Bahas Isu Pesugihan Artis di Gunung Kawi, Ini Kata Pesulap Merah
Meeting Results – Artis yang dikenal dengan nama Pesulap Merah, Marcel Radhival, kembali menjadi sorotan publik setelah konten terbarunya mengupas fenomena pesugihan yang dikaitkan dengan Gunung Kawi. Video yang diunggahnya di media sosial memicu perdebatan luas, terutama soal hubungan antara selebritas dan ritual di lokasi tersebut. Dalam wawancara eksklusif di Jakarta Selatan, Pesulap Merah menjelaskan latar belakang mengapa ia tertarik membahas isu ini.
Konten Viral dan Penelusuran Fakta
Konten viral yang memperlihatkan Pesulap Merah di Gunung Kawi menarik perhatian ribuan netizen. Dalam video tersebut, ia menyampaikan temuan menarik terkait kesetiaan para artis terhadap tempat ritual yang terletak di lereng Gunung Kawi, Jawa Timur. Diketahui, Marcel sempat bertemu langsung dengan seorang kuncen setempat, yang menurutnya memberikan informasi cukup jelas tentang nama-nama selebritas yang pernah mengunjungi lokasi tersebut.
“Setelah saya berbincang dengan kuncennya, dia justru menyebutkan nama-nama artis secara langsung, tanpa menggunakan inisial. Jadi, tidak ada yang disembunyikan, semua terang-terangan,” ujar Marcel pada Senin (18/5), seperti dilansir Detikhot.
Menurut Pesulap Merah, berita tentang pesugihan artis di Gunung Kawi muncul karena adanya pertanyaan dari warganet yang ingin memahami praktik mistis di sana. “Sebenarnya, saya membuat konten ini karena banyak orang yang bertanya, ‘Apa benar artis-artis itu pernah ke sini?’ Jadi, saya ingin mencari tahu dengan lebih mendalam,” katanya.
Kuncen: Sumber Informasi yang Terbuka
Marcel menjelaskan bahwa ia memulai penelusuran dengan mengunjungi Gunung Kawi dan berbicara langsung dengan kuncen setempat. Pria yang juga dikenal sebagai pesulap itu mengungkapkan, kuncen tersebut tidak ragu menyebutkan beberapa nama selebritas yang diduga terkait dengan ritual pesugihan. Sarwendah, istri dari Raffi Ahmad, adalah salah satu nama yang disebut.
“Kalau dia tanya, langsung jawab. Tidak ada yang dipertanyakan lagi. Jadi, saya jadi yakin bahwa kuncen ini memang rutin memberikan informasi tentang artis-artis yang datang ke sini,” tutur Marcel.
Ia menambahkan, setelah video itu viral, dirinya melakukan penelusuran lebih lanjut dan menemukan bahwa kuncen yang sama sebelumnya sudah memberikan data serupa dalam berbagai wawancara. “Saya cek, ternyata kuncen ini sudah lama menyebutkan nama-nama yang sama. Bukan hanya kali ini, tapi dalam video-video orang lain yang wawancara dia juga mengungkap hal yang sama,” jelasnya.
Ritual Pesugihan: Kejawen atau Mistik?
Selain membahas artis, Marcel juga menyebutkan bahwa kuncen di Gunung Kawi pernah menyebut nama-nama politikus yang terkait dengan praktik tersebut. “Biasanya kalau mau pemilihan-pemilihan, banyak yang datang ke sini. Mereka menganggap tempat ini bisa membawa keberuntungan,” ucapnya.
Marcel menegaskan bahwa ritual yang dijalankan di Gunung Kawi lebih terkait dengan tradisi Kejawen, bukan sekadar ritual pemanggilan makhluk gaib. “Dalam Kejawen, pesugihan dipandang sebagai cara untuk mempercepat rezeki. Tapi bukan berarti tidak ada makhluk halus yang terlibat,” tuturnya.
Sebagai seorang muslim, ia menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap pesugihan bisa berbeda antar individu. Namun, Marcel menegaskan bahwa Islam memiliki cara sendiri untuk memperlancar rezeki, seperti sedekah, kurban, dan ibadah umrah serta haji. “Jadi, bagi umat Islam, lebih baik mempercayai ajaran agama daripada ritual kepercayaan lokal yang mungkin terkesan magis,” katanya.
Isu Pesugihan: Fakta atau Mitos?
Konten yang dibuat Pesulap Merah tidak hanya menjelaskan fakta, tetapi juga mengajak masyarakat untuk kritis terhadap informasi yang beredar. Ia menyoroti bahwa meski banyak artis dikaitkan dengan Gunung Kawi, tidak semua orang mengakui bahwa mereka melakukan pesugihan. “Beberapa orang mungkin hanya berdoa atau mengambil manfaat dari kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Marcel menjelaskan bahwa kehadiran artis di Gunung Kawi bukanlah hal yang tidak wajar. Lokasi tersebut memiliki nilai spiritual dan budaya yang membuatnya menarik bagi banyak orang. “Gunung Kawi memang memiliki sejarah, termasuk dalam masyarakat Kejawen. Jadi, ketertarikan artis mengunjungi sini bisa karena ingin merasakan aura khusus atau semata-mata untuk mempromosikan diri,” ujarnya.
Hasil Penelusuran dan Komentar Publik
Setelah melalui berbagai proses investigasi, Marcel menyatakan bahwa ia tidak menemukan bukti yang menyatakan bahwa artis-artis tersebut secara terang-terangan melakukan praktik pesugihan. “Kalau hanya diduga, itu bisa saja. Tapi kalau sudah ada bukti, maka kita harus menilai dengan objektif,” katanya.
Dalam video yang ia unggah, Marcel juga menyoroti peran media sosial dalam menyebarkan isu tersebut. “Konten di media sosial sering kali membentuk opini masyarakat. Jadi, saya ingin memberi penjelasan agar tidak ada kesalahpahaman,” ujarnya.
Menurutnya, Gunung Kawi tidak hanya dikenal sebagai tempat ritual pesugihan, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menarik. “Banyak orang datang ke sini untuk menyenangkan diri, bukan sekadar berdoa. Jadi, kita tidak bisa memastikan semua yang terjadi di sana adalah pesugihan,” katanya.
Penutup: Rasa Penasaran dan Pemahaman
Pesulap Merah menyatakan bahwa tujuan utamanya membuat konten tentang Gunung Kawi adalah untuk memenuhi rasa penasaran dan memahami bagaimana masyarakat memandang tempat tersebut. “Saya tidak ingin menyebarkan informasi yang salah, tapi juga tidak menutupi fakta-fakta yang mungkin bisa memberi wawasan baru,” pungkasnya.
Isu pesugihan artis di Gunung Kawi, menurut Marcel, adalah bagian dari kehidupan masyarakat yang ingin mencari pengaruh dari tempat spiritual. “Jadi, kita harus bisa membedakan antara kepercayaan dan praktik yang bisa diakses oleh siapa pun,” katanya.
Dengan penjelasan tersebut, Pesulap Merah berharap masyarakat lebih bijak dalam menilai fenomena tersebut, tanpa terburu-buru menyimpulkannya sebagai hal negatif. “Bukan tidak mungkin, tapi kita harus menelusuri dengan jelas sebelum mengambil kesimpulan,” tutupnya.
