Berita Bisnis

Special Plan: Perkuat Tata Kelola, Pertamina Rampingkan 31 Anak Usaha

Perkuat Tata Kelola, Pertamina Rampingkan 31 Anak Usaha

Special Plan – Dalam rangka mengimplementasikan Special Plan yang telah ditetapkan, PT Pertamina (Persero) berhasil menyelesaikan penyederhanaan struktur organisasi sebanyak 31 anak usaha hingga akhir semester I tahun 2026. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan ketersediaan energi nasional secara lebih stabil. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa Special Plan menjadi landasan strategis dalam menyesuaikan kebijakan bisnis dengan tuntutan pasar global dan arahan pemerintah.

Berikutnya: Membongkar Struktur yang Tidak Efisien

Agung Wicaksono menegaskan bahwa penyederhanaan tersebut adalah bagian dari transformasi berkelanjutan Pertamina, yang secara langsung didukung oleh Special Plan. “Kami telah melakukan berbagai tindakan, seperti merger, divestasi, dan likuidasi, untuk fokus pada bisnis inti yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi,” tambahnya. Proses ini juga menargetkan penghapusan anak usaha yang tidak aktif atau memiliki struktur organisasi yang terlalu kompleks, sehingga mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan responsif perusahaan terhadap dinamika industri.

“Melalui Special Plan, kami berupaya mengoptimalkan sumber daya dan kekuatan Pertamina Group. Langkah likuidasi anak usaha hulu migas yang dormant, meski tidak menghabiskan biaya operasional, tetap dilakukan untuk menyederhanakan rantai pasok dan meningkatkan kualitas layanan,” ujar Agung.

Menurut Agung, strategi ini telah memberikan dampak signifikan pada efisiensi biaya dan kecepatan eksekusi. “Dengan menyederhanakan struktur, Pertamina dapat fokus pada inovasi dan ekspansi bisnis yang lebih berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan persaingan energi terbarukan,” katanya. Special Plan juga menjadi alat untuk memperkuat kemampuan Pertamina dalam menjaga stabilitas harga BBM dan menjamin pasokan energi ke berbagai sektor ekonomi.

Transparansi dan Kolaborasi dalam Penataan Anak Usaha

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa seluruh proses penataan anak usaha dilakukan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan melibatkan berbagai pihak secara transparan. “Kami bekerja sama dengan institusi regulasi, auditor, Danantara, BP BUMN, serta serikat pekerja untuk memastikan keputusan yang diambil selaras dengan kebutuhan publik dan keberlanjutan bisnis,” jelas Baron. Special Plan diterapkan sebagai kerangka kerja yang mengintegrasikan aspek keuangan, operasional, dan strategi pemasaran dalam satu arah.

“Dukungan dari berbagai stakeholder sangat vital dalam mewujudkan Special Plan ini. Proses streamlining juga melibatkan analisis mendalam terhadap kinerja anak usaha, sehingga kita dapat menyesuaikan skema bisnis dengan kebutuhan pasar yang terus berubah,” tambah Baron.

Dalam implementasi Special Plan, Pertamina tidak hanya memperbaiki struktur internal, tetapi juga meningkatkan komunikasi dengan masyarakat. “Peningkatan kualitas layanan publik adalah prioritas utama, terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi yang andal dan berkelanjutan,” kata Baron. Selain itu, Special Plan juga menjadi sarana untuk mengevaluasi kinerja anak usaha secara berkala, sehingga seluruh unit usaha dapat berkontribusi secara optimal.

Pertamina menegaskan bahwa penyederhanaan anak usaha merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam menguatkan posisi perusahaan sebagai salah satu pelaku bisnis energi terdepan di Indonesia. “Dengan Special Plan, Pertamina dapat bergerak lebih cepat dalam menghadapi tantangan di masa depan, seperti transisi energi ke sumber terbarukan dan peningkatan efisiensi secara nasional,” kata Agung. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kompetitif dan inklusif.

Sebagai hasil dari Special Plan, Pertamina mempercepat proses penataan anak usaha yang tidak lagi menjadi bagian dari kegiatan utama. “Peningkatan efisiensi operasional dan keberlanjutan energi nasional adalah tujuan utama dari Special Plan ini. Kami percaya bahwa langkah penyederhanaan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutur Baron. Selain itu, Special Plan juga memberikan ruang untuk inovasi di berbagai divisi Pertamina, terutama dalam mengembangkan teknologi dan layanan yang lebih modern.

Leave a Comment