What Happened During: Berat Badan Trump Naik Jadi 104 Kg, Dokter Sarankan Diet
What Happened During memperlihatkan perubahan signifikan dalam kesehatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah pemeriksaan kesehatan terbaru yang dilakukan di Rumah Sakit Militer Walter Reed pada 26 Mei 2026. Meski kondisi secara umum masih stabil, tim medis menyarankan untuk menurunkan berat badan seiring peningkatan 6,4 kilogram yang tercatat dalam hasil evaluasi. Berat badan Trump kini mencapai 104 kg, menjadikannya salah satu dari sekian banyak isu kesehatan yang sedang diperbincangkan publik.
Evaluasi Kesehatan dan Rekomendasi Medis
Hasil penilaian kesehatan yang dirilis oleh Gedung Putih menyebutkan bahwa Trump “dalam kondisi yang sangat baik” dengan fungsi organ utama seperti jantung dan paru-paru tetap dalam batas normal. Namun, tim dokter menegaskan bahwa peningkatan berat badan menjadi faktor yang perlu diperhatikan, terutama mengingat usianya yang semakin meningkat. Memo medis yang berisi tiga halaman ini menyoroti pentingnya menjalani diet seimbang, serta aktivitas fisik yang lebih teratur untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
“What Happened During ini menunjukkan bahwa Presiden Trump memiliki performa fisik yang baik, namun rekomendasi diet dan pengendalian berat badan adalah langkah penting untuk mengurangi risiko kondisi kesehatan yang lebih serius di masa depan,” tulis Kapten Angkatan Laut AS Sean Barbabella dalam laporan medis.
Dokter dari tim kepresidenan menyatakan bahwa peningkatan berat badan Trump menunjukkan kebutuhan untuk lebih memperhatikan pola makan dan gaya hidup. Saran-saran dalam memo mencakup panduan diet rendah kalori, konsumsi aspirin dosis rendah untuk pencegahan penyakit jantung, serta kegiatan fisik yang konsisten. Rekomendasi ini sejalan dengan upaya pencegahan risiko penyakit terkait usia, seperti hipertensi atau diabetes.
Perawatan dan Kehidupan di Gedung Putih
What Happened During juga mencakup informasi tentang pengobatan yang dilakukan Trump di Gedung Putih. Menurut laporan AFP, ia sedang menjalani tiga jenis pengobatan, dua di antaranya terkait penanganan kolesterol, sementara yang ketiga adalah aspirin sebagai langkah pencegahan jantung. Dalam beberapa acara resmi, Trump terlihat mengalami kelelahan, bahkan sempat memejamkan mata selama beberapa detik, meski ia sering membantah bahwa dirinya sedang tertidur.
Dalam tanggapannya, Trump menyatakan bahwa What Happened During selama pemeriksaan menunjukkan bahwa kesehatannya tidak memengaruhi kemampuannya menjalankan tugas sebagai pemimpin negara. Meski berat badannya naik, ia berpendapat bahwa kesehatan secara keseluruhan tetap memadai untuk menghadapi tantangan di masa depan. Trump juga menyebutkan bahwa kebiasaan makan dan kegiatan sehari-harinya tetap sesuai dengan kebutuhan.
What Happened During ini menjadi bahan perdebatan di antara kalangan medis dan publik. Sejumlah ahli kesehatan menyoroti bahwa peningkatan berat badan dalam rentang waktu singkat bisa meningkatkan tekanan pada organ tubuh, terutama pada usia 80 tahun. Namun, Trump menegaskan bahwa ia tetap aktif dan sehat, dengan usia yang tidak menghalangi kinerjanya. Hal ini menimbulkan perbedaan pandangan mengenai pentingnya manajemen berat badan untuk para pemimpin negara.
Dalam konteks What Happened During, berat badan Trump menjadi salah satu indikator yang diukur dalam pemeriksaan tahunan. Dengan berat 104 kg, ia mengalami peningkatan sejak pemeriksaan bulan April 2025. Tim medis menyarankan penurunan berat badan bertahap, dengan target penurunan sekitar 5-10 kg dalam enam bulan. Mereka juga menekankan pentingnya mengikuti panduan diet dan menghindari makanan berlebihan yang bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang.
