Berita Keuangan

Topics Covered: BI Kerek Suku Bunga Acuan Demi Tarik Modal Asing Balik ke RI

Table of Contents
  1. BI Tambahkan Suku Bunga Acuan untuk Menarik Modal Asing ke RI
  2. Delapan Strategi BI untuk Memperkuat Rupiah

BI Tambahkan Suku Bunga Acuan untuk Menarik Modal Asing ke RI

Topics Covered: Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dalam upaya memperkuat daya tarik instrumen keuangan berbasis rupiah bagi investor asing. Kenaikan ini dilakukan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 19-20 Mei 2026, dengan BI Rate meningkat 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Topics Covered ini diharapkan mendorong aliran modal yang sebelumnya terkuras ke luar negeri kembali masuk ke pasar keuangan dalam negeri.

“Kenaikan suku bunga acuan adalah langkah strategis untuk menarik kembali minat investor terhadap rupiah. Dengan menyesuaikan tingkat bunga, kita membuat produk keuangan lokal lebih kompetitif dibandingkan mata uang asing,” jelas Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI, dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta Selatan, Senin (25/5). Topics Covered ini juga sejalan dengan upaya BI untuk stabilkan nilai tukar rupiah dan tingkatkan konsistensi inflasi.

Destry mengakui bahwa kebijakan kenaikan suku bunga sering dipandang sebagai instrumen kontraktif. Namun, ia menekankan bahwa BI tetap menjaga likuiditas pasar keuangan. Dengan Topics Covered ini, aliran dana asing yang sebelumnya mengalir ke luar negeri diperkirakan akan berubah arah. “Kenaikan BI Rate tidak secara langsung memengaruhi pertumbuhan ekonomi, asalkan likuiditas tetap terjaga,” tambahnya.

Kebijakan BI Berdasarkan Dinamika Eksternal

Kenaikan BI Rate didasarkan pada tekanan eksternal yang terjadi di pasar global. Destry menyebutkan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi AS, inflasi yang tinggi, serta penguatan indeks dolar AS (DXY) menjadi faktor utama. Topics Covered dalam kebijakan BI mencerminkan respons terhadap situasi tersebut. Dengan menyesuaikan suku bunga, BI berharap dapat menarik perhatian investor yang mulai ragu terhadap rupiah.

Delapan Strategi BI untuk Memperkuat Rupiah

Dalam upaya menstabilkan rupiah, BI telah merilis delapan strategi kunci. Topics Covered dalam kebijakan ini mencakup peningkatan intervensi di pasar valuta asing, kenaikan suku bunga moneter, serta pembelian surat berharga negara (SBN). Topics Covered ini bertujuan menarik dana asing dan mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kebijakan ini memperhatikan cadangan devisa yang turun sekitar US$10 miliar atau Rp176,66 triliun. Topics Covered dalam strategi intervensi BI mencakup transaksi besar di spot dan DNDF, serta NDF di luar negeri. “Langkah ini dilakukan untuk memastikan likuiditas pasar tetap terjaga tanpa menguras cadangan devisa berlebihan,” tambahnya.

Peningkatan Suku Bunga Moneter

Kebijakan penyesuaian suku bunga moneter, seperti kenaikan SRBI menjadi 6,41 persen, menjadi bagian dari Topics Covered dalam strategi BI. Meski BI Rate tetap di 4,75 persen sejak Januari 2025, penyesuaian SRBI diharapkan mampu menarik investasi portofolio asing. Topics Covered ini menunjukkan bahwa BI tidak hanya fokus pada suku bunga acuan, tetapi juga pada instrumen keuangan lainnya untuk mendukung penguatan rupiah.

Pembelian SBN dan Pertumbuhan Uang Primer

Topics Covered dalam kebijakan BI juga mencakup pembelian SBN senilai Rp133,39 triliun hingga Mei 2026. Hal ini berdampak positif pada likuiditas pasar keuangan. Selain itu, BI menjaga pertumbuhan uang primer (M0) dengan mencapai 14,1 persen di April 2026. Topics Covered ini menunjukkan koordinasi antara kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi.

Penyesuaian Transaksi Dollar

BI memperketat pembelian dolar AS tanpa dasar transaksi, dengan batas dibatasi menjadi US$25 ribu per transaksi mulai Juni 2026. Topics Covered dalam kebijakan ini bertujuan mengurangi tekanan terhadap rupiah dari aliran dana asing yang terlalu besar. Selain itu, BI juga memperluas penggunaan transaksi mata uang lokal, khususnya dengan yuan China, sebagai bagian dari Topics Covered untuk mengoptimalkan likuiditas pasar.

Leave a Comment