Special Plan: Polisi Ungkap Temuan Penyelidikan Kim Soo-hyun dan Kim Sae-ron
Special Plan menjadi sorotan utama dalam penyelidikan yang diungkapkan oleh pihak kepolisian terkait dugaan hubungan romantis antara Kim Soo-hyun dan Kim Sae-ron. Berdasarkan laporan resmi, polisi menyatakan bahwa klaim tentang keduanya menjalin hubungan saat Kim Sae-ron masih di bawah umur adalah informasi palsu, yang diduga dibuat melalui manipulasi teknologi AI. Dalam investigasi ini, bukti-bukti yang diunggah di media sosial dan saluran YouTube ternyata telah direkayasa untuk menyesatkan publik.
Deteksi Manipulasi Teknologi AI dalam Special Plan
Penyelidikan oleh Kepolisian Gangnam Seoul mengungkap bahwa tangkapan layar percakapan KakaoTalk serta berkas audio yang disebarkan Kim Se-eui, pengelola saluran Hoverlab, merupakan hasil rekayasa teknologi AI. Polisi menyatakan bahwa nama-nama dalam percakapan disusun secara sengaja untuk menggambarkan Kim Soo-hyun sebagai lawan bicara, sementara suara dalam audio dibuat menggunakan teknik manipulasi suara. Dalam proses ini, profil pengguna KakaoTalk diubah menjadi “orang tak dikenal” karena akun terkait sudah dihapus atau diblokir.
“Tersangka menyebarkan informasi palsu dengan niat mencemarkan nama baik Kim Soo-hyun, meskipun ia sepenuhnya sadar bahwa sang aktor tidak pernah menjalin hubungan dengan mendiang sejak masih di bawah umur,” ujar dokumen penyelidikan yang disebutkan oleh polisi.
Dalam Special Plan ini, polisi menegaskan bahwa Kim Se-eui menerima 11 tangkapan layar percakapan tahun 2016 antara Kim Sae-ron dengan seseorang tak dikenal dari salah satu anggota keluarga. Ia kemudian mengedit bagian-bagian percakapan tersebut, termasuk mengganti nama rekan bicara menjadi “Kim Soo-hyun”. Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa proses manipulasi ini melibatkan perubahan cetak biru dan penggunaan alat editing digital yang canggih.
Penyebaran Berita Palsu dalam Special Plan
Rekaman suara Kim Sae-ron yang dirilis Mei 2025 juga dianalisis sebagai hasil rekayasa AI. Polisi menjelaskan bahwa suara tersebut dibuat dengan teknik suara yang sangat mirip dengan aslinya, sehingga sulit dibedakan dari percakapan nyata. Penyidik menyebut bahwa pengacara keluarga mendiang Kim Sae-ron diduga terlibat dalam penyebaran informasi ini secara terorganisasi. Dengan Special Plan, pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan Kim Se-eui telah menyebabkan kerusakan serius terhadap reputasi Kim Soo-hyun.
Kim Se-eui membantah surat perintah penangkapan yang diajukan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul, Rabu (20/5), dan menyebutnya sebagai upaya menghalangi peliputannya. Ia menjelaskan bahwa awalnya berencana melaporkan kasus kejahatan seksual yang melibatkan seorang politisi terkemuka di Hanoi, Vietnam. Namun, dalam Special Plan ini, Kim Se-eui menjadi pelaku utama yang diadili atas dugaan penggunaan teknologi AI untuk menciptakan dan menyebarluaskan berita palsu.
Sidang peninjauan surat perintah penangkapan akan berlangsung Selasa pekan depan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Penyidik menuduh Kim Se-eui melanggar Undang-Undang tentang Kasus Khusus Mengenai Hukuman Kejahatan Seksual, khususnya terkait pembuatan dan penyebaran rekaman yang tidak sahih. Dalam Special Plan, polisi juga menyoroti bagaimana berita palsu ini mengganggu kariernya dan menyebabkan kerugian ekonomi.
Sebagai tanggapan atas penyelidikan dalam Special Plan, pengacara Kim Soo-hyun, Ko Sang-rok, mengatakan bahwa keluarga mendiang tidak pernah mengajukan laporan terhadap Kim Se-eui. “Tampaknya penyidik menemukan bukti konspirasi dan menjadikan pengacara tersebut sebagai tersangka sendiri,” tambahnya. Ko Sang-rok menyoroti bahwa status pengacara sebagai penasihat hukum telah diubah menjadi pelaku, yang menurutnya tidak biasa.
Special Plan ini tidak hanya menyoroti peran Kim Se-eui dalam menyebarkan berita palsu, tetapi juga membuka perspektif tentang bagaimana teknologi AI digunakan dalam penyebarnya informasi yang bisa menyesatkan publik. Dengan adanya penyelidikan ini, polisi berharap dapat mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam upaya mencemarkan nama baik Kim Soo-hyun. Dalam rangka mendalami kasus, penelusuran lebih lanjut juga dilakukan terhadap sumber-sumber lain yang mungkin terkait.
