Ragam Peristiwa

Meeting Results: Rico Waas Resmikan Gedung Pastoral, Fokus Pembinaan Masa Depan Anak

Peresmian Gedung Pastoral, Fokus Pembinaan Masa Depan Anak

Meeting Results – Kota Medan Johor menjadi sorotan setelah Walikota Rico Waas secara resmi meresmikan Gedung Karya Pastoral Stasi Santo Yosef di Jalan Karya Murni. Peresmian ini menandai langkah strategis dalam pembinaan generasi muda, dengan menekankan peran penting lembaga keagamaan dalam membentuk karakter dan potensi anak-anak menuju masa depan yang lebih cerah. Gedung ini dibuka pada Sabtu (9/5) dan dihadiri oleh Uskup Agung, anggota Panitia Pembangunan, serta tokoh masyarakat setempat.

Peran Gedung Pastoral dalam Membentuk Karakter Anak

Menurut Rico Waas, Gedung Karya Pastoral tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga pusat pelatihan dan kegiatan kreatif yang bertujuan meminimalkan dampak negatif seperti kenakalan remaja dan penggunaan narkoba. Ia menegaskan bahwa pembinaan sejak dini adalah kunci untuk menciptakan pemimpin masa depan Indonesia, yang akan memegang peran penting pada 2045 mendatang.

“Masa depan bangsa tidak bisa terlepas dari pembinaan anak-anak saat ini. Mereka harus dilatih dengan berbagai program yang mendukung pertumbuhan fisik, intelektual, dan spiritual,” kata Rico, ditemani oleh Kadis Damkarmat, Plt Kabag Umum, dan Camat Medan Johor.

Sebagai bagian dari visi kota untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sosial, gedung ini dirancang sebagai fasilitas multifungsi yang bisa digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan keterampilan, serta sosialisasi nilai-nilai keagamaan. Rico berharap kehadiran gedung ini mendorong kolaborasi antara gereja dan pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan anak-anak.

Tantangan dan Perkembangan Fasilitas Komunitas

Ketua Panitia Pembangunan, P Siregar, menjelaskan bahwa sebelumnya anak-anak sekolah minggu belajar di bawah tenda di belakang gereja. Fasilitas yang sederhana ini menjadi inspirasi untuk membangun Gedung Karya Pastoral yang lebih modern, mampu memenuhi kebutuhan anak-anak secara menyeluruh.

“Dulu kita hanya punya tenda dan bangku sederhana. Kini kita bisa memberikan ruang yang lebih nyaman dan komprehensif untuk pembelajaran,” kenang P Siregar, menambahkan bahwa proyek ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pendidikan karakter.

Proyek pembangunan Gedung Karya Pastoral dimulai pada 6 Februari 2022 dan selesai pada akhir 2025. Total biaya pembangunan dianggap cukup besar, namun Rico Waas yakin manfaat jangka panjang akan lebih signifikan. Ia menekankan bahwa pembinaan masa depan anak-anak perlu didukung oleh peran bersama antara gereja, pemerintah, dan masyarakat.

Acara peresmian diakhiri dengan simbol apresiasi berupa kain ulos yang disematkan oleh Rico Waas. Aktivitas ini menunjukkan komitmen kota untuk menumbuhkan nilai-nilai lokal dan keagamaan dalam kehidupan masyarakat. Rico berharap Gedung Karya Pastoral akan menjadi pusat pembelajaran yang memperkaya pengalaman anak-anak selama masa pertumbuhan mereka.

Sebagai bagian dari Meeting Results, acara ini juga menyoroti kolaborasi antara pihak gereja dan pemerintah dalam menciptakan ruang yang kondusif bagi pengembangan generasi muda. Beberapa kegiatan seperti pelatihan keterampilan, program pendidikan moral, dan pertemuan rutin diharapkan bisa meningkatkan kualitas layanan pastoral di wilayah tersebut. Rico mengakui bahwa tantangan dalam pembinaan anak-anak masih ada, tetapi dengan fasilitas yang lebih lengkap, peluang untuk memperkuat penguasaan nilai-nilai positif semakin terbuka.

Leave a Comment