Berita Health

Key Issue: Ibu-ibu Terinspirasi MPASI dari Menu Haaland, Ini Wanti-wanti Dokter

Foto : Sarah Moore - kabarberita911.com

Ibu-ibu Mulai Mengikuti Menu Haaland untuk MPASI, Dokter Peringatkan

Kabarberita911.com – Terkini adalah kecenderungan ibu-ibu mengadopsi menu pemain Manchester City, Erling Haaland, sebagai inspirasi untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Popularitas Haaland di media sosial memicu tanya-tanya tentang pola makan yang ia terima saat kecil. Banyak warganet mengeksplorasi menu Haaland dengan mengaitkannya ke kebutuhan gizi anak, seperti “Makan yang bener biar kaya Haaland” atau “Minum susu biar kaya Haaland”. Namun, dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata mengingatkan bahwa Key Issue dalam MPASI harus disesuaikan dengan fase perkembangan anak, bukan sekadar meniru porsi makanan yang dianggap sangat besar.

Pola Makan Atlet Profesional vs. Kebutuhan Bayi

Haaland, sebagai atlet profesional, memerlukan energi tinggi untuk pertumbuhan fisik dan aktivitas olahraga intensif. Pola makanannya kaya protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat, yang mendukung performa olahraga. Namun, dokter Chandrawinata menjelaskan bahwa bayi usia 6-24 bulan membutuhkan nutrisi berbeda. Misalnya, asupan protein yang tinggi untuk Haaland bisa menjadi berlebihan bagi bayi, yang masih dalam tahap pertumbuhan awal dan sistem pencernaannya belum matang. Key Issue ini menyoroti risiko overweight dan obesitas pada anak jika terlalu banyak protein hewani diberikan secara prematur.

“Kalori dan protein berlebihan pada bayi bisa memicu risiko kesehatan jangka panjang, terutama jika tidak disesuaikan dengan usia dan aktivitasnya,” tambah Johanes kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/7).

Prinsip Pemberian MPASI yang Tepat

MPASI diberikan bertahap sesuai kemampuan pencernaan bayi, mulai dari usia 6 bulan. Pada tahap awal, makanan harus lembut dan mudah dicerna, seperti puree atau bubur. Pada usia 9-11 bulan, anak bisa mulai mencoba tekstur kasar, sementara pada 12-24 bulan, mereka diizinkan mengonsumsi makanan sesuai selera keluarga. Key Issue dalam penerapan MPASI adalah memastikan bahwa setiap tahap dimulai dengan pengenalan makanan secara bertahap, agar tidak menyebabkan alergi atau gangguan pencernaan. Dokter Chandrawinata menekankan bahwa menu Haaland bisa dijadikan referensi, tetapi tidak bisa langsung diterapkan tanpa penyesuaian.

Mengapa Bukan Porsi, Tapi Prinsip yang Penting?

Dokter Chandrawinata menyarankan orang tua untuk meniru prinsip nutrisi Haaland, bukan porsinya. Misalnya, memilih bahan makanan alami, menghindari bahan pengawet, dan memastikan keseimbangan nutrisi. Namun, porsi yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan anak. “MPASI ala Haaland bisa menjadi inspirasi, tetapi tidak boleh dijadikan standar mutlak,” jelas Johanes. Key Issue ini juga mencakup pentingnya menghindari makanan manis berlebihan, yang bisa mengganggu nafsu makan susu dan menyebabkan gula darah yang tidak stabil.

“Anak usia 6-24 bulan memerlukan variasi makanan untuk melatih rasa dan menciptakan kebiasaan makan yang sehat, tetapi porsi tidak boleh dibuat terlalu besar seperti menu Haaland,” tegas Johanes.

Pola Makan Seimbang untuk Pertumbuhan Optimal

Pertumbuhan anak tidak hanya bergantung pada jumlah makanan, tetapi juga kualitasnya. MPASI seharusnya mengandung nutrisi lengkap, termasuk karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Key Issue dalam kebutuhan gizi anak adalah memastikan makanan memberi energi dan nutrisi yang tepat untuk perkembangan fisik dan mental. Haaland, sebagai atlet, memerlukan asupan lemak dan protein yang lebih tinggi untuk kebutuhan aktivitasnya, sementara anak umumnya membutuhkan rasio nutrisi yang berbeda. Dokter Chandrawinata menyarankan orang tua untuk mengatur menu yang menyenangkan dan bervariasi, namun tetap berdasarkan rekomendasi ilmiah.

Di samping itu, Key Issue lain yang sering diabaikan adalah pengenalan makanan baru secara bertahap. Anak yang terbiasa dengan MPASI perlu waktu untuk menyesuaikan sistem pencernaannya, dan konsumsi makanan yang terlalu berat bisa menyebabkan masalah kesehatan. “Keseimbangan antara makanan yang diberi dan susu ASI tetap penting, terutama hingga usia 12 bulan,” lanjut Johanes. Dengan demikian, meski menu Haaland menarik, penerapannya dalam MPASI harus disesuaikan dengan prinsip gizi anak yang berkembang secara bertahap.

Langkah Praktis untuk MPASI yang Sehat

Orang tua bisa memulai MPASI dengan memperkenalkan makanan bergizi seperti buah, sayur, dan protein rendah seperti ikan atau tahu. Key Issue dalam pengenalan makanan adalah memastikan bahwa anak tidak terlalu banyak terpapar makanan manis atau bahan pengawet. Selain itu, anak perlu diberi makanan yang bisa dicerna, mulai dari tekstur lembut hingga kasar. Dokter Chandrawinata menekankan bahwa kebiasaan makan yang sehat sejak dini bisa memengaruhi pola hidup anak hingga dewasa. “MPASI bukan hanya soal porsi, tetapi juga tentang kebiasaan dan kebiasaan makan yang baik,” kata Johanes.

Bagi ibu-ibu yang ingin menginspirasi MPASI dari menu Haaland, penting untuk memahami bahwa Key Issue utamanya adalah disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak. Dengan memadukan prinsip nutrisi dari atlet profesional dengan kebutuhan khusus bayi, orang tua dapat menciptakan pola makan yang sehat tanpa mengorbankan pertumbuhan anak secara berlebihan.

Leave a Comment