Important Visit: ASN Nias Tewas dari Lantai 12 Diduga Diperas Dua Perempuan
Important Visit – Korban tewas setelah melakukan loncatan dari lantai 12 apartemen di Kota Medan, Sumatera Utara, dalam sebuah peristiwa yang menimbulkan perhatian luas. Seorang aparat sipil negara (ASN) yang sedang menjalani important visit ke Medan untuk mengambil Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai ASN di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias, Apriaman Lase, ditemukan tidak sadarkan diri di bawah bangunan. Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, kejadian ini diduga berawal dari transaksi jasa wanita Open BO melalui aplikasi kencan Michat.
Detil Penting dari Important Visit
Korban, yang tinggal sementara di Medan selama important visit, memesan jasa wanita Open BO melalui aplikasi Michat. Ia terhubung dengan dua perempuan, FR dan JS, yang kemudian menjadi tersangka. Awalnya, korban memilih FR sebagai mitra, tetapi berubah keputusan setelah wajah FR tidak sesuai dengan foto di aplikasi. Selama important visit, korban menginap di apartemen Skyview, lantai 12, dan memulai interaksi dengan kedua wanita tersebut.
Korban mengalami tekanan finansial setelah memperpanjang hubungan dengan JS. FR meminta uang pembatalan Rp400.000, sementara JS menawarkan biaya tambahan Rp850.000 untuk hubungan seksual. Saat ini, korban juga terpaksa membayar Rp4.500.000 sebagai biaya jasa tambahan. Menurut Adrian, korban mengatakan, “Kalau terus minta uang tambahan, nanti aku loncat ini,” sebelum membuka pintu balkon dan melompat.
Perkembangan Penyelidikan dan Keterangan Saksi
Setelah korban melompat dari lantai 12 dan meninggal, FR dan JS langsung meninggalkan apartemen. Keduanya diduga menyaksikan korban jatuh sebelum pergi. Dalam penyelidikan, polisi menemukan bukti bahwa korban terus-menerus ditekan untuk menyetorkan uang tambahan. Selain itu, transaksi yang dilakukan selama important visit juga menjadi sorotan karena diduga terlibat skema penipuan.
“Korban menyatakan kekesalannya atas penekanan yang dialaminya selama important visit,” kata Adrian. “Dia tidak ingin terus-menerus dibebani biaya, sehingga memutuskan untuk melompat dari lantai 12 sebagai bentuk protes.”
Peristiwa ini memicu reaksi publik dan media. Banyak warga Medan menganggap important visit korban menjadi momen kritis yang disadari sebagai bentuk tekanan dari kejadian tersebut. Penyelidikan lanjutan sedang dilakukan untuk memastikan peran FR dan JS dalam transaksi. Polisi juga memeriksa apakah ada indikasi korupsi atau skema lain yang terlibat selama important visit korban.
