Ternyata Ini Alasan Mengapa Nafsu Makan Jadi Hilang Saat Sakit
Ternyata Ini Alasan Mengapa Nafsu Makan – Saat tubuh sedang terkena penyakit, banyak orang mengalami perubahan pola makan. Bisa jadi makanan kesayangan terasa hambar, atau bahkan mengganggu selera. Fenomena ini tidak sepenuhnya tidak wajar, karena tubuh memiliki mekanisme alami untuk menangkal penyakit, termasuk mengurangi keinginan mengonsumsi makanan. Berikut penjelasan tentang hal ini.
Perubahan Hormon yang Memengaruhi Selera
Dokter penyakit dalam, Supriya Rao, menyebutkan bahwa beberapa hormon seperti ghrelin dan leptin bisa mengalami ketidakseimbangan saat terjadi infeksi. Ghrelin biasanya memicu rasa lapar, sedangkan leptin membantu tubuh merasa kenyang. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa penurunan kadar ghrelin justru berperan positif dalam memperkuat respons imun terhadap penyakit.
Proses Pencernaan yang Disesuaikan
Profesor fisiologi dari University of California San Francisco (UCSF), David Julius, menjelaskan bahwa sistem imun bisa bekerja sama dengan saraf tubuh untuk mengubah perilaku. Seperti halnya ketika virus atau bakteri menginfeksi, tubuh mengalokasikan energi lebih besar ke proses pertahanan. Ahli gastroenterologi, Valentine Ongeri Millien, menambahkan bahwa pencernaan sempat diperlambat sementara untuk memprioritaskan upaya melawan penyakit.
Indra Penciuman dan Perasa yang Terganggu
Masalah rasa dan aroma juga memengaruhi nafsu makan saat sakit. Pilek, flu, atau infeksi tertentu bisa mengubah fungsi indra penciuman dan pengecap. Akibatnya, makanan terasa tidak enak, mual, atau bahkan asing. Kondisi ini membuat tubuh kehilangan selera, meski kebutuhan nutrisi tetap ada.
Langkah untuk Mengatasi Nafsu Makan Hilang
Kehilangan selera makan selama satu atau dua hari saat sakit dianggap normal. Namun, jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari, disarankan untuk memperhatikan kondisi tubuh. Penderita bisa merasakan lemas berlebihan, pusing, atau tidak mampu menyerap cairan. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah perlu segera mencari bantuan medis.
Untuk membantu pemulihan, fokuslah pada asupan cairan seperti air putih, kaldu, oralit, atau minuman elektrolit. Hindari memaksa makan berlebihan, dan pilih makanan yang mudah dicerna, seperti sup hangat, bubur, pisang, atau apel. Pemulihan tubuh lebih efektif jika energi dialokasikan secara bijak.
Meski sulit makan saat sakit adalah hal wajar, tubuh tetap membutuhkan nutrisi agar proses penyembuhan berjalan baik.
