Berita Eropa Amerika

KJRI: Tak Ada WNI Jadi Korban Penembakan Islamic Center San Diego

KJRI: Tidak Ada WNI Terkena Dampak Penembakan di Islamic Center San Diego

KJRI – Dalam pernyataan resmi yang diterbitkan Selasa (19/5), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden penembakan di Islamic Center of San Diego (ICSD), California, Senin (18/5) siang waktu setempat. Afina Burhanuddin, yang menjabat sebagai Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI San Francisco, mengungkapkan pihaknya terus berkoordinasi dengan komunitas Muslim Indonesia untuk memastikan kondisi warga negara kita.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 waktu lokal dan mengakibatkan kematian lima orang, termasuk seorang petugas keamanan serta dua tersangka yang berusia 17 dan 19 tahun. Sampai saat ini, penyebab tindakan kekerasan masih dalam proses investigasi. Menurut Afina, Departemen Kepolisian San Diego menyatakan ada indikasi bahwa serangan ini berkaitan dengan kebencian terhadap komunitas Muslim.

Polisi dan FBI Berupaya Menelusuri Motif Penembakan

Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, mengatakan tiga dari lima korban meninggal adalah pria. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan FBI untuk menangani kasus ini. “Penyelidikan menunjukkan kemungkinan terlibatnya kejahatan kebencian karena lokasi kejadian berada di pusat kegiatan Islam,” tambah Wahl.

“Ini situasi yang mengerikan. Saya telah menerima beberapa informasi awal, tetapi kami akan meninjaunya kembali dengan sangat cermat,” ujar Presiden AS Donald Trump, yang juga memberikan perhatian khusus pada insiden tersebut.

Islamic Center of San Diego (ICSD) adalah pusat kegiatan dan ibadah Muslim terbesar di kota tersebut, terletak sekitar 15 kilometer dari pusat kota. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan komunitas Muslim di wilayah tersebut, terutama setelah pernyataan Trump yang menekankan pentingnya mengusut tuntas akar masalah serangan tersebut.

Leave a Comment