Berita Politik

Grace Natalie Yakin Unggahan soal JK Tak Ada Pelanggaran Hukum

Grace Natalie Yakin Unggahan Soal JK Tak Ada Pelanggaran Hukum

Pernyataan dan Penjelasan Grace Natalie Mengenai Kontroversi

Grace Natalie Yakin Unggahan soal JK Tak – Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, meyakini bahwa tindakannya mengunggah video terkait mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) tidak melanggar hukum. Ia menjelaskan bahwa video tersebut hanya merespons isi ceramah JK yang sempat memicu reaksi beragam dari masyarakat. “Saya hanya menyampaikan pendapat berdasarkan narasi Pak JK, tanpa melakukan perubahan atau pengeditan terhadap videonya,” ujar Grace dalam konferensi pers, Senin (11/5).

“Di dalam video yang saya upload, tidak ada proses editing, cutting, atau reposting. Saya hanya merespons apa yang telah disampaikan oleh Pak JK selama ceramah di UGM. Tindakan ini dilakukan karena banyak kontroversi yang beredar di masyarakat,” katanya.

Grace juga menegaskan bahwa laporan terhadap dirinya tidak terkait dengan kepentingan partai. Ia mengatakan pernyataan Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, yang menyatakan tidak akan memberikan bantuan hukum, merupakan hasil permintaannya. “Ketika minggu lalu ada pernyataan dari Ketua Harian Ahmad Ali, saya ingin menyampaikan bahwa pihaknya melakukan itu berdasarkan instruksi dari saya sendiri,” ujarnya.

Detail Laporan dan Penyebabnya

Grace sebelumnya dilaporkan bersama Ade Armando dan Permadi Arya. Laporan tersebut diterima oleh Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT, tertanggal 4 Mei 2026. Pelaporan ini dilakukan oleh 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama.

“LBH Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia dan LBH Syarikat Islam, serta LBH Muhammadiyah, Hidayatullah, AFKN, dan organisasi lainnya telah melaporkan tiga figur, yaitu Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie,” ujar Gurun Arisastra, perwakilan LBH Syarikat Islam/SEMMI, kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Laporan ini terkait dengan narasi yang dianggap memicu polemik dalam video ceramah JK di Masjid UGM. Ia menjelaskan bahwa JK sedang membahas konflik di Poso dan Ambon, dan pernyataannya dalam unggahan video menjadi sasaran kritik dari berbagai pihak.

Dalam pernyataannya, Grace menegaskan bahwa ia siap mempertanggungjawabkan tindakannya. “Saya optimis tidak ada pelanggaran hukum karena video yang saya bagikan hanya sebagai respons, bukan modifikasi,” tambahnya.

Leave a Comment