Dede Sunandar Buka Suara soal Rencana Digugat Cerai
Perkembangan Hubungan Pernikahan
What Happened During, sebuah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan rangkaian kejadian dalam hubungan Dede Sunandar dan Karen Hertatum, memperlihatkan krisis yang terjadi setelah lebih dari 12 tahun menikah. Dede, sang suami, memberikan pernyataan terkait rencana gugatan cerai yang dikabarkan akan diajukan oleh Karen melalui media. Menurut keterangan Dede, istri dan keluarga besar sudah sepakat mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama Jakarta Barat. Isu talak tiga, kekerasan dalam rumah tangga, dan dugaan perselingkuhan menjadi faktor utama yang memicu keputusan tajam Karen.
“Cuma dari pihak Reren (sapaan Karen) dan keluarga besar sudah bulat, sudah minta surat semuanya; surat nikah, akta, KTP, KK semuanya lah buat anak-anak yang fotokopiannya diminta,” tutur Dede, seperti diberitakan detikHot pada Jumat (12/6).
Persiapan Dokumen oleh Karen
What Happened During menunjukkan bahwa Karen telah mempersiapkan berbagai dokumen penting sebagai dasar gugatan. Dede mengakui bahwa ia sudah menyerahkan salinan surat-surat tersebut kepada istrinya beberapa hari sebelumnya. Isu talak tiga menjadi salah satu fokus dalam persiapan tersebut, dengan Karen memilih untuk mengajukan gugatan secara langsung setelah krisis rumah tangga mencapai puncaknya. Dede juga menyebutkan bahwa keberadaan tiga anak mereka menjadi alasan utama untuk mempertahankan hubungan.
“Kalau enggak salah kemarin hari Rabu, Dede kasih ke Reren,” ungkap Dede, yang diberitakan media pada hari itu.
Percobaan Memperbaiki Hubungan
Sebelum proses gugatan resmi dimulai, Dede berusaha memperbaiki hubungan dengan Karen. Ia meminta waktu untuk berbicara dan menjelaskan sisi-sisinya. “Saya tanya balik lagi, ini benar-benar mau pisah apa nggak, bisa diomongin lagi,” ujarnya, mencoba membuka ruang dialog. Namun, Karen menolak tawaran tersebut, dengan alasan bahwa hubungan mereka telah putus.
What Happened During juga menyoroti peran anak-anak dalam pernikahan mereka. Dede menekankan bahwa keberadaan tiga putra-putrinya menjadi fondasi yang menjaga semangat kehidupan rumah tangga. “Satu anak-anak, satu kan namanya rumah tangga kami bisa memperbaikinya lagi,” katanya, mencoba meyakinkan publik bahwa pernikahan mereka masih memiliki potensi pemulihan.
Langkah Antisipasi Dede
Hingga saat ini, Dede masih bersiap menghadapi proses hukum yang akan datang. Ia menuturkan bahwa tim hukumnya sedang melakukan konsultasi untuk merancang strategi tindakan dalam persidangan. “Saya sudah minta konsultasi dengan tim kuasa hukum saya, semuanya sudah siap,” jelas Dede, yang ingin memastikan bahwa semua aspek kehidupan rumah tangganya tetap terjaga.
What Happened During juga mencakup perubahan dalam rutinitas harian mereka. Karen dilaporkan meninggalkan rumah sejak 8 April 2026, setelah konflik rumah tangga mencapai titik tertinggi. Dede mengatakan bahwa ia tetap memperhatikan kebutuhan anak-anak, bahkan saat memutuskan untuk berpisah.
Latar Belakang Perkawinan
What Happened During sebenarnya dimulai sejak 21 Oktober 2014, ketika Dede dan Karen menikah. Mereka memulai hubungan sebagai pasangan yang saling menghormati, dengan tujuan membangun keluarga yang harmonis. Namun, seiring waktu, konflik kian membesar, terutama ketika Karen menemukan tanda-tanda perselingkuhan Dede saat momen kelahiran anak pertama mereka.
Dede mengakui bahwa perselingkuhan menjadi salah satu pintu masuk konflik dalam pernikahan. Meski ia memaafkan tindakan tersebut, kejadian-kejadian yang terus-menerus terjadi membuat Karen merasa tidak nyaman lagi dalam rumah tangga. “Saya pikir, apa yang terjadi sekarang itu karena banyak hal yang tidak sejalan selama ini,” tambahnya.
Reaksi Masyarakat dan Media
What Happened During juga menarik perhatian publik. Media sosial dan berbagai media massa terus memberitakan tentang keadaan Dede dan Karen, yang memicu berbagai reaksi dari netizen dan masyarakat. Banyak yang berharap mereka bisa memperbaiki hubungan, sementara yang lain menilai bahwa perceraian adalah langkah tepat setelah 12 tahun konflik.
Menurut Dede, ia tetap bersikap positif meski ada isu negatif yang menghiasi pernikahannya. “Saya sudah memikirkan segala sesuatu, dan siap menghadapi apa pun yang terjadi,” katanya. Ia menambahkan bahwa keputusan Karen untuk mengajukan gugatan merupakan langkah yang diperlukan, meskipun ia merasa kecewa.
