Wakil Ketua DPR Sebut Perbaikan Penyelenggaraan Haji Mulai Terlihat
Topics Covered – Minggu (10 Mei 2026), Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026/1447 Hijriah. Ia menyatakan bahwa proses keberangkatan jemaah haji tahun ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dalam hal koordinasi dan efisiensi.
Kloter 24 Jadi Bukti Awal Perbaikan
“Alhamdulillah, saya bersama Dirjen Bina PHU, Pak Puji, dan seluruh tim dari Kementerian Haji serta Kanwil Jawa Barat bisa melihat pelaksanaan kloter ini secara langsung,” ujar Cucun.
Dalam kloter yang diberangkatkan dari Bandara Kertajati, Majalengka, terdapat 441 jemaah yang akan menjalani ibadah haji. Namun, ada empat orang yang tertunda karena kondisi kesehatan, khususnya pascaoperasi. Mereka akan diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah divalidasi oleh tim medis. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan keselamatan jemaah sebelum memulai perjalanan ke Tanah Suci.
Menurut Cucun, perbaikan terlihat dalam beberapa aspek penting. Salah satunya adalah manajemen dokumen Nusuk, yang menjadi syarat utama masuk ke wilayah tertentu di Arab Saudi. Dalam penyelenggaraan haji 2026/1447, proses verifikasi ini lebih cepat dan transparan. “Kementerian Haji kini tidak lagi ragu-ragu memberangkatkan jemaah jika Nusuk belum lengkap,” tambahnya. Ini mengurangi risiko kesalahan yang sering terjadi di masa lalu, yang bisa memperlambat proses dan menimbulkan kekhawatiran.
Topics Covered juga menggarisbawahi keterlibatan aktif DPR RI dalam pemantauan penyelenggaraan haji. Anggota dewan telah memberikan rekomendasi yang dianggap efektif dalam meningkatkan kualitas layanan. Cucun menegaskan bahwa komunikasi antara lembaga pemerintah, seperti Kementerian Haji dan Umrah, serta penyelenggara haji berjalan lebih harmonis. “Sinergi ini memastikan setiap langkah terealisasi secara tepat waktu,” jelasnya.
Kualitas Pelayanan di Bandara Kertajati Melangkah
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kualitas pelayanan di Bandara Kertajati. Tahun lalu, ada keluhan tentang ketidaknyamanan proses keberangkatan jemaah, terutama terkait alur antara bus dan pesawat. Tahun ini, hal tersebut telah diperbaiki dengan pengaturan yang lebih terstruktur. “Jemaah tidak merasa lelah karena alur turun bus dan naik ke pesawat sudah teratur,” lanjut Cucun.
Topics Covered menyebutkan bahwa perbaikan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menghadirkan pengalaman yang lebih nyaman bagi jemaah. Selain itu, proses pendaftaran dan pembagian kloter juga lebih jelas, sehingga mengurangi kebingungan di antara calon jemaah. “Sistem digitalisasi membantu mempercepat verifikasi dan distribusi jemaah ke masing-masing kloter,” imbuh Cucun.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Haji telah berupaya memperbaiki proses penyelenggaraan haji melalui pelatihan bagi penyelenggara, peningkatan infrastruktur, dan penggunaan teknologi. Perbaikan-perbaikan tersebut menurut Cucun sudah mulai terlihat, baik dalam penanganan administrasi maupun tata kelola selama keberangkatan.
Topics Covered juga menyoroti keseriusan pemerintah dalam memperbaiki masalah yang pernah menjadi catatan. Tahun lalu, terdapat beberapa kekurangan seperti keterlambatan dalam penyaluran kloter dan keluhan dari jemaah. Dalam penyelenggaraan 2026/1447, pihak terkait telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi hal tersebut. “Dengan pengalaman sebelumnya, semua pihak kini lebih siap,” kata Cucun.
DPR RI terus memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan haji, termasuk mengawasi pelayanan di berbagai tahapan. Cucun menilai bahwa keterlibatan dewan dalam evaluasi berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menjamin keberhasilan penyelenggaraan haji. “Komitmen bersama antara lembaga legislatif dan eksekutif menjadi dasar perbaikan yang berkelanjutan,” katanya.