Paris Dipuja Romantis, tapi Kotor, Kasar, dan Rawan Kriminalitas
Paris Dipuja Romantis – Kota besar di Eropa sering menjadi pilihan utama bagi para pelancong yang menginginkan pengalaman liburan menyenangkan atau petualangan budaya. Seperti dikutip dari Mirror, benua ini terus diminati karena keindahan arsitektur kuno hingga kulinernya yang terkenal. Namun, beberapa kota populer kini mulai mengalami penurunan reputasi menurut ulasan para turis.
Kritik Terhadap Paris
Paris, yang telah lama dianggap sebagai simbol romansa universal, kini terkena sorotan negatif. Dalam kompilasi ulasan di platform Reddit, kota ini dinilai paling banyak menerima kecaman dari pengunjung. Banyak turis menyatakan pengalaman buruk dan bersumpah tidak akan kembali.
“Saya hanya mengucapkan ‘mercì’ saat seorang pengemudi mobil berhenti di trotoar. Namun, pria itu malah menatap saya dengan marah dan mengangkat bahu seperti saya orang tak beradab,” tulis pengguna @ExplanationWorried14.
Pengguna @Mister Pink juga mengeluhkan tingginya kejahatan jalanan dan biaya hidup yang mahal. Ia mengatakan, kejahatan pencopet dan aksi penipuan sering terlihat di mana-mana, sementara warga lokal dianggap kurang ramah.
Kota-Kota Lain yang Dinilai Tidak Nyaman
Kritik negatif tidak hanya mengarah pada Paris. Beberapa kota ikonik Eropa juga dianggap gagal menyenangkan pengunjung asing:
Berlin (Jerman): Ibu kota Jerman ini disebut sebagai tempat tinggal warga yang pemarah dan ketus. Pengguna @Philosophyguilty menulis, “Warga Berlin generasi tua sangat galak. Jika Anda tinggal di sana lama, pasti akan punya cerita buruk tentang mereka.”
Brussels (Belgia): Kota pusat pemerintahan Uni Eropa memiliki atmosfer yang dianggap “sangat suram dan kelam” oleh para pelancong.
Roma (Italia): Kota yang dikenal dengan konsep kehidupan indah “La Dolce Vita” kini dilihat lebih rentan kejahatan. Ulasan menyebut adanya komplotan penipu dan pelecehan fisik di transportasi umum.
Kebanyakan pengunjung mengeluhkan suasana yang tidak ramah serta lingkungan yang terkesan kotor. Meski masih menarik, reputasi kota-kota besar di Eropa sedang mengalami perubahan berkat pengalaman negatif yang terus berdatangan.
