Ragam Makro

BPS: Maluku Utara hingga Kepri Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Foto : Michael Lopez - kabarberita911.com
Table of Contents
  1. Maluku Utara Hingga Kepri: Lima Daerah yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Triwulan II-2026
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Maluku Utara Hingga Kepri: Lima Daerah yang Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Triwulan II-2026

Kabarberita911.com – BPS – Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan kedua tahun 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Secara tahunan atau year on year, ekonomi nasional berhasil mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 5,29 persen. Dari total 38 provinsi di Indonesia, sebanyak 17 wilayah mampu melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.

Maluku Utara Unggul dengan Pertumbuhan 15,35 Persen

Provinsi Maluku Utara menempati posisi teratas sebagai daerah dengan kinerja ekonomi terbaik. Pencapaian ini didorong secara signifikan oleh sektor industri pengolahan yang menjadi tulang punggung struktur ekonomi setempat. Sektor tersebut menyumbang hampir setengah dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara.

Industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 48,93 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara. Dengan peran yang besar tersebut, sektor ini mampu tumbuh 35,84 persen (y-on-y) dan memberi sumber pertumbuhan sebesar 13,95 persen,

— Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS

Kinerja Provinsi Lainnya yang Menonjol

Setelah Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) berada di posisi kedua dengan capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 7,41 persen secara tahunan. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor pertambangan yang melonjak tajam hingga 30,57 persen. Selain itu, industri pengolahan juga berkontribusi positif dengan pertumbuhan 7,45 persen, seiring dengan meningkatnya aktivitas smelter konsentrat bijih tembaga pada triwulan II-2026.

Kepulauan Riau juga mencatatkan hasil yang menggembirakan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,99 persen. Sebagai provinsi yang memiliki fondasi manufaktur kuat, kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan industri pengolahan sebesar 6,11 persen.

Di Gorontalo, ekonomi regional tumbuh sebesar 6,20 persen (yoy). Lonjakan industri pengolahan menjadi faktor kunci yang mendorong pencapaian ini, dengan pertumbuhan sektor tersebut mencapai 33,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,19 persen secara tahunan. Industri pengolahan menjadi penyumbang utama bagi pencapaian ini, dengan pertumbuhan sektor mencapai 14,78 persen dan memberikan sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,48 persen.

Industrialisasi sebagai Penggerak Utama

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa tingginya pertumbuhan di lima provinsi tersebut mencerminkan hubungan erat antara perkembangan sektor industri pengolahan dengan laju pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa proses industrialisasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, termasuk lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan 2-2026.

Keterangan tertulis yang disampaikan melalui Jakarta pada Rabu (5/8) tersebut menegaskan pentingnya sektor industri dalam mendorong perekonomian nasional di tengah tantangan global.

Frequently Asked Questions

What is BPS?

BPS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BPS matter?

BPS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment