Agustina Arumsari: Key Strategy untuk Refokus Penerima Manfaat Program MBG
Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkapkan bahwa key strategy yang diusungnya bertujuan untuk memperbaiki tata kelola penerima manfaat. Pergantian kepemimpinan BGN yang baru saja terjadi, menurut Presiden Prabowo Subianto, berdasarkan evaluasi kinerja selama 1,5 tahun terakhir, melibatkan penyesuaian SOP dan peningkatan kualitas layanan. “Key strategy ini menekankan kolaborasi internal dan optimalisasi anggaran agar program bisa mencapai tujuan utamanya, yaitu mengatasi kelaparan di kalangan anak-anak Indonesia,” jelas Agustina saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/6).
Refokus pada Tata Kelola yang Lebih Akurat
Agustina menekankan bahwa salah satu fokus utama key strategy yang diterapkan adalah penghapusan data yang tidak akurat dalam sistem MBG. “Masalah seperti pengulangan penerima manfaat atau kelalaian dalam verifikasi berdampak besar pada alokasi anggaran. Kami akan melakukan refokus agar setiap penerima manfaat benar-benar memenuhi kriteria,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa ada beberapa kluster masalah lain, seperti keterlambatan distribusi dan pengawasan yang kurang ketat, yang akan diperbaiki secara bertahap.
“Dengan key strategy ini, kami ingin menciptakan sistem yang lebih transparan dan terukur, sehingga program MBG bisa lebih efektif dalam mencapai targetnya,” tambah Agustina.
Perubahan Struktur Kepemimpinan untuk Efisiensi
Kepemimpinan baru BGN, yang diisi oleh Nanik S Deyang dan Trenggono, diterapkan dengan pendekatan kolaboratif. Agustina menjelaskan bahwa struktur ini menghindari pembagian tugas yang kaku, sehingga mendorong koordinasi yang lebih cepat dan responsif. “Key strategy kami mencakup penyesuaian model organisasi agar semua divisi bekerja secara sinergis. Hal ini penting untuk mengatasi hambatan yang selama ini mengurangi efisiensi program,” katanya. Pergantian ini juga mengakomodasi kebutuhan pengelolaan anggaran yang lebih baik.
Peningkatan Kualitas Makanan dan Pelatihan Petugas
Agustina mengungkapkan bahwa key strategy tidak hanya fokus pada administrasi, tetapi juga pada kualitas makanan yang disebarkan. “Kami akan melakukan audit terhadap jenis makanan dan nutrisi yang diberikan, agar lebih sesuai dengan kebutuhan anak-anak,” jelasnya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pelatihan bagi petugas di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar. “Key strategy ini menuntut peningkatan kapasitas SDM agar setiap tahap pelaksanaan MBG bisa diawasi dengan baik,” tambah Agustina.
Kolaborasi dengan Pihak Lain untuk Konsistensi
Dalam rangka mendukung key strategy, Agustina mengatakan bahwa BGN akan berkolaborasi lebih erat dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat. “Kolaborasi ini akan memastikan bahwa program MBG tidak hanya berjalan di tingkat nasional, tetapi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan lokal,” ujarnya. Ia juga menyinggung bahwa ada rencana untuk memperkenalkan sistem monitoring berbasis teknologi yang lebih real-time.
“Dengan kolaborasi dan key strategy yang tepat, kita bisa menjamin keberlanjutan MBG dalam jangka panjang,” tutur Agustina.
Langkah Spesifik untuk Membangun Kinerja Lembaga
Agustina menjelaskan bahwa dalam dua hari pertama menjabat, ia telah mengidentifikasi beberapa langkah spesifik yang akan diambil untuk mewujudkan key strategy ini. Termasuk, penguatan sistem pelaporan, revisi kebijakan distribusi, serta pengembangan ekosistem monitoring oleh pihak eksternal. “Key strategy kami juga melibatkan evaluasi berkala terhadap seluruh tahapan program agar kita bisa terus memperbaiki kelemahan yang muncul,” katanya. Ia menegaskan bahwa reformasi ini akan berlangsung bertahap, dengan prioritas utama pada data dan kelembagaan.
Perspektif Masa Depan dan Harapan Masyarakat
Dalam menghadapi tantangan, Agustina menyampaikan bahwa key strategy yang diusungnya bertujuan untuk membuat MBG lebih berkelanjutan dan mampu mengatasi kebutuhan masyarakat secara efektif. “Kami ingin bahwa setiap penerima manfaat bisa merasakan manfaat nyata dari program ini, tanpa adanya pengulangan atau penyalahgunaan anggaran,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi dukungan dari masyarakat yang telah menunjukkan kepercayaan pada MBG sebagai solusi utama untuk masalah gizi di Indonesia.
