Berita Peristiwa

Damkar Ralat Penyebab Kebakaran TPA Benowo: Bukan Karena Flare

Foto : John Martinez - kabarberita911.com

Damkar Ralat Penyebab Kebakaran TPA Benowo: Bukan Karena Flare

Kabarberita911.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Surabaya, Jawa Timur, akhirnya mengoreksi penyebab kebakaran yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Pakal, pada Minggu (19/7) malam. Kebakaran yang memicu kepanikan warga dan pengelola lingkungan tersebut bukan disebabkan oleh flare, seperti yang awalnya dilaporkan oleh Command Center. Pengoreksian ini disampaikan oleh Kepala Damkar Surabaya, Laksita Rini, dalam konferensi pers Senin (20/7), yang menegaskan bahwa penyebab utama masih dalam penyelidikan.

Koreksi Pemicu Api: Penjelasan dari Damkar

Menurut Rini, kesalahan informasi muncul karena laporan awal yang menyebut flare sebagai penyebab kebakaran. “Flare sebenarnya adalah suara dari suporter sepak bola, tapi tidak mungkin menjadi sumber api di TPA Benowo,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa jarak antara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan lokasi kebakaran cukup jauh, sehingga kemungkinan flare memicu api di area tersebut terasa tidak logis. “Kita perlu memverifikasi lebih lanjut, karena penyebab bisa bermacam-macam, termasuk sisa bakar atau sistem pengelolaan sampah yang tidak tepat,” tegas Rini.

Damkar Ralat Penyebab Kebakaran TPA Benowo juga menegaskan bahwa api muncul dari titik kecil yang kemudian membesar karena angin kencang yang melanda daerah tersebut. “Awalnya api kecil, tapi anginnya sangat cepat menyebarkan kobaran api ke area yang lebih luas,” kata Rini. Meski demikian, ia memastikan bahwa penyebab pasti masih dalam investigasi, termasuk keberadaan flare sebagai faktor tambahan.

Proses Penanganan dan Penggunaan Sumber Daya

Kebakaran terjadi pada pukul 18.49 WIB, Minggu (19/7), dan berlangsung hingga pukul 23.58 WIB setelah para petugas berhasil mengendalikannya. Dalam upaya pemadaman, Damkar mengirimkan delapan mobil pemadam, termasuk dua dari Pos Pakal, satu dari Pos TOW, dua dari Rayon 5 Margomulyo, satu dari Rayon 2 Tambak Rejo, satu dari Pos Lakarsantri, dan satu dari Rayon 3 Rungkut. Selain itu, petugas mendapat bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam bentuk 15 tangki air dan tujuh alat berat jenis bego.

TPA Benowo, yang beroperasi sejak 2001, menjadi salah satu pusat pengelolaan sampah terbesar di Surabaya. Area ini juga menyimpan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang diresmikan pada tahun 2021, menjadi yang pertama di Indonesia. Kebakaran di TPA Benowo tidak hanya mengganggu operasional pelayanan lingkungan tetapi juga berdampak pada kegiatan masyarakat sekitar yang terbiasa mengakses area tersebut.

Sebelum kebakaran, TPA Benowo telah menjalani pengelolaan yang dinilai cukup efisien. Namun, insiden ini mengingatkan kembali pentingnya kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko kebakaran di tempat pembuangan sampah. Damkar Ralat Penyebab Kebakaran TPA Benowo menegaskan bahwa mereka sedang memeriksa semua kemungkinan, termasuk kebocoran gas atau faktor mekanis yang bisa memicu api.

Kondisi Pasca-Kebakaran dan Evaluasi

Selama proses pemadaman, Damkar Ralat Penyebab Kebakaran TPA Benowo berupaya memastikan tidak ada penyebaran api ke wilayah lain. Setelah pemadaman selesai, aktivitas di TPA kembali normal, meski area yang terbakar mencapai 900 meter persegi di Blok 1B. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun sejumlah truk pengangkut sampah sempat terganggu dalam operasionalnya.

Evaluasi terhadap kebakaran ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan sistem pemantauan di TPA. Petugas menyebutkan bahwa keterlibatan flare dalam kebakaran tidak terbukti, dan mereka menyarankan adanya pemeriksaan lebih lanjut terhadap infrastruktur dan sistem pengelolaan di area tersebut. “Kita harus menemukan akar masalah agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Rini. Dam

Leave a Comment