Berita Peristiwa

Respons Masukan Warga – Pramono Akan Kaji Waktu CFD Rasuna Said

Respons Masukan Warga, Pramono Akan Kaji Waktu CFD Rasuna Said

Respons Warga Berdampak pada Penyesuaian Jadwal CFD

Respons Masukan Warga – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunjukkan respons terhadap masukan warga terkait perubahan jadwal Car Free Day (CFD) di area HR Rasuna Said, Kuningan. Pemangkasan waktu pelaksanaan acara ini diumumkan sebagai bentuk adaptasi terhadap keinginan masyarakat yang ingin menjaga keharmonisan antara aktivitas sosial dan ibadah mingguan. Pramono mengatakan bahwa keputusan untuk meninjau kembali durasi CFD terkait dengan masukan dari warga yang mengungkapkan ketidaknyamanan terhadap jadwal sebelumnya.

Kajian Jadwal CFD dan Dukungan dari Publik

Secara khusus, Pramono menyebut bahwa kegiatan CFD di Rasuna Said akan tetap dimulai pukul 05.30, tetapi durasi acara kemungkinan diperpendek dibanding masa sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap keluhan warga terkait gangguan pada ibadah Minggu di kawasan tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keputusan akhir tetap akan diambil setelah evaluasi mendalam dilakukan.

“Antusiasme publik terhadap CFD sangat tinggi, terutama di kawasan Rasuna Said. Namun, kami juga mempertimbangkan masukan dari warga yang ingin menghindari konflik antara acara sosial dan kegiatan ibadah,” kata Pramono saat memberikan keterangan di Jakarta Timur, Senin (11/5).

Dalam rangka menyesuaikan dengan kebutuhan warga, Pramono menyatakan bahwa evaluasi terhadap jadwal CFD di Rasuna Said akan menjadi fokus utama. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang meninjau kembali penyelenggaraan acara ini agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengganggu rutinitas keagamaan. Kebijakan ini diharapkan bisa memperkuat keterlibatan warga dalam program kota.

“Kita perlu menjaga keseimbangan antara kegiatan rekreasi dan kegiatan ibadah. Dengan menyesuaikan waktu CFD, kita bisa menjamin kepuasan semua pihak,” tuturnya.

Sebelumnya, Pramono mengungkapkan bahwa CFD di Rasuna Said menjadi bagian dari upaya memperkenalkan wajah baru Jakarta. Ia menyebut bahwa kawasan tersebut sebelumnya dipenuhi tiang monorel yang tertunda, tetapi kini telah dibersihkan dan direnovasi guna menunjang kegiatan masyarakat. Meskipun ada pembangunan yang masih berlangsung, kehadiran warga tetap menjadi prioritas dalam perencanaan.

“CFD di Rasuna Said bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga sebagai simbol perubahan dan kemajuan kota. Kami ingin kegiatan ini lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Pramono.

Di samping itu, Pramono juga mengumumkan bahwa evaluasi jadwal CFD di kawasan Sudirman-Thamrin sedang dilakukan. Ia menyebut bahwa keputusan akhir untuk pengakhiran acara di sana akan diumumkan sebelum 1 Juni 2026. Masukan warga akan menjadi dasar utama dalam menentukan waktu yang paling sesuai dengan aktivitas sehari-hari mereka. Pramono menekankan bahwa kebijakan ini diambil secara transparan dan partisipatif.

Pada kesempatan tersebut, Pramono juga mengungkapkan bahwa CFD di Rasuna Said akan diadakan secara resmi sejak 1 Juni 2026, setelah semua pekerjaan pengerjaan kawasan selesai. Ia menambahkan bahwa perubahan waktu acara ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat dukungan masyarakat. Keputusan ini juga diharapkan bisa menjadi contoh dalam menyesuaikan kebijakan pemerintah dengan aspirasi warga.

Leave a Comment