Amran Bersih bersih Kementan Belasan Pejabat Eselon I Siap Dicopot
Kabarberita911.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali menunjukkan ketegasannya dalam membersihkan lingkungan kementerian. Melalui program Amran Bersih bersih Kementan Belasan, ia mengumumkan bahwa sejumlah pejabat Eselon I akan kehilangan jabatannya. Jumlah pejabat yang berpotensi dicopot berkisar antara 14 hingga 20 orang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar-besaran untuk memberantas praktik korupsi dan penyimpangan di dalam kementerian.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Amran di kediamannya, Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 2 Agustus 2026. Hingga kini, nama-nama pejabat yang akan dicopot belum diumumkan secara resmi. Demikian pula, pelanggaran spesifik yang melatarbelakangi keputusan tersebut masih dalam tahap verifikasi lebih lanjut.
Insya Allah mau copot 14-20 pegawai Kementan, doakan. Jadi bukan saja kami tindak di luar yang korupsi yang mafia, juga dalam Pertanian kami bersihkan. Kami dapat, kami beresin. Jadi ya doakan,
Amran menjelaskan bahwa evaluasi terhadap para pejabat tersebut masih dalam proses. Ia belum merinci dasar-dasar evaluasi yang digunakan sebagai acuan. Selain itu, keterkaitan dengan pengusutan dugaan mafia pangan juga belum diungkapkan secara detail. Penjelasan komprehensif akan disampaikan pada kesempatan mendatang.
Belum Ada Rincian Lengkap
Evaluasi menyeluruh ini mencakup berbagai dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan internal Kementan. Termasuk di dalamnya adalah kasus-kasus yang melibatkan aparatur kementerian. Amran menegaskan bahwa seluruh bukti dan laporan akan ditindaklanjuti dengan serius.
Nanti aja saya sampaikan,
Pernyataan ini muncul di tengah upaya Kementan melakukan pembersihan besar-besaran. Langkah ini sejalan dengan komitmen Amran untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan transparan. Baca juga: Ekonomi Indonesia 2026
Riwayat Tindakan Tegas Amran
Sebelumnya, Amran telah beberapa kali mengambil langkah tegas terhadap pegawai maupun pejabat yang diduga terlibat penyimpangan. Salah satu kasus yang mendapat perhatian luas terjadi pada akhir November tahun lalu. Kala itu, Amran langsung memberhentikan seorang staf Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
Pejabat tersebut diduga memeras petani dalam proses penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan. Staf tersebut mengaku sebagai direktur jenderal tanaman pangan saat meminta uang kepada petani. Kasus ini terungkap melalui kanal pengaduan Lapor Pak Amran.
Kanal tersebut menerima laporan mengenai dugaan pungutan liar pada penyaluran traktor roda empat di 99 titik di berbagai daerah. Berdasarkan laporan yang masuk, petani diminta membayar antara Rp50 juta hingga Rp100 juta per unit traktor. Bahkan, di satu lokasi nilainya mencapai Rp600 juta.
Amran menegaskan bahwa seluruh bantuan pemerintah, termasuk alsintan, benih, dan program lain yang bersumber dari APBN, diberikan secara cuma-cuma. Bantuan tersebut tidak boleh dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Seluruh bukti dugaan pungli telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Kasus Lahan BRMP Sukamandi
Selain kasus pungli alsintan, Amran juga mencopot sejumlah pejabat di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi Sukamandi, Subang. Keputusan ini diambil setelah ditemukan lahan negara seluas hampir 300 hektare disewakan kepada pihak lain.
Amran langsung mencopot kepala balai beserta pejabat eselon III di lokasi. Ia menilai lahan negara seharusnya digunakan untuk pengembangan pertanian dan produksi benih, bukan kepentingan lain. Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana Amran tidak ragu untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran di lingkungan kementerian.
Pesan Integritas untuk Pejabat
Di sisi lain, Amran juga berulang kali mengingatkan jajaran pejabat Kementan agar menjaga integritas. Saat melantik lima pejabat eselon I definitif pada November tahun lalu, ia menegaskan bahwa korupsi tidak akan ditoleransi di lingkungan kementerian.
Kami sampaikan tiga poin. Satu, jangan korupsi. Dua, kerja keras. Yang ketiga, kamu ingat anak istrimu kalau mau berbuat macam-macam. Karena kehormatan keluarga kamu ada di kamu,
Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pejabat di bawah naungan Kementan untuk tetap menjaga integritas dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Program Amran Bersih bersih Kementan Belasan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.
FAQ: Amran Bersih bersih Kementan Belasan
Berapa jumlah pejabat Eselon I yang akan dicopot? Amran mengumumkan bahwa antara 14 hingga 20 pejabat Eselon I berisiko kehilangan jabatannya.
Kapan pernyataan ini disampaikan? Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Minggu, 2 Agustus 2026, di kediaman Amran di Jakarta Selatan.
Apakah nama-nama pejabat sudah diumumkan? Hingga saat ini, nama-nama pejabat yang akan dicopot belum diumumkan secara resmi.
Bagaimana hubungan dengan kasus mafia pangan? Amran belum menyebutkan keterkaitan langsung dengan pengusutan dugaan mafia pangan, namun evaluasi menyeluruh sedang dilakukan.
Apa yang dilakukan Amran terhadap kasus pungli alsintan? Amran memberhentikan staf yang diduga memeras petani dan menyerahkan seluruh bukti kepada aparat penegak hukum.
