Berita Hukum Kriminal

Visit Agenda: Mobil Patroli Dikemudikan Kapolsek Tabrak Warga di Sumba Timur

Mobil Patroli Dikemudikan Kapolsek Tabrak Warga di Sumba Timur

Visit Agenda – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, pada hari Minggu, 24 Mei 2026, sekitar pukul 10.40 Wita. Mobil patroli yang dikemudikan oleh Kapolsek Kota Waingapu, Iptu Rauta Ubini Kuri, menabrak sejumlah warga yang sedang berada di trotoar. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan operasional kendaraan dinas serta tanggung jawab pihak kepolisian dalam mencegah kecelakaan serupa.

Detil Kecelakaan dan Penyebabnya

Kecelakaan berawal saat mobil patroli yang sedang melakukan patroli rutin mengalami kehilangan kendali. Sebuah sepeda motor berboncengan dengan pengemudi dan istrinya mencoba mendahului kendaraan dinas dari sisi kiri. Motor tersebut menabrak ban bagian belakang kiri mobil, menyebabkan kendaraan meluncur ke trotoar dan menabrak sebuah bengkel yang berada di sisi jalan. Visit Agenda menyebutkan bahwa kondisi jalan yang sempit serta kurangnya kesadaran pengendara motor berkontribusi pada kejadian ini.

Korban dan Dampak Insiden

Dalam kecelakaan tersebut, total enam orang terluka. Yudiwanto Edi, pengemudi sepeda motor, mengalami retak tulang kaki kanan. Muhaeni A. Waluwandja, istrinya, mengalami gejala shock namun tidak mengalami cedera fisik. Dominikus Doko dan Ronaldo Doko, dua warga lainnya, menderita luka ringan. Sementara Abdul Kadir serta Melkianus Bulu Pagege Wola mengalami luka lecet. Visit Agenda mencatat bahwa insiden ini tidak hanya menimbulkan kerusakan pada kendaraan tetapi juga mengganggu aktivitas warga sekitar.

“Kecelakaan terjadi karena mobil patroli berjalan cukup cepat dan pengemudi motor kurang berhati-hati saat mendahului dari sisi kiri,” kata Kapolres Sumba Timur, AKBP. Gede Harimbawa. Ia menambahkan bahwa insiden ini menunjukkan pentingnya kesadaran pengguna jalan dalam menjaga keselamatan.

Langkah Kepolisian dan Upaya Penanganan

Kapolres Sumba Timur, AKBP. Gede Harimbawa, telah mengunjungi korban di Rumah Sakit Kristen Lindimara Waingapu untuk memastikan kondisi mereka. Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi. Visit Agenda melaporkan bahwa kepolisian berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta perbaikan bengkel yang rusak.

“Unit Laka Satlantas Polres Sumba Timur sedang mempercepat investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. Kami juga meninjau prosedur pemeriksaan terhadap pengemudi mobil patroli,” jelas AKBP. Gede Harimbawa melalui panggilan telepon.

Penyebab Teknis dan Kondisi Lingkungan

Setelah melakukan pemeriksaan, Kapolres menyebutkan bahwa mobil patroli Dmax yang terlibat dalam kecelakaan memiliki kondisi ban yang sedikit aus. Namun, ia menegaskan bahwa kecepatan kendaraan serta kurangnya pengawasan di area jalan sempit menjadi faktor utama. Visit Agenda mencatat bahwa pencahayaan di sekitar Jalan D.I. Panjaitan juga dinilai tidak memadai, sehingga memperbesar risiko tabrakan.

Para saksi mengatakan bahwa pada saat kecelakaan terjadi, tidak ada lampu lalu lintas yang berfungsi. Selain itu, sejumlah warga mengeluhkan bahwa kendaraan patroli sering kali berlarian di area yang tidak terlalu ramai, tetapi kurang memperhatikan kondisi sekitarnya. Visit Agenda juga memaparkan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di kawasan tersebut.

Kapolsek Diamankan dan Pemeriksaan Berlanjut

Kapolsek Kota Waingapu, Iptu Rauta Ubini Kuri, yang menjadi pengemudi mobil patroli, telah diamankan di Propam Polres Sumba Timur. Pemeriksaan terhadap dirinya dilakukan untuk memastikan apakah ada kesalahan manusia atau faktor teknis yang menjadi penyebab kecelakaan. Visit Agenda menyoroti bahwa proses pemeriksaan ini akan menentukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan di masa depan.

Sejumlah warga setempat menilai bahwa kecelakaan ini memperlihatkan pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap kecepatan kendaraan dinas. “Kami berharap kepolisian lebih memperhatikan keselamatan warga saat melakukan patroli,” kata salah satu warga yang mengalami luka lecet. Visit Agenda berharap kejadian serupa tidak terulang dan menyerukan perbaikan dalam prosedur patroli serta kesadaran pengguna jalan.

Leave a Comment