya, ada beberapa lembaga yang ada di situ, terkait dengan kemendagri dari pagi kami sudah dapat informasi itu, sekarang lagi di klarifikasi, apakah itu memang Kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana, kemudian apakah surat yang disampaikan itu bener dari Kemendagri atau apa kita pastikan dulu,” terang Benni Irwan.

Koordinasi dengan IPDN dan Dirjen Polpum

Benni juga menyebutkan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) terkait makalah tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya nama salah satu pegawai yang tercantum di dalam dokumen. Koordinasi ini penting untuk memastikan keaslian informasi yang disampaikan.

“Saya sudah klarifikasi ke IPDN. Itu bukan dari IPDN. Kita sudah telepon Pak Rektor itu bukan dari IPDN,” kata Benni.

Menurutnya, memang terdapat staf bernama Ashar yang bekerja di Dirjen Polpum. Staf inilah yang menjadi fokus klarifikasi internal yang diminta oleh Pak Akmal, sang Dirjen Polpum. Hingga berita ini diturunkan, Benni belum menerima hasil akhir dari proses klarifikasi tersebut.

Asal Usul Viral di Media Sosial

Makalah yang berisi pembahasan tentang program MBG ini pertama kali viral setelah diunggah oleh akun X dengan nama @Txtdariugm. Akun tersebut menuliskan bahwa salah satu penulis makalah tersebut adalah @prabowo dan dokumen ini akan diajukan sebagai Program MBG untuk Nobel Perdamaian 2026.

Klaim ini memicu reaksi beragam dari masyarakat. Beberapa pihak menyambut positif dengan harapan program MBG dapat diakui secara internasional. Namun, ada juga yang skeptis mengingat belum adanya konfirmasi resmi dari pemerintah mengenai keaslian dokumen tersebut.

Hingga kini, berbagai pihak masih menunggu hasil klarifikasi internal untuk memastikan keaslian dan sumber makalah tersebut. Proses investigasi diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

Frequently Asked Questions

Apa itu program MBG? Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program pemerintah Indonesia yang bertujuan memberikan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.

Mengapa makalah MBG diklaim untuk Nobel Perdamaian? Program MBG dianggap memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat dan perdamaian sosial, sehingga layak diajukan sebagai kandidat Nobel Perdamaian 2026.

Apakah makalah tersebut sudah dikonfirmasi oleh pemerintah? Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah. Berbagai instansi masih melakukan klarifikasi internal untuk memastikan keaslian dokumen.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam investigasi? Pihak yang terlibat meliputi Bakom RI, Kemendagri, IPDN, dan Dirjen Polpum. Setiap instansi melakukan verifikasi sesuai dengan kewenangannya.

Kapan hasil klarifikasi diharapkan keluar? Proses klarifikasi diperkirakan akan selesai dalam beberapa hari ke depan, tergantung pada kecepatan koordinasi antarinstansi.

Leave a Comment