Berita Hukum Kriminal

Latest Update: Pengacara Bantah Dedi Congor Eks Bos Bea Cukai Marunda Kerja di BIN

Pengacara Bantah Dedi Congor Mantan Bos Bea Cukai Marunda Kerja di BIN

Latest Update: Seorang pengacara memastikan bahwa Ahmad Dedi alias Dedi Congor, mantan kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Marunda, tidak pernah bekerja di Badan Intelijen Negara (BIN). Bantahan ini disampaikan oleh Hamonangan Daulay, yang bertugas sebagai kuasa hukum klien dalam kasus suap yang sedang ditangani. Menurut Hamonangan, Dedi Congor telah lama meninggalkan jabatan di lembaga pemerintah tersebut dan tidak memiliki posisi resmi di BIN, meskipun klaim itu sempat muncul dalam persidangan.

Latest Update: John Field Nyatakan Dedi Congor Terlibat dalam Suap

Dalam sidang pemeriksaan terdakwa, John Field, tersangka kasus korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, mengklaim bahwa Dedi Congor bekerja di BIN. Namun, Hamonangan menolak klaim tersebut dan mengungkap bahwa Dedi Congor hanya bekerja di Bea Cukai hingga akhir masa jabatannya. “Latest Update: Dedi Congor tidak pernah pindah ke BIN, ia tetap bekerja di Bea Cukai hingga sekarang,” ujarnya. Ia juga menyinggung bahwa John Field memperoleh informasi dari pihak lain, sehingga memicu dugaan tidak akurat dalam pernyataannya.

“Latest Update: Saya yakin Pak Dedi tidak pernah bekerja di BIN. Ia seorang mantan kepala Bea Cukai yang sudah lama tidak aktif. Klaim tentang posisinya di BIN muncul karena ada kesalahpahaman, dan saya sudah memeriksa semua sumber terkait,” jelas Hamonangan. “Dedi Congor tidak memiliki koneksi resmi dengan BIN, jadi klaim itu perlu dibuktikan lebih lanjut.”

Menurut pengacara, Dedi Congor dikenal sebagai anggota tim investigasi Bea Cukai sebelumnya, tetapi tidak terlibat langsung dalam operasi BIN. “Latest Update: Jika ada aliran dana ke Dedi Congor, itu perlu dibuktikan melalui dokumen yang jelas, bukan hanya pernyataan subjektif,” tambahnya. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah menggeledah Dedi sebagai saksi pada 8 Mei 2026, namun ia melarikan diri saat diwawancarai.

Latest Update: Detail Dana Suap yang Disebutkan John Field

John Field mengakui menyerahkan total dana sebesar Rp91 miliar untuk memperoleh fasilitas suap dari pejabat Bea dan Cukai. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dialokasikan ke Dedi Congor, dengan Rp30 miliar sebagai bagian dari pembayaran. “Latest Update: Saya membantu Pak Dedi setiap bulan sebesar Rp5 miliar, dan dia dinyatakan bekerja di BIN,” tutur John Field. Namun, Hamonangan menegaskan bahwa Dedi Congor tidak memiliki posisi resmi di BIN.

“Latest Update: Dana yang diberikan ke Dedi Congor bukan hanya untuk jabatan BIN, tetapi juga untuk keperluan investigasi di Bea Cukai,” jelas John Field. “Saya merasa yakin bahwa Dedi Congor terlibat dalam kasus ini karena ia memiliki hubungan langsung dengan pejabat yang disuap.” Pernyataan ini menimbulkan perdebatan antara kedua belah pihak, dengan pengacara mempertanyakan keabsahan klaim tersebut.

Selain itu, John Field menyebut bahwa Dedi Congor juga menjadi bendahara di PPIR (Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya), organisasi yang diberi dukungan oleh BIN. “Latest Update: Dedi Congor dikenal sebagai anggota aktif di PPIR, tetapi statusnya sebagai bendahara tidak mencerminkan hubungan langsung dengan BIN sebagai lembaga intelijen.” Ini menjadi alasan tambahan bagi Hamonangan untuk mempertahankan pernyataannya.

Latest Update: KPK Terus Susun Bukti untuk Dedi Congor

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa penyidik masih memeriksa kemungkinan aliran dana ke Dedi Congor sebagai bagian dari kasus korupsi yang sedang ditelusuri. “Latest Update: Ada dugaan bahwa Dedi Congor menerima uang dalam pengurusan bea masuk atau importasi barang, meskipun belum ada bukti pasti,” terang Budi. Ia menambahkan bahwa dana tersebut mungkin terkait dengan praktik korupsi di Bea Cukai, bukan hanya ke BIN.

John Field didakwa bersama Dedy Kurniawan Sukolo, manager operasional custom clearance, dan Andri, ketua tim dokumen importasi. Total dana yang diberikan mencapai Rp61 miliar, dengan Rp14 miliar untuk Rizal, Rp7 miliar untuk Sisprian Subiaksono, dan Rp4,05 miliar untuk Orlando Hamonangan. “Latest Update: Sisanya diduga digunakan untuk kepentingan pihak lain yang belum terungkap,” kata Budi. Penyidikan ini terus berlangsung untuk menegaskan hubungan antara Dedi Congor dan BIN.

Latest Update: Dedi Congor kini menjadi pusat perhatian publik dan media karena statusnya yang dipertanyakan. Banyak pihak menilai bahwa pernyataan dari John Field memerlukan penjelasan yang lebih jelas, terutama mengingat peran Dedi Congor dalam lembaga Bea Cukai sebelumnya. “Latest Update: Jika dana tersebut benar-benar dialirkan ke BIN, maka Dedi Congor layak diproses sebagai tersangka, tetapi saat ini masih dalam investigasi,” pungkas Hamonangan. Pemantauan terhadap kasus ini akan terus dilakukan hingga semua fakta terungkap secara akurat.

Leave a Comment