3 Bagian Tubuh Ini Sering Terlewat Dibersihkan, Yakin Mandimu Bersih?
3 Bagian Tubuh Ini Sering Terlewat – Mandi dua kali sehari sering dianggap cukup untuk menjaga kebersihan tubuh, tetapi apakah benar-benar semua area tubuh tercuci bersih? Penelitian terbaru mengungkap adanya beberapa bagian yang kerap terabaikan, yang bisa menjadi sumber masalah kesehatan jika tidak dirawat dengan baik.
1. Bagian dalam pusar
Pusar adalah area yang sering dianggap remeh dalam rutinitas perawatan tubuh. Padahal, bagian ini bisa jadi tempat berkumpulnya keringat, sel kulit mati, bakteri, dan jamur. Jika tidak dibersihkan secara teratur, pusar berisiko mengalami bau tidak sedap, serta infeksi yang bisa menyebabkan iritasi atau radang.
“Area ini dapat menjadi sangat iritasi, terinfeksi, meradang, merah, gatal, menjadi lecet, dan bahkan berkerak atau membentuk lapisan kuning,” kata dokter spesialis kedokteran keluarga, Laura Purdy.
Untuk membersihkannya, gunakan jari yang telah diberi sabun dan gosok perlahan bagian dalam pusar. Bilas hingga bersih, lalu keringkan dengan hati-hati agar tidak meninggalkan residu.
2. Sela-sela jari kaki
Sela-sela jari kaki sering menjadi bagian tubuh yang luput dari perhatian saat mandi. Meski air dan sabun mengalir, area ini tetap rentan lembap, terutama bagi orang yang mengenakan sepatu sepanjang hari. Kondisi ini memudahkan pertumbuhan bakteri dan jamur.
“Air dan sabun yang mengalir ke kaki saat mandi belum tentu mampu membersihkan sela-sela jari kaki secara optimal,”
Menurut penjelasan dari Stacey Tull, ahli kulit. Disarankan menggosok sela-sela dengan sabun dan bilas hingga kotoran hilang. Pastikan kaki juga dikeringkan sebelum memakai kaus kaki atau sepatu untuk mencegah pertumbuhan jamur.
3. Belakang telinga
Belakang telinga juga bisa menjadi sumber kotoran yang tersembunyi. Lipatan kulit di sini rentan menumpuk minyak alami dan sel kulit mati. Jika tidak dibersihkan, risiko iritasi hingga dermatitis seboroik meningkat.
“Membersihkan bagian belakang telinga seharusnya tidak berbeda dengan mencuci bagian tubuh lainnya,”
Menurut Stacey Tull, dokter spesialis kulit. Selain itu, keringat yang mengalir di sini bisa berpadu dengan bakteri, menghasilkan bau yang tidak nyaman.
Studi dari George Washington University (GW) yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Microbiology menemukan bahwa mikrobioma di area yang sering dicuci cenderung lebih beragam dan sehat. Sebaliknya, bagian yang terlewat membersihkan bisa menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme berbahaya.
