Sampai Kapan Hujan Deras Guyur RI? Ini Kata BMKG
Prediksi BMKG Soal Aktivitas Hujan
Sampai Kapan Hujan Deras Guyur RI – BMKG mencatat bahwa hujan lebat masih akan mengguyur sejumlah daerah di Indonesia sepanjang awal pekan ini. Fenomena ini diakibatkan oleh variasi dinamika atmosfer yang sedang berlangsung. Wilayah dengan curah hujan tinggi termasuk Jawa Barat (133,1 mm/hari), Sulawesi Selatan (112,8 mm/hari), Jawa Timur (105,2 mm/hari), Sumatra Utara (105,0 mm/hari), DKI Jakarta (68,6 mm/hari), Papua Tengah (63,6 mm/hari), Kalimantan Barat (62,1 mm/hari), serta Jambi (54,6 mm/hari).
Kondisi Iklim dan Dinamika Atmosfer
Analisis terkini menunjukkan bahwa ENSO berada dalam fase El Niño. Hal ini terlihat dari indeks SOI negatif sebesar -11,5 dan NINO 3.4 positif +0,68. Meski biasanya mengurangi pembentukan awan hujan di wilayah timur Indonesia, ada dinamika atmosfer intraseasonal yang masih memperkuat potensi pertumbuhan awan hujan.
“Aktivitas gelombang tropis, pola sirkulasi, belokan dan perlambatan angin, serta konvektif yang didukung oleh kelembapan tinggi dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di area yang terkena dampak,” tulis BMKG dalam laporan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 22-28 Mei.
BMKG menjelaskan bahwa gelombang Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di fase 4, yaitu Maritime Continent. Aktivitas ini berpotensi kuat di Kepulauan Riau, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, bagian selatan Maluku Utara, dan bagian utara Papua. Meski El Niño masih berdampak, MJO bisa meningkatkan pembentukan awan konvektif.
Gelombang Atmosfer yang Berdampak
Beberapa gelombang atmosfer diperkirakan memengaruhi cuaca awal pekan ini. Gelombang Kelvin yang bergerak ke timur diperkirakan aktif di Laut Andaman, Aceh, Sumatra Utara, Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan Kalimantan Utara. Sementara Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke barat mengarah ke Kalimantan Tengah hingga Selatan, Sulawesi Tengah hingga Selatan, NTB, NTT, Maluku, Papua Barat Daya, serta Papua Tengah.
Dalam analisis tambahan, Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) diharapkan memengaruhi cuaca di Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Selat Makassar, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan. Aktivitas ini dapat menambah suplai uap air dan memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah yang dilalui.
Sirkulasi siklonik juga diprediksi muncul di Samudra Hindia barat Bengkulu, Selat Makassar, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Papua. Daerah konvergensi terbentuk di wilayah seperti Samudra Hindia barat Aceh hingga Sumatra Barat, Laut Flores, Perairan Maluku dari Laut Halmahera hingga Filipina, serta area sekitar siklonik tersebut.
Pada 25-28 Mei, BMKG memperkirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Wilayah lain seperti Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan diperkirakan mengalami hujan sedang.
