Visit Agenda: CT Bersama Tiga Mantan Atlet Nasional Dapatkan Jersey Khusus dari Anggito
Visit Agenda menjadi momen spesial dalam rangkaian acara Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung pada 22-24 Mei di berbagai lokasi, termasuk Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Acara ini menarik perhatian banyak peserta karena melibatkan Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, yang memberikan jersey khusus kepada Chairman CT Corp, Chairul Tanjung (CT), serta tiga mantan atlet nasional. Momen ini menggambarkan semangat kerja sama antara sektor keuangan dan dunia olahraga dalam upaya memperkuat brand image serta menginspirasi generasi muda.
Momen Penghargaan Berbasis Cerita Pribadi
Di tengah pelaksanaan penandatanganan MoU antara Kemenpora dan UGM, Anggito memberikan jersey dengan nomor punggung 14 kepada CT, yang memiliki makna khusus. Nomor tersebut dianggap mengingatkan masa lalu ketika CT ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun 2014. Dalam wawancara media, Anggito menjelaskan bahwa jersey ini disusun secara personal, dengan angka yang memiliki relevansi sejarah atau preferensi pribadi. “Saya membuat kaos sendiri. Ini karena saya pakai UGM Star. Jadi, saya ingin memberikan penghargaan, nah, ini ada nomor punggung yang saya, Bapak, Ibu sekalian akan punya arti sendiri,” tutur Anggito di GIK UGM.
Visit Agenda tidak hanya memperkenalkan peran CT dalam dunia bisnis, tetapi juga menekankan keterlibatan sejumlah tokoh olahraga nasional. Jersey kedua diberikan kepada Wamenpora Taufik Hidayat dengan nomor 19, mengingat usia 19 tahun saat ia mencapai peringkat satu dunia dalam bulu tangkis. Denny Sumargo, seorang mantan pemain timnas, menerima jersey bernomor 20, yang disebut sebagai angka favoritnya. “Denny ini satu-satunya anggota timnas yang tidak pernah ikut pada zaman saya ketua Perbasi,” komentar Anggito, yang terlihat antusias saat memberikan hadiah tersebut.
Kontribusi Sosial Melalui Aktivitas Olahraga
Novel Arianto, mantan pelatih Timnas Indonesia, menerima jersey dengan nomor 30, yang dikaitkan dengan prestasi membanggakan dari Elkan Baggott, salah satu pemain legendaris. Anggito bersyukur dapat menghadirkan simbol keberhasilan dari masa lalu ke masa kini, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. Di sisi lain, Anggito juga menyampaikan kenangan tentang masa kuliahnya di UGM, di mana ia aktif bermain basket di lapangan yang dibangun sendiri menggunakan plester. “Sejak dulu, saya selalu ingin memperkenalkan semangat olahraga sebagai bentuk pembelajaran hidup,” imbuhnya.
Visit Agenda menggabungkan elemen keuangan dan olahraga untuk menciptakan pengalaman yang berbeda. Selain jersey, acara ini juga menyediakan kesempatan bagi peserta untuk melibatkan diri dalam kegiatan sosial, seperti donasi dan promosi produk lokal. Anggito menjelaskan bahwa MoU antara Kemenpora dan UGM bertujuan memperkuat kemitraan dalam pengembangan olahraga nasional. “Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga kolaborasi dengan sektor ekonomi,” tegasnya.
Dalam pembukaan Jogja Financial Festival 2026, seluruh peserta diberi jersey khusus sebagai simbol perayaan. Jersey ini didesain dengan motif yang mencerminkan semangat kompetisi dan keberagaman olahraga nasional. Anggito menyatakan bahwa hadiah ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi peserta untuk terus berpartisipasi dalam upaya meningkatkan kualitas olahraga Indonesia. “Visit Agenda ini juga merupakan cara untuk menunjukkan bahwa penggemar olahraga bisa menjadi bagian dari perubahan,” ujarnya, menyoroti peran aktif masyarakat dalam membangun olahraga nasional.
Acara Jogja Financial Festival 2026 ditutup dengan Celebrity Match di GIK UGM, yang menghadirkan Denny Sumargo, Augie Fantinus, serta para pemain legendaris basket nasional. Tidak hanya sekadar lomba lari, kesempatan ini juga diisi dengan sesi cerita, diskusi tentang olahraga, dan kompetisi menyenangkan. “Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi media untuk membangun komunitas yang lebih kuat,” lanjut Anggito, menegaskan visi kegiatan ini. Dengan Visit Agenda, acara ini diharapkan mampu menginspirasi keterlibatan masyarakat dalam berbagai aspek olahraga dan ekonomi.
Jersey khusus yang diberikan tidak hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai alat pemasaran dan promosi. Anggito menjelaskan bahwa kaos ini bisa digunakan oleh peserta untuk memperkuat brand image mereka. “Visit Agenda ini akan menjadi momen spesial bagi para atlet dan penggemar olahraga, karena mereka akan memiliki kenangan unik melalui jersey yang diberikan,” kata Anggito, yang juga menyoroti pentingnya keberlanjutan acara. Dengan adanya MoU, UGM diberikan kesempatan untuk menjadi pusat pengembangan olahraga dan inovasi di Yogyakarta, yang menjadi salah satu lokasi utama kegiatan.
