Berita Bisnis

Pengusaha Bongkar Alasan Mal Pasang Pagar Tinggi

Foto : Michael Lopez - kabarberita911.com

Mengapa Pusat Perbelanjaan Memasang Pagar Tinggi? Ini Penjelasan Para Ahli

Kabarberita911.com – Fenomena pemasangan pagar tinggi di berbagai mal dan gedung perkantoran akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Salah satu yang paling ramai dibahas adalah mal Kota Kasablanka di Jakarta. Fenomena ini pun ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Pendapat APPBI: Pengaturan Arus dan Keamanan

Alphonzus Widjaja, selaku Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), memberikan klarifikasi mengenai hal ini. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menertibkan pergerakan pengunjung yang keluar-masuk pusat perbelanjaan.

“Sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dari mana saja, bisa keluar dari mana saja begitu. Sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar,” kata Alphonzus di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (30/7), melansir Detik.

Menurutnya, pemasangan pagar bukanlah hal yang baru bagi dunia permal-an. Banyak pusat perbelanjaan yang sudah memasang pagar sejak fase pembangunan awal. Selain itu, pagar ini juga sering kali dipasang pada mal-mal yang berada di kawasan pusat kota, yang mana lokasi tersebut kerap dilintasi atau menjadi titik berkumpulnya aksi demonstrasi.

“Jadi saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan satu, apa ya, batas pengaman lah begitu, terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung,” tuturnya.

Mal di Surabaya Juga Pasang Pagar

Di luar Jakarta, fenomena serupa juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Beberapa mal yang dikelola oleh Pakuwon Group telah memasang pagar tinggi sebelumnya. Mal-mal tersebut antara lain Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, serta Pakuwon City Mall.

Respons Gubernur Pramono Anung

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons perkembangan ini dengan sikap terbuka. Ia menilai pemasangan pagar kemungkinan besar dilakukan sebagai bentuk kekhawatiran terhadap situasi keamanan. Namun, ia berencana meminta para pengelola mal untuk membongkar kembali pagar-pagar tersebut.

“Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali,” ujar Pramono di Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (31/7).

Pramono menambahkan bahwa kekhawatiran yang berlebihan justru dapat menciptakan suasana yang kurang baik. Untuk memastikan keamanan di Jakarta, ia mengaku terus melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, serta aparat penegak hukum lainnya.

“Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta,” ungkapnya.

Kepolisian: Situasi Jakarta Masih Kondusif

Dalam hal keamanan, kepolisian memastikan bahwa kondisi Jakarta masih relatif aman dan terkendali. Komisaris Besar Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro, menegaskan bahwa situasi Kamtibmas masih aman dan tidak ada ancaman penjarahan seperti yang dikhawatirkan.

“Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan,” ujar Budi.

Budi menjelaskan bahwa pihaknya hingga kini belum menerima surat pemberitahuan mengenai rencana aksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Namun, melalui Direktorat Reserse Siber, Polda Metro terus memantau konten-konten atau ajakan aksi yang beredar di bulan Agustus.

Leave a Comment