Pramono Siap Resmikan Hasil Penataan Jalan Rasuna Saat CFD Pekan Ini
Pramono Siap Resmikan Hasil Penataan Jalan Rasuna Said – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kesiapannya untuk menghadiri peresmian hasil penataan jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang akan digelar pada akhir pekan ini, Minggu (21/6). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Tidak hanya peresmian, Pramono juga mengumumkan bahwa Car Free Day (CFD) akan diselenggarakan di lokasi yang sama pada waktu yang sama, memberikan kesempatan bagi warga untuk menikmati ruang terbuka yang lebih nyaman. Penataan jalan ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kota dan memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang ramah lingkungan serta ramah masyarakat.
“Kita ingin menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun Jakarta yang lebih layak untuk tinggal,” ujar Pramono dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/6). Ia menjelaskan bahwa penataan jalan HR Rasuna Said tidak hanya tentang fisik bangunan, tetapi juga mengubah pola penggunaan ruang publik menjadi lebih inklusif. “Selain itu, acara ini juga diharapkan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keselamatan lingkungan,” tambahnya.
Peran Pedestrian Deck dalam Transformasi Kota
Salah satu proyek utama yang akan diresmikan dalam acara tersebut adalah pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas. Pedestrian deck ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi masalah kepadatan lalu lintas di wilayah Jakarta Selatan, sekaligus memperkaya aksesibilitas bagi pejalan kaki. Pramono menyebutkan bahwa pembangunan ini merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar dan komunitas lokal. “Pedestrian deck akan diintegrasikan dengan sistem transportasi umum yang ada, seperti TransJakarta dan KRL, sehingga memudahkan penggunaan jalan kaki sebagai alat transportasi alternatif,” jelasnya.
Dalam rangka mendukung keberlanjutan lingkungan, Pramono juga menekankan pentingnya gerakan pilah sampah yang diterapkan di kawasan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini telah diwajibkan melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2022, dan diharapkan menjadi budaya baru bagi warga Jakarta. “Dengan menata ruang publik sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan, kita bisa menciptakan Jakarta yang lebih sehat dan hijau,” kata Pramono. Ia menambahkan, peresmian ini juga akan menjadi momen untuk mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi dalam transformasi kota.
Penataan Jalan Rasuna Said dan Pengembangan Infrastruktur
Penataan Jalan HR Rasuna Said dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup warga. Proyek ini mencakup renovasi trotoar, pemasangan lampu jalan, serta pengaturan ruang hijau yang lebih optimal. Pramono menegaskan bahwa hasil penataan ini akan segera diresmikan selama CFD pekan ini, menunjukkan bahwa pemerintah berupaya mempercepat implementasi kebijakan yang sebelumnya diumumkan dalam berbagai peraturan daerah. “Tujuan utamanya adalah menciptakan kawasan yang nyaman, aman, dan menarik bagi pengunjung serta warga sekitar,” terangnya.
Proyek yang diresmikan juga melibatkan pengembangan jembatan penghubung antara Ancol dan Jakarta International Stadium (JIS), serta pembangunan stasiun KRL di sekitar kawasan tersebut. Pramono menyebutkan bahwa keberadaan jembatan ini akan memudahkan aksesibilitas pengunjung ke berbagai destinasi wisata. “Ini adalah salah satu dari beberapa inisiatif yang diluncurkan dalam rangka memperingati HUT Jakarta ke-499,” tuturnya. Selain itu, kegiatan haul alim ulama dan habaib Betawi akan dilaksanakan pada 19 Juni 2026, menegaskan pentingnya warisan budaya lokal dalam pembangunan kota.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat, Pemprov DKI Jakarta menyediakan layanan transportasi umum secara gratis pada 22, 27, dan 28 Juni 2026. Pramono menekankan bahwa warga yang ingin masuk ke Ancol, Ragunan, museum-museum, dan Monas dapat menggunakan TransJakarta, MRT, atau LRT Jakarta tanpa membayar tiket. “Ini adalah kado spesial dari pemerintah kepada warga Jakarta sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka,” kata Pramono. Syaratnya, peserta harus memiliki KTP DKI Jakarta, menunjukkan bahwa pemerintah berupaya memperkuat identitas warga setempat.
