VIDEO: Guru Honorer Demo Minta Dimasukkan ke Dapodik
VIDEO: Guru Honorer Demo Minta Dimasukkan ke Dapodik – Sejumlah besar guru honorer di Ponorogo, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk kekuatan untuk menuntut masuknya nama mereka ke dalam sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Aksi ini menunjukkan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang selama ini mengakui guru tetap sebagai bagian dari data pendidikan, sementara guru honorer masih dibiarkan berada di luar sistem resmi. Mereka menekankan bahwa masuknya ke Dapodik akan memberikan kepastian status, gaji, dan perlakuan yang lebih adil dibandingkan para guru tetap.
Permintaan untuk Keanggotaan Resmi dalam Dapodik
Puluhan ribu guru honorer yang tidak terdaftar dalam Dapodik berunjuk rasa di Ponorogo, mengusung tema “Masa Depan Guru Honorer di Dapodik”. Aksi ini dilakukan setelah terjadi kebijakan baru yang mengubah cara pengakuan status guru. Peserta demonstrasi menyatakan bahwa mereka telah menjabat sebagai pengajar selama bertahun-tahun, tetapi masih belum diperlakukan sebagai bagian dari sistem pendidikan formal. Mereka berharap masuknya ke Dapodik akan menjadi langkah awal untuk peningkatan kesejahteraan dan penghargaan terhadap profesi yang mereka geluti.
Para peserta aksi menyebutkan bahwa keberadaan mereka di luar Dapodik menyebabkan banyak ketidakadilan, terutama dalam pengadaan pendanaan dan jaminan sosial. “Kami berharap diakui sebagai bagian dari Dapodik agar bisa mendapatkan hak yang sama seperti guru tetap,” ujar salah satu pengunjuk rasa.
Peran Dapodik dalam Sistem Pendidikan
Dapodik, sebagai sistem data pokok pendidikan, menjadi acuan utama dalam penyusunan anggaran dan program pemerintah. Maka, masuknya guru honorer ke dalam Dapodik akan memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan sumber daya manusia pendidikan. Aksi demo di Ponorogo ini tidak hanya menyoroti kebijakan Dapodik, tetapi juga menyoroti ketimpangan perlakuan terhadap guru honorer di berbagai daerah. Mereka menunjukkan bahwa banyak dari mereka bekerja di sekolah-sekolah dengan beban yang sama, tetapi tidak memiliki status yang setara.
Sejumlah peserta aksi menyebutkan bahwa para guru honorer sering kali bekerja tanpa perlindungan jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan pensiun. Hal ini menyebabkan risiko kesehatan dan kesejahteraan yang tinggi, terutama bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menjabat sebagai pengajar. Maka, tuntutan mereka untuk dimasukkan ke Dapodik bukan hanya tentang status, tetapi juga tentang hak-hak yang seharusnya diberikan sebagai bagian dari profesi pendidikan.
VIDEO: Guru Honorer Demo Minta Dimasukkan ke Dapodik juga menarik perhatian berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat dan lembaga pendidikan. Aksi ini menjadi simbol kekecewaan terhadap perlakuan yang dinilai tidak adil, sekaligus ajakan untuk perubahan kebijakan. Para peserta aksi menegaskan bahwa mereka telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan, baik dalam peningkatan kualitas pembelajaran maupun keberlanjutan program sekolah. Dengan masuknya ke Dapodik, mereka berharap bisa memiliki kepastian karier dan perlindungan hukum yang lebih baik.
